Penyakit Menular

Catat, inilah 5 gejala virus corona yang perlu diperhatikan

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 12:05 WIB   Penulis: Belladina Biananda
Catat, inilah 5 gejala virus corona yang perlu diperhatikan

KONTAN.CO.ID - Masih banyak orang yang tidak tahu bahwa ada gejala virus corona baru lain yang bisa dirasakan tubuh. Tak hanya demam dan gangguan sistem pernapasan, ada tanda Covid-19 lain yang perlu Anda perhatikan.

Berikut gejala virus corona yang perlu menjadi perhatian Anda: 

Anosmia

Mengutip dari Yahoo Life, anosmia merupakan salah satu gejala virus corona terbaru yang sudah umum diketahui oleh masyarakar. Anosmia merupakan istilah yang menunjukkan kondisi di mana indra penciuman seseorang mengalami penurunan.

Seseorang menjadi sulit atau salah mengenali bau-bau familiar yang sudah biasa tercium. Biasanya, anosmia dialami oleh pasien Covid-19 tanpa gejala. Penurunan indra penciuman ini bisa berlangsung selama berbulan-bulan.

Baca Juga: Gejala baru tak biasa pasien corona, mulai konjungtivitis hingga ruam kaki

Ageusia

Selain penurunan kemampuan indra penciuman, indra pencecap seseorang juga bisa terganggu akibat infeksi virus corona. Kondisi tersebut dinamakan dengan istilah ageusia.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Medicine and Primary Care membuktikan hal itu.

Seorang wanita penderita Covid-19 memiliki kondisi vital yang stabil. Namun, setelah beberapa minggu berlalu, fungsi indra pencecap dan penciumannya mengalami penurunan.

 

Kesulitan berkonsentrasi

Melansir dari Yahoo Life, Covid-19 juga berpengaruh pada kondisi saraf seseorang. Gejala virus corona yang muncul adalah sakit kepala, pusing, kejang, stroke, dan kesulitan berkonsentrasi.

Bahkan, tanda tersebut muncul sebelum demam atau batuk sebagai gejala yang umum dimiliki oleh pasien Covid-19. 

Hal itu disampaikan oleh Dr. Igor Koralnik, profesor neurologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine. Ia mengimbau para dokter untuk waspada terhadap pasien yang memiliki permasalahan saraf.

Baca Juga: Awas! Infeksi ulang Covid-19 meningkat, ancam kekebalan pada virus

Editor: Belladina Biananda


Terbaru