Penyakit Menular

Di tengah pandemi corona, ini tips berolahraga aman di luar rumah

Senin, 12 Oktober 2020 | 06:05 WIB   Reporter: Ferrika Sari
Di tengah pandemi corona, ini tips berolahraga aman di luar rumah


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Virus corona telah mengubah cara orang-orang dalam berolahraga. Sebelumnya, mereka bisa bebas berolahraga di tempat ramai tanpa khawatir, namun kini olahraga di luar harus memperhatikan protokol kesehatan guna menghindari penularan virus corona. 

India Time, pada Selasa (6/10) lalu, menerbitkan artikel mengenai cara berolahraga yang aman di luar rumah. Konsultan Rumah Sakit Bhatia, India, Dr Samrat Shah menyarankan, jangan terlalu antusias melakukan rutinitas olahraga terlalu jauh dari lingkungan Anda. 

Kemudian, bijak memilih waktu olahraga tepat, ketika jumlah orang sekitar masih sedikit, salah satunya di pagi hari. Serta memilih lokasi yang relatif tidak terlalu ramai serta menjaga jarak yang cukup, satu sama lain. 

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, Minggu (11/10): Tambah 4.497 kasus, jangan lupa pakai masker

Hal terpenting yang tidak boleh dilupakan adalah menggunakan masker. Awalnya, penggunaan masker dinilai akan menyulitkan untuk bernapas karena membatasi aliran oksigen masuk ke dalam tubuh, sehingga berpotensi mengurangi manfaat olahraga. 

Meski demikian, ada beberapa cara agar bisa tetap nyaman berolahraga menggunakan masker. Dr Shah, menyarankan masker tetap dipakai dan ditarik ke dagu saat Anda berolahraga. "Dengan begitu, jika Anda melihat seseorang mendekat atau memasuki area sedikit lebih ramai maka anda dapat menarik masker dan hanya menyentuh permukaan luarnya saja," jelasnya. 

Selain itu, masker juga bisa dilepas sebentar ketika berada di lokasi sepi. Berbagai cara, berolahraga yang aman selama pandemi sudah mulai diterapkan di masyarakat. Salah satunya adalah Deputi Direktur PT Mandiri Tunas Finance (MTF) William Francis Indra.

William gemar melakukan olahraga baik di dalam maupun luar rumah. Biasanya, ia rutin bersepeda hingga berjam - jam. Khusus akhir pekan, ia bisa mengayuh sepeda sampai dua hingga tiga jam sehari. 

Baca Juga: Sudah koordinasi dengan pemerintah pusat, Jakarta akan kembali ke PSBB transisi

Ketika bersepeda, William selalu gunakan masker. Alumnus Universitas Padjajaran (Unpad) ini sering menggunakan masker medis ketimbang masker kain tiga lapis karena dianggap lebih memudahkan untuk bernapas saat beraktivitas. "Daya filter (masker medis) juga lebih bagus dan efektif. Saya beli masker ini satu box untuk satu bulan, baik untuk bekerja maupun olahraga," ungkapnya.

Selain menggunakan masker, lelaki yang penyuka olahraga lari ini juga selalu membawa botol minum dan hand sanitizer sendiri dari rumah. Dengan begitu, ia bisa lebih terlindungi dari virus. 

Senada, Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan Teknologi Finansial OJK, Munawar Kasan juga membawa hand sanitizer dan botol minum sewaktu bersepeda atau jalan kaki di luar rumah. 

Berbeda dari William, ia lebih memiliki masker kain tiga lapis untuk berolahraga karena bahannya empuk, nyaman dipakai serta sesuai standar kesehatan.  "Masker tiga lapis efektif tangkal virus. Pakai kain ini karena lebih bagus desainnya dari pada masker medis. Warna maskernya juga variatif sehingga bisa pas ketika dipakai," jelasnya. 

Baca Juga: Masih semarak, modal ventura buru start up yang bisa beradaptasi di tengah pandemi

Munawar juga membawa masker cadangan saat beraktivitas karena khawatir rusak, semisal talinya rusak. Selain masker, yang terpenting ketika berolahraga adalah menghindari diri dari kerumunan. "Ada banyak area olahraga yang dipenuhi banyak orang. Saya cari yang tidak banyak orang dan berada di area terbuka," tutupnya. 

 

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Selanjutnya: Kunjung China, Luhut bahas sinergi hadapi pandemi corona

 

Editor: Tendi Mahadi


Terbaru