Penyakit Menular

Di tengah wabah virus corona, ini masker pilihan sejumlah bos mutlfinance

Jumat, 09 Oktober 2020 | 08:40 WIB   Reporter: Maizal Walfajri
Di tengah wabah virus corona, ini masker pilihan sejumlah bos mutlfinance

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Para direksi perusahaan multifinance tak hanya berupaya melindungi bisnis dari tekanan pandemi. Jajaran top manajemen di perusahaan pembiayaan juga berupaya melindungi diri dengan menggunakan masker.

Pilihan masker yang tepat menjadi hal paling penting. Lantaran banyaknya jenis masker yang ada di pasarkan. PT Mandiri Tunas Finance (MTF) sangat memperhatikan protokol kesehatan di lingkungan kerja maupun bagi karyawan termasuk penggunaan masker. “Saya menggunakan masker bedah sekali pakai. Karena secara pernafasan lebih nyaman,” ujar Direktur MTF Harjanto Tjitohardjojo kepada Kontan.co.id pada Kamis (8/10).

Baca Juga: Walau ada pandemi corona, banyak bank masih bisa naik kelas di tahun ini

Lanjut Harjanto, terkadang ia juga menggunakan masker berjenis hibrida. Ia bilang masker ini menggabungkan dua lapisan kapas pintal 600 dan benang dengan bahan lain seperti sutra, sifon, atau flannel.

Ia mengaku masker hibrida bisa menyaring lebih dari 80% partikel yang masuk. Ia memilih masker jenis ini lantaran bisa dicuci dan dipakai di kemudian hari. “Saya menggunakan masker saat berada di kantor. Saat meeting satu ruangan yang dibatasi kapasitas 50% semua wajib menggunakan masker,” tambah Harjanto.

Kendati demikian, Ia memaparkan, MTF lebih banyak melakukan rapat koordinasi menggunakan video conference secara virtual. Selain itu, Harjanto menggunakan masker saat berkomunikasi dengan pihak lain maupun di tempat umum.

Begitupun dengan Direktur Utama BNI Multifinance Hasan Gazali Pulungan yang lebih suka menggunakan masker kain. Pemilihan masker jenis ini sesuai dengan rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19. “Kedua, yang produksi massal dengan kualitas bagus adalah debitur Bank BNI yakni PT Sritex. Jadilah sinergi. Saya menggunakan masker mulai dari mobil, jalan, hingga di kantor,” tutur Hasan.

Baca Juga: Perpres vaksin sudah terbit, masalah teknis masih dibahas

Ia menyatakan pemakaian masker sudah diwajibkan oleh perusahaan bagi karyawan yang bekerja dari kantor. Bahkan, sejak awal pandemi, perusahaan sudah membagikan masker ke karyawan termasuk kepada masyarakat.

Selain itu, Hasan menyatakan perusahaan telah menetapkan protokol kesehatan di kantor. Mulai dari setiap hari dilakukan penyemprotan disinfektan. Selain itu, toilet di kantor dibersihkan menggunakan disinfektan sebanyak 3 kali dalam sehari.

Juga melakukan penyinaran ultraviolet pada jam 2 jam pada tengah malam. Perusahaan juga melakukan rapid test swab secara berkala. “Perusahaan menyediakan masker dam tempat cuci tangan dan sabun sebelum masuk area kantor. Dilakukan pengecekan suhu tubuh sebelum masuk area kantor, juga disediakan hand sanitizer yang digital di setiap lantai,” pungkas Hasan.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya: UPDATE Corona Indonesia, Kamis (8/10): Tambah 4.850 kasus, pakai masker & jaga jarak

 

Editor: Tendi Mahadi
Terbaru