Ciri-ciri anak terinfeksi virus corona Delta, bukan anosmia dan sakit kepala

Jumat, 27 Agustus 2021 | 10:37 WIB Sumber: Kompas.com
Ciri-ciri anak terinfeksi virus corona Delta, bukan anosmia dan sakit kepala

ILUSTRASI. Ciri-ciri anak terinfeksi virus corona Delta, bukan anosmia dan sakit kepala


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Penanganan pandemi Covid-19 menunjukkan perbaikan ditandai dengan penurunan jumlah zona merah corona di Indonesia. Namun, penularan virus corona, terutama varian Delta masih terjadi. Kenali ciri-ciri terinfeksi virus corona Delta pada anak-anak agar tidak salah penanganan.

Satgas Covid-19 mencatat hingga 22 Agustus 2021 terdapat 53 daerah berstatus zona merah corona di Indonesia. Jumlah itu turun dibandingkan pekan sebelumnya, per 15 Agustus 2021 terdapat 131 daerah zona merah corona di Indonesia.

Virus corona varian Delta dapat menginfeksi siapa saja, termasuk anak-anak. Hal ini cukup berbeda jika dibandingkan virus corona varian sebelumnya.

Menurut Healthline, virus corona varian sebelumnya sangat sedikit menyerang anak-anak. Virus corona varian Delta ini memang telah banyak menginfeksi anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah 12 tahun dan belum menerima vaksin. Lalu apa ciri-ciri terinfeksi virus corona Delta pada anak-anak?

Direktur Pusat Pendidikan Vaksin dan dokter yang hadir di divisi penyakit menular di Rumah Sakit Anak Philadelphia, Amerika Serikat kepada Healthline menuturkan bahwa virus corona varian Delta memang lebih menular, termasuk pada kalangan anak-anak. Selain itu, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), virus corona varian Delta dua kali lebih menular daripada varian sebelumnya.

Data juga menunjukkan bahwa hal itu dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah pada orang yang tidak divaksinasi. Karena sebagian besar anak-anak tidak divaksinasi, hal ini menempatkan mereka dalam kategori risiko yang lebih tinggi untuk tertular virus corona varian Delta.

Baca juga: Kelompok masyarakat yang bisa mendapatkan vaksin Moderna dan syaratnya

Ada beberapa ciri-ciri terinfeksi virus corona varian Delta pada anak-anak. Yale Medicine melaporkan bahwa batuk dan kehilangan penciuman lebih jarang terjadi pada varian Delta, sementara sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, dan demam adalah beberapa ciri-ciri utama anak terinfeksi virus corona Delta.

“Agak terlalu dini untuk melihat studi berkualitas tinggi dalam literatur pediatrik yang mencerminkan peningkatan varian Delta saat ini,” kata Dr. Michael Grosso, kepala petugas medis dan ketua pediatri di Rumah Sakit Huntington Kesehatan Northwell.

"Gejala yang paling umum pada anak-anak dan remaja (terinfeksi virus corona varian Delta) tampaknya demam dan batuk, dengan gejala anosmia, gejala gastrointestinal, dan ruam lebih jarang terjadi," tambah Grosso.

Sebelumnya, sebagian besar anak dengan Covid-19 varian lain tidak memiliki gejala. Namun, virus corona varian Delta mungkin menciptakan lebih banyak gejala pada lebih banyak anak daripada yang kita lihat sebelumnya di masa pandemi. “Apa pun [variannya], orang tua perlu tetap waspada terhadap penyakit lain yang disebabkan oleh Covid-19 pada anak muda,” kata Grosso.

Salah satu penyakit serius yang harus diwaspadai adalah sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak (MIS-C). “[MIS-C] merupakan komplikasi serius yang tidak biasa dari Covid-19 primer, biasanya muncul beberapa minggu setelah infeksi awal,” kata Grosso.

Gejala MIS-C meliputi: sakit perut (usus), mata merah, sesak atau nyeri dada, diare, kelelahan, sakit kepala, tekanan darah rendah, sakit leher, ruam, muntah.

Itulah beberapa ciri-ciri anak terinfeksi virus corona Delta. Tetap jalankan protokol kesehatan untuk mencegah infeksi virus corona.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gejala Utama Covid-19 Varian Delta pada Anak",


Penulis : Galih Pangestu Jati
Editor : Galih Pangestu Jati

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Selanjutnya: Macam-macam vaksin Covid-19 di Indonesia, mana yang paling ampuh?

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru