kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.886   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.147   -46,20   -0,75%
  • KOMPAS100 792   -4,39   -0,55%
  • LQ45 606   -2,44   -0,40%
  • ISSI 215   -2,60   -1,20%
  • IDX30 336   -1,40   -0,42%
  • IDXHIDIV20 430   -1,07   -0,25%
  • IDX80 90   -0,46   -0,51%
  • IDXV30 117   -0,72   -0,61%
  • IDXQ30 110   -0,12   -0,11%

Diabetes bisa percepat terjadinya katarak


Sabtu, 23 Juli 2016 / 20:15 WIB


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Katarak merupakan penyakit degeneratif yang biasanya muncul pada usia lanjut. Katarak tidak bisa dicegah, tetapi kemunculannya bisa diperlambat.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan katarak lebih cepat muncul dan mengganggu penglihatan. Salah satunya adalah karena adanya penyakit diabetes melitus.

Dokter spesialis mata Nasrul Ikhsan mengungkapkan, orang yang gula darahnya tidak terkontrol, lebih berisiko mengalami mata katarak lebih cepat.

"Kadar gula darah memengaruhi sel-sel lensa untuk bermigrasi. Lensa cepat degenerasi," kata Nasrul seusai acara Kick Off 910 Operasi Katarak di JEC Kedoya, Jakarta, Sabtu (23/7/2016).

Untuk memperlambat munculnya katarak, pasien diabetes harus mengendalikan kadar gula darahnya. Mengontrol gula darah juga sangat baik untuk mencegah komplikasi penyakit lain.

Selain katarak, diabetes juga meningkatkan risiko retinopati diabetik. Penyakit ini menyerang retina mata yang juga bisa menyebabkan kebutaan.

Ketua Satuan Penanggulangan Buta Katarak Perdami, Yeni Dwi Lestari, menambahkan, selain faktor usia, yang mempercepat munculnya katrak adalah karena sering terpapar sinar ultraviolet. Indonesia merupakan negara yang dilintasi garis khatulistiwa.

"Di luar negeri, katarak kebanyakan mulainya pada usia 60 tahun. Tapi di Indonesia bisa lebih awal," kata Yeni. Sebagai negara tropis, penduduk Indonesia cenderung terkena katarak 15 tahun lebih cepat dibanding penduduk di daerah subtropik.

Indonesia pun menempati urutan kedua sebagai negara dengan pasien katarak terbanyak di dunia setelah Ethiopia. (Penulis: Dian Maharani)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×