Cara Kemenkes Kendalikan HIV AIDS, Cek Juga Link Download Twibbon Hari Sedunia 2022

Kamis, 01 Desember 2022 | 13:24 WIB   Reporter: Adi Wikanto, Nur Afitria Cika
Cara Kemenkes Kendalikan HIV AIDS, Cek Juga Link Download Twibbon Hari Sedunia 2022

ILUSTRASI. Kementerian Kesehatan berkomitmen mengakhiri endemi HIV pada tahun 2030.


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Hari ini 1 Desember 2022 diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Simak cara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengendalikan HIV AIDS. Jangan lupa untuk menggunakan link download Twibbon guna kampanye Hari AIDS Sedunia 2022.

Pemerintah Indonesia sudah sejak lama tergabung dengan negara di dunia dalam mengendalikan HIV AIDS. Dilansir dari website Kemenkes, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Imran Pambudi menegaskan komitmen Kementerian Kesehatan berkomitmen mengakhiri endemi HIV AIDS pada tahun 2030.

Sebagai bentuk dari komitmen tersebut, Kemenkes melakukan upaya penanggulangan HIV-AIDS dengan menempuh jalur cepat 95-95-95, artinya mencapai target indikator 95% estimasi Orang Dengan HIV (ODHIV) diketahui status HIV-nya, 95% ODHIV diobati dan 95% ODHIV yang diobati mengalami supresi virus.

Namun, menurut data tahun 2018-2022, capaian target tersebut khususnya pada perempuan, anak dan remaja masih belum optimal. Sebab, baru 79% Orang Dengan HIV (ODHIV) mengetahui status HIV-nya, baru 41 % ODHIV yang diobati dan 16% ODHIV yang diobati mengalami supresi virus.

Baca Juga: Hari AIDS Sedunia 2022, Kenali Tema, Link Download Twibbon & Ciri-Ciri HIV AIDS

Berdasarkan data modeling AEM, tahun 2021 diperkirakan ada sekitar 526,841 orang hidup dengan HIV dengan estimasi kasus baru sebanyak 27 ribu kasus. Yang mana, sekitar 40 persen dari kasus infeksi baru tersebut terjadi pada perempuan.

Penyebabnya beragam mulai dari pandemi COVID-19, retensi pengobatan ARV yang rendah, adanya ketidaksetaraan dalam layanan HIV serta masih dirasakannya stigma dan diskriminasi yang berawal dari kurangnya pengetahuan masyarakat tentang HIV-AIDS.

“Hal ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak masih memerlukan penguatan,” kata Direktur Imran.

Penguatan strategi triple 95 dilakukan dengan menggencarkan promosi kesehatan, upaya pencegahan perilaku beresiko, penemuan kasus (skrining, testing, tracing) dan tatalaksana kasus. Tak hanya itu, Kemenkes juga mencantumkan strategi pengendalian HIV-AIDS bagian dari Standar Pelayanan Minimum di Fasyankes. Strategi ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.

Selain dilakukan kepada perempuan, anak dan remaja, upaya tersebut juga dilakukan kepada semua siklus hidup mulai dari bayi baru lahir, balita, anak usia sekolah dasar, remaja, dewasa dan lansia. Hal ini untuk memastikan setiap orang mendapatkan pelayanan pencegahan dan pengobatan sesuai kebutuhannya.

“Setiap orang yang berisiko terinfeksi HIV dapat datang ke fasyankes untuk melakukan tes. Bila hasil tes menyatakan terinfeksi HIV, segera minum ARV yang disediakan Pemerintah di fasilitas layanan kesehatan mampu tes dan pengobatan HIV,” ujar Direktur Imran.

Hari AIDS Sedunia (HAS) rutin diperingati pada 1 Desember setiap tahunnya. Peringatannya dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian masyarakat akan pentingnya pencegahan dan mendorong peran aktif masyarakat dalam pengendalian HIV/AIDS.

Tema Global peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2022 yaitu “Equalize”. Tema ini dipilih mengingat pentingnya mengakhiri ketidaksetaraan yang mendorong terjadinya AIDS di seluruh dunia, khususnya pada perempuan, anak, dan remaja. Tanpa tindakan nyata dan terukur terhadap ketidaksetaraan, dunia termasuk Indonesia berisiko tidak mencapai target untuk mengakhiri AIDS pada tahun 2030.

Sementara tema nasional yang diambil adalah Satukan Langkah Cegah HIV, Semua Setara Akhiri AIDS. Tema ini mengajak kita semua untuk mengulurkan tangan, bergerak bersama, sebagai kekuatan terbesar untuk mengakhiri AIDS di Indonesia dengan mengusung kesetaraan bagi semua, khususnya perempuan, anak, dan remaja.

Sesuai dengan tema tersebut, Direktur Imran menegaskan betapa pentingnya peran dari seluruh lapisan masyarakat untuk menyukseskan penanggulangan HIV-AIDS yang ditandai dengan dengan tercapainya Three Zero, yaitu zero infeksi baru HIV, zero kematian terkait AIDS, dan zero stigma-diskriminasi.

“Diperlukan dukungan semua pemangku kepentingan untuk mengatasi tantangan tersebut, baik oleh pemerintah Pusat dan daerah, akademisi/praktisi, masyarakat, swasta, dan media di sektor kesehatan dan di luar sektor kesehatan,” tutup Direktur Imran.

Link Download Twibbon Hari AIDS Sedunia 2022

Nah, untuk mengkampanyekan pengendalian HIV AIDS, berikut link download Twibbon Hari AIDS Sedunia 2022:

Cara memasukkan foto ke Twibbon Hari AIDS Sedunia 2022

Mengutip Twibbonize, berikut cara memasukkan foto ke twibbon:

1. Masuk ke laman twibbonize.com dan pilih twibbon yang ingin Anda gunakan. 

2. Pilih desain bingkai yang ingin Anda gunakan.

3. Klik pilih Foto/Video. 

4. Sesuaikan foto/video pada bagian transparan bingkai foto. Klik dan geser kursor pada foto ke berbagai arah. Anda juga bisa mencubit layar untuk memperbesar atau memperkecil foto/video. Anda juga bisa memutar foto/video menggunakan panah putar di bagian kiri dan kanan bingkai foto.

5. Setelah puas dengan posisi foto/video Anda, pilih Selanjutnya.

6. Unduh foto twibbon dan pilih selesai.

Ciri-ciri dan gejala HIV AIDS

Mengutip Kompas.com, ciri-ciri HIV AIDS mungkin muncul sebagai gejala yang mirip dengan gejala flu (influenza). Jadi, ciri-ciri HIV AIDS antara lain:

  • Sakit kepala
  • Demam
  • Kelelahan
  • Kelenjar getah bening yang membengkak
  • Sakit tenggorokan
  • Sariawan
  • Kulit ruam
  • Nyeri otot dan sendi
  • Ulkus di mulut
  • Ulkus di alat kelamin
  • Keringat malam
  • Diare

Ciri-ciri dan gejala awal HIV AIDS pada umumnya muncul dalam satu hingga dua bulan setelah penularan. Meski demikain, ciri-ciri dan gejala HIV AIDS tersebut juga bisa muncul segera setelah dua minggu setelah terpapar.

Selain itu, beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala awal setelah tertular HIV. Penting untuk diingat bahwa gejala awal HIV ini juga terkait dengan penyakit dan kondisi kesehatan umum.

Untuk memastikan status HIV, pertimbangkan untuk berbicara dengan dokter tentang pilihan pengujian HIV lewat tes darah. Ketiadaan gejala bisa berlangsung selama 10 tahun.

Namun, ini tidak berarti virusnya hilang. HIV adalah kondisi kesehatan yang dapat dikendalikan. Tetapi jika tidak diobati, HIV dapat berkembang mejadi AIDS bahkan jika tidak ada gejala yang muncul. Itulah mengapa sangat penting untuk dilakukan pengujian HIV, terutama bagi kelompok orang yang berisiko tinggi tertular virus ini.

Kelompok orang yang termasuk berisiko tinggi tertular HIV AIDS, yakni:

  • Pengguna narkoba dengan jarum suntik
  • Kerap berganti pasangan
  • Berhubungan seks tanpa kondom dengan pasangan tidak resmi

Selamat memperingati Hari AIDS Sedunia 2022. Segera hubungi dokter jika merasakan gejala dan ciri-ciri HIV/AIDS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru