Kesehatan Umum

Rahasia Doni Monardo berdekatan dengan pejabat terkena corona tapi tak tertular!

Rabu, 21 Oktober 2020 | 20:15 WIB   Reporter: Titis Nurdiana
Rahasia Doni Monardo berdekatan dengan pejabat terkena corona tapi tak tertular!

ILUSTRASI. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Nasional yang juga Kepala BNPB Doni Monardo cerita tak tertular meski berdekatan, berbincang dan sepesawat dengan pejabat yang kena corona.


KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Ketua Satgas COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo punya cerita menarik atas pengalamannya berdekatan serta berbincang dengan pejabat positif corona atau Covid-19.

Pernah Doni, satu lift, ngobrol dengan pejabat yang positif corona atau Covid-19. Namun ia tak tertular. “Ini karena saya selalu pakai masker dan jaga jarak, jadi tak tertular corona,” ujar Doni dalam diskusi virtual BNPB, Rabu (21/10).

Ruangan kantor Kepala BNPB pun diatur sesuai protokol Covid-19.  Jika sebelumnya banyak sofa, dikeluarkan semua diganti kursi biasa yang gampang dibersihkan. Jarak antar kursi pun diatur 2 meter. 

 Doni juga pernah punya pengalaman satu pesawat dengan sahabat yang nyatanya positif corona atau Covid-19.

Baca Juga: Doni Monardo raih gelar doktor honoris causa dari IPB, ini 5 alasannya

"Tapi karena sejak awal saya tidak pernah lepas masker dan saya menganggap siapa pun orang, sedekat apa pun dengan saya berpotensi menularkan, sehingga saya tetap terjaga atau tak tertular" tutur dia.

Ia juga bersyukur, hingga saat ini, para pejabat BNPB belum ada yang terpapar corona atau COVID-19. “Walaupun di antara staf dan karyawan ada, tetapi sebagian besar terpapar dari keluarga," ujarnya

Menurut Doni, akan menjadi citra yang tidak baik kalau ia terpapar corona. Apalagi ia adalah Ketua Satgas.

"Bayangkan, sata sebagai Kepala BNPB dan Ketua Satgas terpapar COVID tentunya juga tidak akan bagus bagi bangsa Indonesia. Komandannya Satgas lantas kena corona," tegas dia.

Baca Juga: 90% Pasien di Wisma Atlet kena Covid-19 meski sudah pakai masker, ini penjelasannya

Dari dua kejadian itu, staf Doni pun semakin mengetatkan protokol. Setiap tamu yang ingin bertemu dengannya wajib rapid test antigen.

"Staf saya mewajibkan seluruh tamu yang ingin bertemu saya melakukan swab antigen. Mereka yang meminta waktu ketemu ada beberapa positif covid dari swab antigen, kemudian PCR test positif. Alat ini bagus akurasinya dibanding rapid test antibodi," tutur dia.

Tak lupa Doni mengingarkan, selama vaksin dan obat belum ditemukan maka menjalankan protokol kesehaan menjadi vaksin bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Masker dan jaga jarak modal utama kita. Selama vaksin dan obat belum ada vaksin terbaik adalah protokol kesehatan," ujarnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

 

Editor: Titis Nurdiana


Terbaru