Disfungsi seksual juga terjadi pada wanita, ini tanda dan cara mengatasinya

Selasa, 26 Oktober 2021 | 11:50 WIB Sumber: Kompas.com
Disfungsi seksual juga terjadi pada wanita, ini tanda dan cara mengatasinya

ILUSTRASI. Disfungsi seksual juga terjadi pada wanita, ini tanda dan cara mengatasinya

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Banyak yang menganggap, disfungsi seksual hanya terjadi pada pria. Nyatanya, disfungsi seksual juga bisa terjadi pada wanita. Yuk kenali tanda-tanda dan penyebab disfungsi seksual pada wanita.

Baik pria maupun wanita memiliki respons seksual normal. Pada wanita, respons seksual umumnya diawali dengan rasa keinginan, timbulnya gairah, klimaks, dan resolusi. Respons tersebut tak selalu berlangsung berurutan.

Namun, jika ada tahapan yang terganggu, artinya seorang wanita mengalami disfungsi seksual. "Disfungsi seksual sering kali dikaitkan dengan laki-laki, padahal perempuan juga bisa mendapatkan masalah yang sama." Demikian dijelaskan oleh Dokter Spesialis Urologi Konsultan Female, Functional, & Neurology, dr Fina Widya, SpU(K) dalam webinar bersama Eka Hospital, Men's Health and Couple Clinic, Selasa (19/10/2021).

Meski angka kejadian pastinya belum diketahui, sumber literatur menyebutkan bahwa sebanyak 38-63 persen wanita mengalami disfungsi seksual. Banyaknya kasus disfungsi seksual wanita karena berbagai penyebab. 

Penyebab angka kejadian disfungsi seksual wanita meningkat antara lain karena bertambahnya usia dan sering dikaitkan dengan proses penuaan atau menopause. Angka kejadian disfungsi seksual wanita juga meningkat pada individu dengan obesitas, merokok, hipertensi, memiliki masalah jantung, atau kondisi kesehatan mental.

Baca juga: Waspadai tanda-tanda diabetes pada pria, kenali untuk deteksi dini

Disfungsi seksual pada wanita

Kategori disfungsi seksual pada wanita dibagi menjadi empat ranah, yakni rendahnya keinginan untuk melakukan aktivitas seksual, gangguan pada fase rangsangan, gangguan fase orgasme, dan nyeri saat berhubungan seksual. "Untuk prevalensinya, paling banyak berkaitan dengan berkurangnya atau hilangnya keinginan untuk melakukan aktivitas seksual," papar Fina.

Berikut empat jenis disfungsi seksual wanita yang perlu diketahui, beserta penyebabnya:

1. Rendahnya keinginan untuk melakukan aktivitas seksual

Hipoactive Sexual Disorder adalah disfungsi seksual pada wanita yang berupa berkurangnya rasa atau keinginan melakukan hubungan seksual, termasuk kurangnya fantasi atau pikiran untuk melakukan hubungan seksual. Penyebab disfungsi seksual wanita ini biasanya karena masalah psikologis, seperti pernah mengalami trauma seksual, atau kondisi fisiologi, seperti berkurangnya hormon tertentu pada kondisi mendekati menopause.

2. Gangguan pada fase rangsangan

Gangguan pada fase arousal atau fase rangsangan adalah ketidakmampuan untuk mempertahankan rangsangan seksual, yang terjadi secara berulang. Tanda-tanda disfungsi seksual wanita ini antara lain kurangnya lubrikasi pada fase arousal, berkurangnya sensasi pada area klitoris dan kemaluan, serta kurangnya relaksasi otot-otot vagina.

Pada kondisi ini, terjadi penurunan aliran darah ke vagina yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti penyakit, gangguan kolesterol, dan darah tinggi. Konsumsi obat juga bisa menjadi penyebabnya. Karena terjadi akibat penurunan aliran darah ke vagina, kondisi ini perlu diwaspadai sebagai tanda awal dari kelainan lain. Misalnya, adanya gangguan pembuluh darah yang mengakibatkan individu mengalami gangguan pada fase rangsangan.

3. Gangguan pada fase orgasme

Orgasmic Disorder atau gangguan pada fase orgasme adalah kesulitan mencapai klimaks atau orgasme setelah stimulasi yang cukup. Ini menjadi salah satu disfungsi seksual wanita jika muncul berulang kali atau terus-menerus.

Gangguan pada fase orgasme terbagi menjadi dua, yakni yang bersifat primer dan sekunder. Gangguan fase orgasme primer adalah ketika seorang wanita tidak pernah mengalami orgasme sama sekali. Ini pada umumnya disebabkan oleh psikologis atau fisiologis.

Sementara gangguan fase orgasme sekunder biasanya disebabkan oleh kondisi seperti gangguan hormon, trauma, atau adanya riwayat pembedahan.

4. Nyeri saat berhubungan seksual

Sexual Pain Disorder atau nyeri saat berhubungan seksual juga merupakan jenis disfungsi seksual wanita. Biasanya, kondisi ini disebabkan karena kondisi patologis, seperti infeksi daerah kemaluan atau masalah spasme dari sepertiga otot vagina yang menghambat penetrasi.

Cara mengatasi disfungsi seksual pada wanita

Disfungsi seksual wanita adalah masalah multifaktor sehingga umumnya diperlukan pendekatan multidisiplin. "Pasien mungkin memerlukan penanganan diari spesialis urologi, obgyn, rehabilitasi medik, hingga psikiatri utk membantu mengatasi disfungsi seksual," tutur Fina.

Mengatasi kondisi yang mendasari sering kali bisa memberikan hasil baik pada wanita yang mengalami disfungsi seksual. Misalnya, salah satu penelitian menunjukkan, wanita dengan pasangan yang memiliki gangguan seksual, seperti ejakulasi dini atau disfungsi ereksi, cenderung mengalami disfungsi seksual juga akibat masalah dari pasangannya. "Saat masalah seperti ejakulasi dini dan disfungsi ereksi itu diperbaiki, masalah pada perempuannya bisa diatasi. Jadi butuh kerja sama," ucapnya.

Beberapa perawatan yang mungkin dianjurkan sebagai cara mengatasi pasien disfungsi seksual wanita, antara lain:

  • Terapi hormon:

Ini adalah cara mengatasi disfungsi seksual pada wanita dengan pemberian hormon esteogen atau campuran estrogen dan testosteron untuk mengurangi nyeri serta membantu mengatasi masalah gairah dan rangsangan rendah.

  • Konseling:

Cara lain mengatasi disfungsi sesksual pada wanita adalah konseling. Pasien menjalani beberapa opsi perawatan seperti terapi seks, yoga, perubahan gaya hidup, serta konseling dengan psikolog atau psikiater.

  • Fisioterapi dengan pelvic floor training

Cara mengatasi disfungsi sesksual pada wanita yang lainnya adalah fisioterapi dengan pelvic floor training. Ini dilakukan untuk memperkuat otot dasar panggul sehingga dapat mengurangi nyeri seksual.

  • Konsumsi obat:

Terakhir, cara lain mengatasi disfungsi sesksual pada wanita adalah konsumsi obat tertentu. Ini bisa dilakukan untuk mengelola penyakit penyerta yang dimiliki pasien disfungsi seksual. Buproprion, misalnya, diberikan untuk masalah gairah rendah dan disfungsi orgasme, sementara PDE 5-inhibitor untuk rangsangan dan gairah rendah.

Itulah tanda-tanda dan cara mengatasi disfungsi seksual pada wanita. Jika masalah berlanjut, silakan hubungi dokter Anda.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waspadai, 4 Jenis Disfungsi Seksual pada Wanita",

 

Editor : Nabilla Tashandra

Selanjutnya: Mau wajah awet muda? Coba lakukan 17 kebiasaan ini

 

Editor: Adi Wikanto
Terbaru