Dua Pasien Covid-19 Omicron di Indonesia Meninggal, Ini Gejala & Kronologinya

Senin, 24 Januari 2022 | 06:45 WIB Sumber: Kompas.com
Dua Pasien Covid-19 Omicron di Indonesia Meninggal, Ini Gejala & Kronologinya

ILUSTRASI. Dua Pasien Covid-19 Omicron di Indonesia Meninggal, Ini Gejala & Kronologinya


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Jumlah kasus Covid-19 Omicron di Indonesia semakin banyak. Di tengah lonjakan kasus, sebanyak 2 pasien Covid-19 Omicron meninggal dunia.

Dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang disampaikan Sabtu (22/1/2022), secara kumulatif terdapat 1.161 kasus Covid-19 Omicron yang dideteksi di Indonesia. Dari jumlah itu, 821 kasus berasal dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), 282 kasus transmisi lokal, dan sisanya belum diketahui asal infeksinya.

Sebagian besar pasien Covid-19 Omicron di Indonesia hanya mengalami gejala ringan dan sudah sembuh setelah menjalani isolasi di Wisma Atlet. Namun, belakangan ini ada 2 pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Berikut fakta-fakta seperti gejala, kronologi pasien Covid-19 Omicron di Indonesia yang meninggal dunia.

1. Penularan

Diberitakan Kompas.com, Sabtu (22/1/2022), kasus kematian akibat infeksi Covid-19 Omicron pertama kali di Indonesia dilaporkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Sabtu (22/1/2022) kemarin. Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, penularan Covid-19 Omicron di Indonesia terjadi melalui transmisi lokal dan pelaku perjalanan luar negeri. “Satu kasus merupakan transmisi lokal meninggal di Rumah Sakit (RS) Sari Asih Ciputat dan satu lagi merupakan pelaku perjalanan luar negeri, meninggal di RSPI Sulianto Saroso,” ungkap Nadia.

Baca Juga: Data Corona Indonesia, 23 Januari: Tambah 2.925 Kasus Baru, Ada 18.891 Kasus Aktif

2. Punya komorbid

Nadia juga mengungkapkan bahwa kedua pasien Covid-19 Omicron yang meninggal, memiliki komorbid atau penyakit penyerta. “Kedua pasien tersebut memiliki komorbid,” ujar Nadia, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (22/1/2022).

Melansir Kompas.com, Minggu (23/1/2022), Nadia mengungkapkan, salah satu pasien Covid-19 Omicron di Indonesia adalah lansia berjenis kelamin laki-laki yang memiliki penyakit penyerta hipertensi dan ginjal. Kendati demikian, komorbid dari pasien Covid-19 Omicron di Indonesia lainnya tidak diungkapkan oleh Nadia.

3. Vaksinasi Covid-19

Melansir The Strait Times melalui Kompas.tv, Sabtu (22/1/2022), Nadia mengatakan bahwa salah satu pasien meninggal sudah divaksinasi Covid-19 dua dosis. Sementara satu orang lagi belum menjalani vaksinasi Covid-19 sama sekali. "Satu (orang) telah divaksinasi penuh dan yang lainnya belum divaksinasi," ujar Nadia.

4. Gejala

Diberitakan Kompas.com, Minggu (23/1/2022), Nadia mengungkapkan, gejala utama dari pasien Covid-19 Omicron yang meninggal dunia di Indonesia adalah sesak napas. Dia menjelaskan, gejala sesak napas pasien Covid-19 Omicron di Indonesia tersebut muncul akibat saturasi oksigen pasien kurang dari 80 persen. "Gejala utama sesak karena saturasi kurang dari 80 persen," tutur Nadia.

Namun demikian, Nadia tak menjelaskan lebih rinci mengenai kronologi gejala yang dialami dua pasien Covid-19 varian Omicron tersebut, hingga akhirnya keduanya meninggal dunia.

5. Kronologi

Kronologinya, yakni salah satu pasien Covid-19 Omicron itu dirawat di Rumah Sakit (RS) Sari Asih, Ciputat, Tangerang. Diberitakan Kompas.com, Minggu (23/1/2022), pasien tersebut sempat dirawat intensif selama dua hari di sana.

Pihak rumah sakit mengatakan, pasien berinisial MR (45) datang ke instalasi gawat darurat (IGD) pada 11 Januari 2022 dengan sejumlah keluhan serta penurunan kesadaran. "Pasien diduga terinfeksi varian omicron berdasarkan dengan hasil tes pemeriksaan SGTF (S gene target failure)," tulis RS Sari Asih dalam keterangan persnya.

Dari hasil observasi yang dilakukan, pihak RS menyimpulkan bahwa MR memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid. "Saat dilakukan diagnosa penyakit melalui rontgen, tes antigen, dan swab PCR, pasien kemudian dinyatakan positif Covid-19," ujar pihak rumah sakit.

Selanjutnya, pada hari kedua perawatan pada 12 Januari 2022 lalu, pasien dinyatakan meninggal dunia. Pihak RS mengatakan, penyebab kematian MR akibat Omicron masih berupa dugaan, sebab untuk memastikan varian Covid-19 perlu melewati tiga tahap. "Untuk menegakkan diagnosa Omicron memerlukan tiga tahapan, yaitu RT PCR, SGTF, dan genome sequencing," tulis mereka.

Sementara itu, kronologi dari meninggalnya satu pasien lainnya tidak diungkapkan oleh Nadia.

6. Belum ada rencana pengetatan

Meski telah ada 2 kasus kematian akibat varian Covid-19 Omicron di Indonesia, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator Penanganan PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan, belum berencana memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat secara ketat. "Pemerintah sampai dengan saat ini belum berencana melakukan rem darurat karena melihat jumlah keterisian rumah sakit masih di angka yang cukup baik dan tidak mengkhawatirkan," kata Juru bicara Menko Marves Jodi Mahardi, dikutip dari Kompas.com, Minggu (23/1/2022).

Alasannya karena pemerintah masih menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di tiap-tiap daerah sesuai level masing-masing. Meski begitu, Jodi menyebut, pemerintah tetap melakukan asesmen berdasarkan standar Badan Organisasi Kesehatan (WHO) terkait kebijakan PPKM setiap minggu. "Sehingga wilayah yang terjadi kenaikan kasus signifikan nantinya akan mengikuti level yang berlaku sehingga dapat menyesuaikan kebijakan yang diberlakukan di wilayah tersebut juga," ujar Jodi.

(Penulis: Tatang Guritno, Rahel Narda Chaterine, Ade Miranti Karunia, Mutia Fauzia, Joy Andre | Editor: Sabrina Asril, Yoga Sukmana, Rakhmat Nur Hakim, Kristian Erdianto).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "6 Fakta Meninggalnya 2 Pasien Omicron di Indonesia, dari Gejala hingga Kronologi",

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru