Cermati baik-baik ciri-ciri sakit ginjal, jangan sampai telat!

Minggu, 05 September 2021 | 10:00 WIB Sumber: Kompas.com
Cermati baik-baik ciri-ciri sakit ginjal, jangan sampai telat!

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Jangan telat mengenali ciri-ciri sakit ginjal. Sakit ginjal yang dibiarkan bisa menyebabkan gagal ginjal kronis, yang bisa mengancam nyawa. 

Penyakit ginjal kronis merupakan kondisi hilangnya fungsi ginjal secara bertahap. Seperti yang kita tahu, ginjal merupakan organ penting yang berfungsi menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah Anda.

Jika fungsi ginjal berkurang, tentu limbah dan kelebihan cairan akan menumouk di tubuh. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini bisa memicu berbagai komplikasi berbahaya seperti berikut:

  • Retensi cairan, yang dapat menyebabkan pembengkakan di lengan dan kaki, tekanan darah tinggi, atau cairan di paru-paru (edema paru).
  • Tingginya kadar kalium dalam darah (hiperkalemia), yang dapat mengganggu kemampuan jantung untuk berfungsi dan mungkin mengancam jiwa
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular)
  • Tulang lemah dan peningkatan risiko patah tulang
  • Anemia
  • Kerusakan pada sistem saraf pusat Anda, yang dapat menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, perubahan kepribadian, atau kejang
  • Penurunan respon imun, yang membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi.

Menurut ali biomedis dr Dito Anurogo MSc mengatakan bahwa penyakit ginjal kronis merupakan kondisi progresif yang berpengaruh besar pada kesehatan global, baik sebagai penyebab langsung morbiditas dan mortalitas global. "Menurut riset kesehatan dasar 2018, prevalensi gagal ginjal kronis di Indonesia sebesar 3,8 permil, dengan faktor risiko utama berupa hipertensi, obesitas, dan diabetes melitus," ungkap dr Dito dalam sebuah tulisan berjudul Tata Laksana Penyakit Ginjal yang dikirimkan kepada Kompas.com.

Dalam tulisan tersebut, dr Dito juga mengatakan bahwa sekitar 10 persen populasi dunia menderita penyakit ginjal kronis. Prevalensi penyakit ginjal kronis meningkat seiring bertambahnya usia menjadi sekitar 30 persen pada orang berusia di atas 70 tahun.

Dengan kata lain, diprediksi 1 dari 5 pria dan 1 dari 4 perempuan di antara individu berusia 65-74 tahun di dunia menderita penyakit ginjal kronis.

Baca Juga: Usus buntu rawan terjadi pada anak-anak, ini ciri-ciri dan cara mengobatinya

Penyebab sakit ginjal

Masih dari sumber yang sama, dr Dito mengatakan bahwa penyebab sakit ginjal hingga berujung gagal ginjal kronis di seluruh dunia bervariasi.

Namun, penyakit primer yang paling sering memicu gagal ginjal kronis adalah diabetes tipe 1 dan 2, hipertensi, glomerulonefritis pimer, nefritis tubulointerstisial kronis, penyakit kistik atau herediter (keturunan), vaskulitis atau glomerulonefritis sekunder, neoplasma (keganasan) atau diskrasia sel plasma, nefropati sel sabit.

Serupa dengan pemaparan dr Dito, catatan Mayo Clinic juga menyebutkan bahwa penyakit diabetes tipe 1 atau tipe 2, tekanan darah tinggi, peradangan pada unit penyaringan ginjal dan tubulus ginjal, penyakit ginjal polikistik, pembearan prostat, dan infeksi berulang bisa memicu penyakit ginjal kronis.

Ciri-ciri sakit ginjal

Ciri-ciri yang mengindikasikan adanya sakit ginjal menurut dr Dito antara lain:

  • pucat hingga anemia
  • sesak napas
  • hipertensi
  • penurunan kapasitas regeneratif ginjal
  • perubahan ginjal.

Meski demikian, Mayo Clinic menyebut bahwa ciri-ciri sakit ginjal seringkali tidak spesifik, artinya bisa juga disebabkan oleh penyakit lain. Dalam catatan Tata Laksana Penyakit Ginjal Kronis yang ditulis dr Dito, disebutkan bahwa diagnosis penyakit ini memerlukan evaluasi kronisitas, etiologi (penyebab) yang mendasarinya, uji GFR atau glomerular filtration rate (tes darah untuk mengetahui stadium penyakit dan fungsi ginjal), albuminuria, serta progresi.

Itulah ciri-ciri sakit ginjal dan penyebab gagal ginjal kronis. Terapkan gaya hidup sehat sejak dini untuk mencegah sakit ginjal.

****

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ahli Kesehatan Ungkap Berbagai Penyebab dan Gejala Penyakit Ginjal",  


Penulis : Ariska Puspita Anggraini
Editor : Ariska Puspita Anggraini

Selanjutnya: Ciri-ciri dan penyebab sakit ginjal, cegah sejak dini

Editor: Adi Wikanto
Terbaru