kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   -50.000   -1,73%
  • USD/IDR 16.995   46,00   0,27%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Cerita warga yang terinfeksi Covid-19 jalani isolasi mandiri di rumah


Kamis, 29 Juli 2021 / 08:55 WIB
Cerita warga yang terinfeksi Covid-19 jalani isolasi mandiri di rumah


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjalani isolasi Covid-19 tidak hanya dilakukan pada fasilitas kesehatan seperti rumah sakit maupun hotel. Masyarakat juga bisa melakukan isolasi mandiri di rumah.

Rizki Fajar (25), seorang pegawai swasta mengatakan, ia lebih memilih untuk melakukan isolasi mandiri di rumah daripada di rumah sakit maupun ke hotel yang sudah disediakan pemerintah.

“Pertimbangannya, karena untuk melakukan isoman ada indikator salah satunya rumah layak dijadikan isoman. Rumah saya termasuk layak,” ujar Rizki kepada Kontan.co.id, Rabu (28/7).

Selain itu, Rizki juga menyebut pada waktu ia tertular, gejala yang ia dapat tidak berat. Sehingga masih bisa untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

Namun, meski menjalani isolasi mandii di rumah, Rizki tetap melakukan koordinasi dengan Puskesmas terdekat. Setiap hari, ia akan memberikan update mengenai kondisinya dan pihak puskesmas memberikan obat yang bisa dia konsumsi lewat orang tuanya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 melonjak, 3 gubernur di Jepang minta pemberlakuan status darurat

Saat melakukan isolasi mandiri tersebut, ia benar-benar membatasi kontak dengan keluarga. Kebetulan, saat ini yang tinggal satu rumah dengan Rizki adalah tantenya. Kedua orang tua Rizki tinggal di tempat terpisah.

“Karena berdua saja, jadi pembagian wilayah saya di lantai dua dan tante di lantai satu. Mobilitas saya pun dibatasi, saya hanya bisa menggunakan kamar tidur, balkon untuk berjemur, juga kamar mandi,” tambahnya.

Keluarga Rizki juga membedakan alat makan yang dipakai Rizki. Hal ini sebagai langkah preventif agar virus tidak menular lewat media alat makan tersebut. Pun, kalau harus mengantar makanan untuk Rizki, keluarga pasti mengenakan masker double dan sarung tangan.

Setiap hari pun, Rizki selalu berjemur untuk mendapatkan vitamin D. Ia berjemur dari pukul 07.00 - 08.00. Mengingat ia berjemur di balkon alias di luar kamar, tentu dia tetap memperhatikan protokol kesehatan.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×