Cara membedakan sakit kepala tanda tumor otak dengan sakit kepala biasa

Kamis, 01 Oktober 2020 | 11:03 WIB Sumber: Kompas.com
Cara membedakan sakit kepala tanda tumor otak dengan sakit kepala biasa

ILUSTRASI. Ilustrasi. Cara membedakan sakit kepala tanda tumor otak dengan sakit kepala biasa


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Tanda-tanda tumor otak biasanya adalah nyeri hebat di bagian kepala. Namun, tidak semua sakit kepala adalah tanda tumor otak. Lalu bagaimana membedakan tanda-tanda tumor otak dengan sakit kepala biasa?

Munculnya nyeri hebat di bagian kepala atau sakit kepala acapkali bikin khawatir. Terlebih jika rasa sakit muncul berulang kali tanpa sebab yang jelas. Masalah kesehatan ini kerap membuat orang bertanya-tanya, "Apakah ini tanda-tanda tumor otak atau penyakit berbahaya lainnya?"

Seberapa umum sakit kepala disebabkan tumor otak?

Banyak penyebab sakit kepala. Tumor otak hanyalah salah satunya. Kabar baiknya, ahli bedah saraf dari Pusat Tumor Otak Komprehensif dari Johns Hopkins Medicine AS menyebut, sakit kepala jarang karena tumor otak.

Melansir Johns Hopkins Medicine, sakit kepala adalah masalah kesehatan umum yang bisa disebabkan ketegangan, stres, tekanan darah tidak normal, gangguan pencernaan dan saraf, dll. Tapi, Anda perlu waspada dan berkonsultasi ke dokter jika sakit kepala parah kerap muncul dan tanpa sebab yang jelas.

Baca juga: Dampak teh boba bagi kesehatan, dari diabetes, penuaan dini dll

Hal yang perlu diketahui, tanda-tanda tumor otak tidak selalu disertai sakit kepala. Sakit kepala baru muncul saat tumor di otak membesar dan menekan saraf atau pembuluh darah.

Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai ciri-ciri sakit kepala yang bisa menjadi tanda-tanda tumor otak. Gejala tumor otak bisa beragam, tergantung ukuran, jenis, dan lokasi tumor. Dilansir dari laman resmi American Brain Tumor Association, gejala tumor otak yang cukup umum adalah sakit kepala. Sekitar setengah penderita tumor otak merasakan gejala sakit kepala.

Beberapa ciri-ciri sakit kepala yang jadi tanda-tanda tumor otak di antaranya:

  • Rasa sakitnya terasa menetap, tidak seperti sakit kepala biasa yang sembuh dalam waktu singkat
  • Sakit kepala terasa parah saat bangun tidur, dan baru mereda selang beberapa jam kemudian
  • Terkadang disertai muntah
  • Terkadang disertai gangguan saraf
  • Sakit kepala bisa terasa berdenyut atau tidak, tergantung lokasi tumor
  • Rasa nyerinya bisa bertambah parah saat batuk, olahraga, atau digunakan untuk bergerak
  • Sakit kepala tak mempan diobati dengan pereda nyeri
  • Sakit kepala yang berkaitan dengan tumor otak biasanya muncul karena tumor menekan pembuluh darah dan saraf otak yang sensitif.

Sakit kepala gejala penyakit selain tumor otak

Seperti disinggung di atas, penyebab sakit kepala tidak selalu tumor otak. Bisa jadi, sakit kepala disebabkan migrain, ketegangan, sampai masalah saraf.

Melansir Medical News Today, sakit kepala yang muncul karena migrain biasanya disertai gejala, di antaranya:

  • Mual
  • Sakit kepala sebelah kanan, kiri, atas, atau bawah dan terasa berdenyut
  • Lebih peka pada cahaya dan suara
  • Wajah terasa nyeri
  • Sakit kepala migrain bisa berlangsung dalam hitungan jam, hari, sampai minggu.

Baca juga: Berikut cara investasi ORI 018, cuma butuh empat langkah

Penyebab sakit kepala juga bisa karena ketegangan. Gejala sakit kepala tipe ketegangan ini di antaranya:

  • Sakit kepala muncul perlahan
  • Nyeri terasa ringan sampai sedang
  • Rasa tak nyaman bisa menjalar ke leher

Selain itu, penyebab sakit kepala selain tumor juga bisa karena gangguan sistem saraf pusat (multiple sclerosis). Gejala tumor otak dan multiple sclerosis cukup mirip.

  • Selain sakit kepala, tanda-tanda lainnya yakni:
  • Gangguan keseimbangan tubuh
  • Mudah lelah dan lesu
  • Suasana hati mudah berubah
  • Depresi
  • Mati rasa atau kesemutan di wajah, lengan, atau kaki
  • Gangguan penglihatan, bicara, atau pendengaran

Apabila Anda sering merasakan sakit kepala parah tanpa sebab jelas, segera konsultasikan ke dokter. Terlebih jika sakit kepala disertai mati rasa atau kesemutan di satu bagian tubuh, gangguan penglihatan, susah bicara, atau perubahan kepribadian. Dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan sekaligus merekomendasikan serangkaian tes kesehatan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenali Perbedaan Sakit Kepala Gejala Tumor Otak dan Penyakit Lainnya",

Penulis : Mahardini Nur Afifah
Editor : Mahardini Nur Afifah

Selanjutnya: Promo Tupperware Oktober 2020 baru dimulai, ada fancy bottle, mug, jug, canister dll

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru