Dari Diabetes hingga Jantung, Ini Dampak Buruk Tidur Pagi yang Wajib Diwaspadai

Jumat, 19 Agustus 2022 | 14:24 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Dari Diabetes hingga Jantung, Ini Dampak Buruk Tidur Pagi yang Wajib Diwaspadai

ILUSTRASI. Dari Diabetes hingga Jantung, Ini Dampak Buruk Tidur Pagi yang Wajib Diwaspadai


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Bagi sebagian orang, tidur saat pagi hari sudah menjadi kebiasaan. Hal ini bisa disebabkan karena tuntutan pekerjaan atau masalah gangguan tidur seperti insomnia. 

Tidak sedikit masyarakat yang memilih untuk mengerjakan tugas saat malam hari dan mengganti jam tidur pada pagi harinya.

Namun, jika terus dilakukan dan menjadi kebiasaan, tidur pagi dapat mengganggu kesehatan tubuh. 

Berikut ini rangkuman dari situs Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (Unair), tentang dampak buruk tidur pagi untuk kesehatan.

Baca Juga: Materi Soal AKM Asesmen Nasional 2022 Jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK

Risiko penyakit diabetes

Berdasarkan beberapa penelitian, kurang tidur di malam hari bisa meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes. 

Risiko tersebut juga bisa terjadi jika terlalu banyak tidur. Hal ini dikarenakan gangguan tidur dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi insulin, sehingga kadar gula darah akan cenderung meningkat pada orang yang tidurnya bermasalah.

Obesitas

Aktivitas tidur terlalu sedikit atau terlalu banyak dapat meningkatkan berat badan. Menurut beberapa riset menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari 7 jam setiap malamnya memiliki risiko obesitas yang lebih tinggi dibandingkan orang yang tidur selama 7-8 jam sehari. 

Hal ini diduga karena kurang tidur dapat membuat nafsu makan meningkat, sehingga orang akan cenderung makan lebih banyak ketika kurang tidur.

Penyakit jantung dan pembuluh darah

Seseorang yang sering tidur di pagi hari dan tidur tidak cukup dapat berisiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti serangan jantung dan stroke. 

Hal tersebut dikarenakan kurang tidur dapat meningkatkan tekanan darah dan peradangan dalam tubuh.

Mudah lupa

Ketika tidur, tubuh akan beristirahat dan memperbaiki jaringan-jaringannya, termasuk sel-sel otak. 

Akan tetapi, saat seseorang kurang tidur maka jaringan otak akan kekurangan oksigen serta energi untuk memperbaiki dirinya, mengakibatkan seseorang menjadi mudah lupa.

Baca Juga: Mengenal Hidangan Appetizer, Main Course, dan Dessert, Anda Sudah Tahu?

Sulit berpikir dan berkonsentrasi

Beberapa penelitian menunjukkan bahwasanya tidur yang cukup dan berkualitas dapat membuat seseorang berpikir jernih, mudah mendapatkan ide, dan mampu memecahkan masalah. 

Sedangkan orang yang sering tidur di pagi hari atau kurang tidur akan lebih sulit untuk fokus bekerja dan konsentrasi. Hal tersebut akan mempengaruhi kinerja dan produktivitas seseorang.

Suasana hati tidak stabil

Seseorang yang tidak cukup tidur atau kurang tidur di malam hari dalam jangka panjang dipercaya dapat menyebabkan perubahan mood atau suasana hati bahkan depresi. 

Selain itu, bahaya tidur di pagi hari juga dapat membuat emosi seseorang menjadi kurang stabil lantaran kelelahan.

Risiko kanker

Orang yang sering tidur di pagi hari karena melakukan aktivitas tertentu di malam hari memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker. 

Menurut beberapa studi menyebutkan bahwa sebagian pasien kanker memiliki kebiasaan sering begadang atau tidur kurang dari 7 jam.

Agar terhindar dari bahaya-bahaya di atas usahakan untuk tidur di waktu yang sama setiap hari, membatasi konsumsi kafein, rutin berolahraga, serta mematikan lampu kamar dan barang elektronik lainnya saat hendak tidur. 

Jika mengalami kurang tidur sampai mengganggu kegiatan sehari-hari, sebaiknya periksakanlah kondisi tersebut ke fasilitas pelayanan terdekat agar dapat diberikan pengobatan sebelum menimbulkan bahaya tidur pagi bagi kesehatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru