kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45992,69   1,09   0.11%
  • EMAS1.132.000 -0,26%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Daftar Obat Pelangsing yang Dijual Di Apotik, Waspadai Efek Sampingnya


Selasa, 21 Februari 2023 / 10:38 WIB
Daftar Obat Pelangsing yang Dijual Di Apotik, Waspadai Efek Sampingnya
ILUSTRASI. Daftar Obat Pelansing yang Dijual Di Apotik, Waspadai Efek Sampingnya


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Banyak obat pelangsing perut yang dijual di apotik. Namun awas, ada efek samping konsumsi obat pelangsing perut tersbeut. Jika ingin langsing dan mendapatkan berat badan ideal atau mengecilkan perut buncit, lakukan cara alami berikut.

Obat pelangsing perut adalah salah satu cara untuk memiliki berat badan ideal. Mungkin tidak ada salahnya menggunakan obat pelangsing perut, jika diimbangi dengan penerapan gaya hidup sehat dan pengawasan dari ahlinya.

Dikutip dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), obat pelangsing perut bisa dikatakan aman, apabila didasarkan pada rekomendasi medis/resep dokter disertai dengan pemantauan ketat oleh dokter dan ahli gizi yang berpengalaman. BPOM menyebutkan bahwa obat pelangsing perut umumnya diresepkan pada mereka dengan obesitas yang memiliki indeks massa tubuh lebih dari 30.

Di lain sisi, ada beberapa efek samping obat pelangsing perut yang juga perlu Anda perhatikan dan tanyakan kepada dokter Anda. Dalam artikel ini akan mengulas secara ringkas obat pelangsing perut dan efek sampingnya yang harus turut Anda perhatikan.

Baca Juga: Obat Penurun Berat Badan & Efek Sampingnya, Cek Cara Menghilangkan Lemak Di Perut

Daftar obat pelangsing perut

Disari dari WebMD dan Mayo Clinic, berikut obat pelangsing perut resep yang paling umum:

  • Liraglutide (Saxenda)

Liraglutide adalah obat pelangsing perut yang sama dengan obat diabetes tipe 2. Obat pelangsing perut ini meniru hormon usus yang memberi tahu otak bahwa perut Anda sudah kenyang.

Efek samping obat pelangsing perut Liraglutide ini meliputi mual, muntah, diare, sembelit, dan tekanan darah rendah. Efek samping yang serius dapat mencakup peningkatan detak jantung, pankreatitis, penyakit kandung empedu, masalah ginjal, dan pikiran untuk bunuh diri.

  • Naltrexone-bupropion (Contrave)

Bupropion-naltrexone adalah obat kombinasi untuk pelangsing perut. Naltrexone digunakan untuk mengobati kecanduan alkohol dan opioid. Bupropion adalah obat untuk mengobati depresi (antidepresan) dan membantu orang berhenti merokok.

Efek samping obat pelangsing perut ini yang paling umum meliputi mual, sembelit, sakit kepala, muntah, pusing, susah tidur, dan mulut kering. Contrave juga dapat menyebabkan kejang, sehingga tidak boleh digunakan pada pasien yang memiliki gangguan kejang.

Obat pelangsing perut tersebut juga dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Selain itu, obat Contrave terdapat peringatan tentang peningkatan risiko pikiran dan perilaku bunuh diri.

  • Orlistat (Alli, Xenikal)

Orlistat sebagai obat pelangsing perut bekerja dengan menyerap sekitar sepertiga dari lemak yang Anda makan. Saat dokter meresepkan orlistat, itu disebut Xenikal. Jika Anda mendapatkannya tanpa resep, itu disebut Alli, yang memiliki setengah dari dosis Xenikal.

Efek samping obat pelangsing perut ini termasuk kram perut, buang gas, tinja berminyak bocor, buang air besar lebih banyak, dan tidak bisa mengontrol buang air besar. Efek samping obat pelangsing perut ini umumnya ringan dan sementara.

Namun efek samping obat pelangsing perut ini bisa menjadi lebih buruk, jika Anda makan makanan tinggi lemak.

  • Tirzepatide (Mounjaro)

Mounjaro adalah obat kelas satu yang meningkatkan kontrol gula darah yang bisa bermanfaat sebagai penurun berat badan. Selama uji coba diabetes tirzepatide, para peneliti mencatat orang yang mendapat tirzepatide kehilangan berat badan lebih banyak dari pada mereka yang menjalani terapi diabetes standar.

Efek samping obat pelangsing perut ini meliputi mual, muntah, diare, penurunan nafsu makan, konstipasi, rasa tidak nyaman pada perut bagian atas, dan nyeri perut.

  • Phentermine-topiramate (Qsymia)

Phentermine-topiramate adalah obat pelangsing perut yang bekerja dengan mengekang nafsu makan Anda. Obat pelangsing perut ini adalah obat gabungan dengan obat kejang/migrain (topiramate).

Topiramate menyebabkan penurunan berat badan dengan beberapa cara, termasuk membantu Anda merasa kenyang, membuat makanan terasa kurang menarik, dan membakar lebih banyak kalori.

Efek samping obat pelangsing perut ini yang paling umum adalah tangan dan kaki kesemutan, pusing, perubahan indera perasa, insomnia, sembelit, dan mulut kering.

Efek samping obat pelangsing perut yang serius termasuk cacat lahir tertentu (bibir sumbing dan celah langit-langit), detak jantung lebih cepat, pikiran atau tindakan bunuh diri, dan masalah mata yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen, jika tidak diobati.

Wanita yang mungkin hamil harus menjalani tes kehamilan sebelum mengkonsumsi Qsymia. Selain itu, harus menggunakan alat kontrasepsi dan menjalani tes kehamilan bulanan saat menggunakan obat ini.

Bahan alami untuk pelangsing perut

Jika takut dengan efek samping obat pelangsing perut, Anda bisa menggunakan cara alami untuk menghilangkan lemak di perut.

Dilansir dari Kompas.com, para ahli nutrisi menjelaskan empat bahan alami ini untuk menghilangkan lemak visceral di perut.Berikut rincian cara menghilangkan lemak di perut dengan bahan alami:

1. Akar manis yang mengandung flavonoid

Cara pertama menghilangkan lemak di perut dengan bahan alami adalah konsumsi akar manis atau licorice. Akar manis atau licorice telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai kondisi, termasuk batuk, infeksi, dan masalah pencernaan.

Untuk itu, akar manis bisa menjadi salah satu pilihan teh herbal untuk batuk. "Dengan meningkatkan kapasitas oksidatif asam lemak skeletomuskular dan hati, licorice flavonoid dapat membantu menghilangkan lemak visceral," tutur dr Inna Lukyanovsky, praktisi pengobatan fungsional serta ahli usus dan hormon.

Lukyanovsky menekankan, licorice atau akar manis tidak aman dikonsumsi individu dengan tekanan darah tinggi. "Efek samping licorice dapat meliputi peningkatan tekanan darah, penurunan kadar kalium, sakit kepala, dan kelelahan," imbuhnya.

Demi mendapatkan manfaat terbaik, ia menyarankan untuk mengimbangi asupan licorice yang mengandung flavonoid dengan berolahraga. Seperti dilaporkan National Library of Medicine, studi menunjukkan licorice dengan flavonoid aman bila dikonsumsi dalam jumlah 1200 mg/hari.

2. Minyak ikan

Cara kedua menghilangkan lemak di perut dengan bahan alami adalah konsumsi minyak ikan. Minyak ikan dapat membantu menghilangkan lemak visceral, catat Lukyanovsky. "Minyak ikan menyebabkan pengurangan massa lemak secara menyeluruh dan termasuk suplemen yang aman digunakan untuk meningkatkan kadar kolesterol," ujar dia.

Namun, lanjut Lukyanovsky, ada potensi reaksi ketika suplemen minyak ikan dikonsumsi bersama dengan obat pengencer darah, yang berpotensi meningkatkan risiko pendarahan. "Kemungkinan efek sampingnya adalah mimisan, mencret dan heartburn. Mereka yang berisiko pendarahan harus dipantau saat mengonsumsi suplemen minyak ikan," terangnya.

Dilaporkan Mayo Clinic, asam lemak omega-3 bisa didapatkan dari ikan yang direbus atau dipanggang, bukan digoreng. Suplemen minyak ikan dinilai dapat membantu individu yang memiliki kadar trigliserida tinggi (pemicu penyakit jantung dan stroke) atau rheumatoid arthritis (peradangan pada sendi di tubuh, termasuk tangan dan kaki).

Meski aman dikonsumsi, asupan minyak ikan yang berlebihan berisiko menyebabkan pendarahan dan memengaruhi respons kekebalan tubuh, seperti dilaporkan Mayo Clinic. Belum diketahui apakah minyak ikan aman dikonsumsi individu yang alergi makanan laut atau tidak. Maka dari itu, cobalah berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan mengonsumsi suplemen minyak ikan.

3. Capsaicin

Cara ketiga menghilangkan lemak di perut dengan bahan alami adalah konsumsi capsaicin. "Data epidemiologis menunjukkan, konsumsi makanan yang mengandung capsaicin dikaitkan dengan prevalensi obesitas yang lebih rendah," papar Lukyanovsky.

Sama seperti licorice dan minyak ikan, senyawa capsaicin juga bisa menimbulkan efek samping. "Kemungkinan efek samping mencakup iritasi, terbakar, gatal, dan mati rasa. Pemberian suplemen ini perlu diperhatikan dengan baik agar tidak menyebabkan luka bakar," lanjut Lukyanovsky.

4. Jahe

Cara keempat menghilangkan lemak di perut dengan bahan alami adalah konsumsi jahe. Berdasarkan temuan studi, jahe termasuk salah satu rempah-rempah terbaik yang dapat menurunkan berat badan, kata pakar suplemen Daniel Powers, MS yang juga pendiri The Botanical Institute.

"Studi meta-analisis baru-baru ini menemukan asupan jahe dikaitkan dengan penurunan berat badan, rasio pinggang-pinggul, serta indeks resistensi insulin," tuturnya.

"Diperkirakan, jahe dapat membantu penurunan lemak berkat efek jahe yang menyeimbangkan gula darah."

"Studi awal menunjukkan, sepasang senyawa fenolik yang dianggap bertanggung jawab atas efek penyeimbangan gula darah ini adalah gingerol dan shogaol."

Seperti dilaporkan Rumah Sakit Mount Sinai, dalam dosis tinggi jahe dapat memicu efek samping seperti heartburn ringan, diare, iritasi pada mulut, dan sakit perut.

Itulah berbagai obat pelangsing perut yang dijual di apotik. Jika ingin aman, gunakan cara alami dan olahraga seperti plank dan sit up untuk membantu menghancurkan lemak di perut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Obat pelangsing perut dan Efek Sampingnya", dan"5 Langkah Mudah untuk Hilangkan Lemak Perut",

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM) Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×