kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.702   58,64   1,04%
  • KOMPAS100 737   8,81   1,21%
  • LQ45 558   5,02   0,91%
  • ISSI 199   2,06   1,05%
  • IDX30 316   2,20   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,42   0,11%
  • IDX80 84   0,86   1,04%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,39   0,38%

Cara kencangkan vagina yang kendur tanpa operasi


Kamis, 12 November 2015 / 06:08 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA.  Seiring bertambahnya usia, menopause, dan melahirkan anak secara normal, bisa membuat vagina menjadi kendur atau dalam dunia medis dikenal dengan Vaginal Relaxation Syndrome. Vagina kendur terjadi karena berkurangnya kekencangan struktur jaringan penyokong atau melemahnya otot-otot sekitar vagina

Dokter kecantikan dari Klinik 8th Avenue Holly Baneerje mengatakan, masalah vagina kendur bisa mengganggu hubungan seksual. "Vagina longgar mengurangi gesekan saat berhubungan seksual," kata Holly dalam diskusi di Jakarta, Senin (9/11).

Namun, jangan khawatir. Holly mengatakan, vagina kendur bisa kembali dikencangkan tanpa operasi, yaitu dengan teknologi laser. Laser akan dimasukkan ke dalam vagina dan menghasilkan panas di jaringan sekitar vagina yang kemudian merangsang pembentukan kolagen baru.

Adanya kolagen baru ini akhirnya mengencangkan kembali vagina yang kendur. Holly mengatakan, setiap tembakan laser ke vagina juga tidak terasa sakit, hanya seperti getaran hangat. Pengerjaannya juga cukup singkat, yaitu 15-30 menit.

"Setelah itu bisa beraktivitas seperti biasa. Tapi, tidak disarankan langsung berhubungan seksual. Sebaiknya setelah tiga hari baru berhubungan seksual. Setelah itu banyak yang mengaku rumah tangganya jadi lebih harmonis," jelas Holly.

Dokter kecantikan yang juga dari 8th Avenue, Jessy Hartono menambahkan, ada beberapa kondisi yang tidak bisa menjalani pengencangan vagina dengan laser ini. Antara lain saat hamil, mengalami keputihan, memiliki penyakit menular seksual, dan ada kista atau miom. Prosedurnya, setiap pasien pun harus melewati skrining terhadap organ intim terlebih dahulu. Jika tidak ada masalah, maka pengencangan vagina bisa dilakukan.

"Pengerjaannya cukup satu kali seumur hidup. Tapi, kalau dia hamil, punya anak lagi melahirkan normal, bisa mengubah struktur," kata Holly.

Penggunaan laser pada vagina ini juga bisa dilakukan terhadap orang yang mengalami kondisi Stress Urinary Incontinence (SUI). SUI, yaitu ketika seseorang tidak dapat menahan buang air kecil secara sadar, misalnya saat tertawa, batuk, bersin, hingga berolahraga. (Dian Maharani)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

[X]
×