Produk dan Layanan

Eddie Van Halen meninggal karena kanker tenggorokan, kenali penyebab & pencegahannya

Kamis, 08 Oktober 2020 | 09:12 WIB   Reporter: Adi Wikanto
Eddie Van Halen meninggal karena kanker tenggorokan, kenali penyebab & pencegahannya

ILUSTRASI. Eddie Van Halen meninggal karena kanker tenggorokan, kenali penyebab & pencegahannya. REUTERS/Lucas Jackson

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Eddie Van Halen, pendiri dan gitaris band Van Halen meninggal dunia pada usia 65 tahun, Selasa (6/10/2020) pagi. Eddie Van Halen meninggal karena penyakit kanker tenggorokan. Bagaimana gejala kanker tenggorokan dan cara mencegahnya?

Eddie Van Halen menderita kanker sejak awal tahun 2000. Awalnya, Eddie Van Halen divonis kanker lidah. Setelah kanker lidah sembuh, Eddie Van Halen menderita kankerĀ  tenggorokan tahun 2011.

Kanker tenggorokan adalah tumor ganas yang berkembang di tenggorokan (faring), kotak suara (laring) atau amandel. Merujuk situs Kementerian Kesehatan, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (Kemkes), mendefisinisikan kanker tenggorokan sebagai tumor ganas yang tumbuh dan berkembang di area tenggorokan. Tumor tersebut berasal dari sel-sel yang menjadi berlipat ganda jumlahnya secara tidak terkendali.

Gejala kanker tenggorokan bisa beragam dan tidak sama pada setiap penderitanya. Beberapa indikasi gejala kanker tenggorokan yakni:

  • Sulit menelan
  • Perubahan suara, misalnya serak atau cara bicara yang tidak jelas
  • Benjolan yang tidak kunjung sembuh
  • Batuk kronis
  • Sakit tenggorokan
  • Telinga yang sakit atau berdengung
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Pembengkakan pada mata, rahang, tenggorokan, atau leher

Baca juga: Ini senjata baru India untuk menghadapi kapal selam China yang semakin banyak

Gejala kanker tenggorokan ini memang cenderung mirip dengan masalah kesehatan lain sehingga sulit terdeteksi. Oleh sebab itu, penting bagi siapa saja yang mengalami gejala-gejala tersebut, apalagi tak kunjung membaik atau bertambah parah, lebih baik segera berkonsultasi dengan dokter.

Editor: Adi Wikanto


Terbaru