Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
Jakarta. Mengajak anak bermain di taman atau di kebun akan mendukung tumbuh kembangnya.
Namun, ada risiko gigitan serangga yang bisa terjadi pada anak kita kapan saja.
Tapi tak perlu khawatir, Tabloid Nakita sudah merangkumkan cara-cara tertentu dari Parents.com mengatasi gigitan serangga.
1. Lebah
Ciri-ciri kulit yang terkena sengatan lebah antara lain terdapat daerah yang berwarna merah dan bengkak.
Selain itu, terdapat benda seperti jarum berwarna hitam di tengah area yang bengkak.
Jarum tersebut merupakan “senjata” beracun yang dikeluarkan oleh lebah.
Untuk mengobatinya, singkirkan jarum tersebut.
Pijat dengan lembut area di sekitar jarum.
Jangan mengambilnya dengan pinset karena hal itu akan membuat racun semakin masuk ke dalam kulit.
2. Nyamuk
Kulit dengan banyak bentol dan gatal menjadi pertanda bahwa si kecil digigit nyamuk.
Untuk mengobatinya, cegah si kecil menggaruk daerah yang gatal karena akan menyebabkan pendarahan dan infeksi.
Hilangkan rasa gatalnya dengan membersihkan kulit dengan sabun.
Setelah itu, oleskan dengan lotion pereda gatal atau kompres dengan air dingin.
3. Laba-laba
Gigitan laba-laba menjadi gigitan serangga yang memberikan efek cukup parah sebab banyak jenis laba-laba yang beracun.
Gigitan laba-laba dapat mengakibatkan merah dan bengkak.
Jika digigit laba-laba beracun, pembengkakan tersebut juga diikuti dengan keluarnya cairan dari luka.
Jika hanya membuat kulit si kecil merah, cukup bersihkan kulit dan mengompresnya dengan air dingin.
Namun, ketika digigit oleh laba-laba beracun, cepatlah bawa ke dokter.
Namun, sebelum ancaman itu menjadi kenyataan, ada beberapa hal untuk mencegah anak digigit serangga.
Kurangi penggunaan pakaian cerah saat di luar rumah.
Warna cerah sangat menarik perhatian serangga.
Ajarkan pula pada si kecil bahwa beberapa serangga bisa menggigit dan tidak boleh dipegang.
(Niken)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













