Efek samping dan manfaat daun salam untuk kesehatan

Kamis, 22 April 2021 | 13:15 WIB   Reporter: Tri Sulistiowati
Efek samping dan manfaat daun salam untuk kesehatan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Daun salam tidak hanya bermanfaat sebagai bumbu masakan tapi juga obat herbal. Ini manfaat dan efek samping daun salam untuk kesehatan. 

Tahukah Anda dengan daun salam? 

Baca Juga: Daun salam bermanfaat mengobati asam urat tinggi

Para penghobi masak pasti sudah familiar dengan daun salam. Maklum saja, daun salam memang memiliki peran penting dalam membuat masakan yakni sebagai bumbu penyedap masakan. 

Selain tersohor sebagai bumbu masakan, daun salam merupakan tanaman herbal yang dipercaya bisa mengobati sejumlah penyakit. Beberapa penyakit yang bisa diobati denga daun salam adalah asam urat dan darah tinggi.

Jangan heran, daun salam mengandung banyak vitamin dan mineral yang mempunyai khasiat baik untuk kesehatan. 

Mengutip dari buku berjudul Altas Tumbuhan Obat Indonesia Volume 2 karya Setiawan Dalimartha, daun salam kaya akan minyak asiri, tanin, dan flavonoid. Tidak hanya itu daun salam juga mengandung senyawa alkaloid.  

Hal inilah yang membuat daun salam dipercaya mampu menyembuhkan sejumlah penyakit. 

Sekedar info, daun salam tumbuh secara liar di hutan. Namun, sebagian orang ada yang sengaja menanam daun salam di kebun. 

Mengutip dari buku berjudul Tanaman Obat Tradisional Volume 2 karya Thomas A.N.S tanaman daun salam cukup besar dan tingginya bisa mencapai 20-25 meter.

Pohon salam memiliki karakter berdaun lebat, sehingga sering dijadikan tanaman peneduh. 

Manfaat daun salam untuk kesehatan

Daun salam dimanfaatkan dalam pengobatan herbal sudah sejak dahulu kala. Bahkan, sudah banyak penelitian yang membuktikan bila daun salam memang efektif menyembuhkan sejumlah penyakit. 

Berikut manfaat daun salam untuk kesehatan. 

1. Asam urat 

Sudah bukan rahasia bila daun salam merupakan obat herbal asam urat. Daun salam mengandung senyawa aktif kuersetin, miristin, dan mirisetin yang berperan untuk menurunkan kadar asam urat. 

Hal ini telah dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan oleh Dwieka Agustin dari Departemen Kimia, Fakultas MIPA, IPB tahun 2008. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun salam dapat menghambat aktivitas xantin oksidase (penyebab asam urat naik). 

2. Stroke 

Melansir buku berjudul 56 Makanan Ajaib dan Manfaatnya untuk Kesehatan dan Kecantikan karya Yusuf CK Arianto, daun salam bermanfaat untuk mengobati stroke. 

Anda cukup memasak 50 gram jantung pisang dan 10 lembar daun salam. Anda makan jantung pisang yang dimasak dengan daun salam secara rutin. 

3. Darah tinggi dan kolesterol 

Anda penderita tekanan darah tinggi? Daun salam bisa jadi obatnya. 

Mengutip dari buku berjudul The Miracle og Herbs karya dr.Prapti Utami, Desty Ervina Puspaningtyas S.Gz, daun salam kaya akan flavonoid yang mampu menurunkan tekanan darah tinggi. 

Tidak hanya itu, daun salam mengandung senyawa Quercetin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. 

4. Diabetes 

Kandungan flavonoid di dalam daun salam juga bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah. 

Daun salam bisa jadi obat herbal untuk para penderita diabetes melitus alias kencing manis. Cara meraciknya mudah, Anda rebus daun salam segar atau yang sudah dikeringkan. 

Anda minum air rebusan daun salam secara teratur saban harinya. 

5. Radang lambung 

Daun salam juga efektif meredakan radang lambung. Untuk merasakan manfaatnya Anda rebus 30 gram daun alam, 30 gram daun sambiloto kering, gula batu, dengan 600 ml air. 

Anda masak semua bahan sampai menyisahkan air setengahnya. Setelah dingin, Anda minum obat herbal tersebut dua kali sehari. 

6. Sakit gigi 

Selain mengandung flavonoid, daun salam juga mengandung tanin yang bersifat antiinflamasi dan antimikroba. Zat inilah yang membuat daun salam mampu mengobati sakit gigi. Selain itu kandungan minyak asiri dalam daun salam memiliki efek analgesik. 

Penelitian yang dilakukan oleh Agus Sumono dan Agustin Wulan SD pada 50 orang pasien di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Jember menunjukkan hasil kumur dengan air rebusan daun salam mampu mengurangi jumlah bakteri streptococcus sp dalam rongga mulut. 

7. Diare 

Terakhir, daun salam merupakan obat herbal diare. Dalam uji mikrobiologi dengan metode cakram menunjukkan bahwa etanol di daun salam mampu menghambat pertumbuhan bakteri E.coli, Salmonella sp, dan Vibrio cholera. 

Efek samping daun salam 

Daun salam memang kaya akan manfaat baik untuk kesehatan. Namun, mengkonsumsi daun salam secara berlebihan bisa memicu masalah kesehatan. 

Melansir dari Nakita.Grid.id, ibu hamil dan menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi daun salam karena bisa menghambat produksi ASI. 

Orang yang baru melakukan operasi ada baiknya juga tidak mengonsumsi daun salam. Sebab, tanaman herba ini bisa memperlambat proses penyembuhan luka. 

Untuk Anda yang sedang mengonsumsi obat diabetes sebaiknya tidak mengonsumsi daun salam. Sebab, konsumsi obat diabetes bersamaan dengan daun salam bisa meningkatkan kadar gula darah dan meningkatkan risiko kolesterol tinggi. 

Mengutip dari Emedicinehealth.com, daun salam memberikan efek kantuk. 

Baca Juga: Kaya antioksidan, teh daun salam baik untuk pencernaan, benarkah?

Selanjutnya: Manfaat kulit petai untuk kesehatan yang belum banyak diketahui

 

Editor: Tri Sulistiowati
Terbaru