kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 -1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ciri-Ciri Ibu Hamil Berisiko Tinggi Ini Tidak Boleh Diabaikan, Simak Apa Saja


Selasa, 31 Januari 2023 / 14:14 WIB
Ciri-Ciri Ibu Hamil Berisiko Tinggi Ini Tidak Boleh Diabaikan, Simak Apa Saja


Penulis: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID - Iibu hamil dengan resiko tinggi bisa erat kaitannya dengan kasus kematian ibu atau AKI. Agar angka AKI bisa ditekan, masyarakat perlu memahami ciri-ciri ibu hamil yang berisiko tinggi.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Prof Dr. Budi Santoso, menyampaikan bahwa bidan diharapkan mampu melakukan deteksi dini kehamilan resiko tinggi. 

Deteksi dini yang dilanjutkan dengan kesigapan dalam penanganan berperan besar pada penurunan angka kematian ibu saat hamil.

“Bahwa proses antenatal care atau perawatan kehamilan kita harus mampu mendeteksi apakah kehamilan resiko tinggi atau rendah,” terang Prof Budi Santoso seperti dikutip dari situs Unair.

Baca Juga: Demokrasi-Demokrasi yang Pernah Berlaku di Indonesia dan Tahun Berlakunya Demokrasi

Jika sudah diketahui status kehamilan ibu tersebut resiko tinggi, bidan harus memberikan pengertian kepada pasien dan keluarga. Serta yang paling penting adalah merujuk ke rumah sakit, bukan di rumah apalagi di dukun.

Ciri-ciri kehamilan resiko tinggi

Prof Budi Santoso menjelaskan, ada beberapa ciri-ciri kehamilan yang beresiko tinggi, diantaranya yaitu: 

  • Ibu hamil yang obesitas
  • Menderita hipertensi
  • Sudah hamil sebanyak lima kali atau hamil pada usia lebih dari 35 tahun
  • Ibu hamil yang mempunyai riwayat bekas operasi Caesar
  • Kehamilan sungsang
  • Kehamilan lintang

Keadaan-keadaan di atas bisa dideteksi sejak awal saat hamil. Dan menjadi salah satu nakes salah satunya bidan untuk mendampingi ibu-ibu tersebut agar berada dalam posisi yang aman saat melahirkan nantinya.

“Saya berharap bahwa bidan-bidan yang 61 ini mereka mau bekerja di ujung terdepan. Di puskesmas dan fasilitas primer dan mampu mendeteksinya,” tambahnya.

Pada tahun 2022, angka kematian ibu di Indonesia sebanyak 360 per 100 ribu persalinan. Angka ini sejajar dengan Afrika. 

Baca Juga: Apa Itu Kolesterol Tinggi? Simak Penyebab Kolesterol Melonjak dan Cara Mencegahnya

Data Bulan Januari 2022 di Jawa Timur, angka kematian Ibueemncapai 1.127 orang. Jumlah ini memprihatinkan dan menjadi tanggung jawab bersama untuk berkolaborasi dengan baik tanpa mementingkan ego profesi.

Yang paling penting, lanjut dekan adalah kontribusi dari pemerintah baik kota maupun kabupaten. Karena tingkat kesejahteraan ibu, diukur dari tinggi rendahnya angka kematian ibu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×