Kesehatan Anak

Cara bedakan batuk dan pilek karena alergi dengan gejala corona pada anak-anak

Senin, 29 Juni 2020 | 16:12 WIB Sumber: Kompas.com
Cara bedakan batuk dan pilek karena alergi dengan gejala corona pada anak-anak

ILUSTRASI. Dokter membimbing pasien anak mewarnai kertas bergambar telur dalam rangka memperingati hari paskah di Rumah Sakit Siloam Jakarta, Minggu (27/3). Kegiatan bertema Stress Relief ini merupakan program inisiatif Pasien-Sentris untuk pemulihan pasien. KONTAN/

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pandemi virus corona masih belum diketahui obatnya. Virus corona bisa menyerang siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Hanya saja, anak-anak juga gampang sakit karena alergi. Bagaimana cara membedakan gejala terinfeksi virus corona pada anak-anak dengan alergi?

Untuk diketahui, alergi pada anak juga memiliki beberapa gejala yang sama dengan virus corona, seperti batuk dan pilek. Orangtua sebaiknya tidak panik terlebih dahulu jika anak menunjukkan gejala mirip Covid-19, seperti batuk dan pilek. Bisa saja batuk dan pilek tersebut merupakan gejala alergi.

Baca juga: Kemenaker lelang mobil bekas di Jakarta, ada Avanza, Kijang Grand dan Vios

Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Prof. DR. Budi Setiabudiawan, SpA (K), M.Kes menyebutkan, gejala alergi akan muncul di tiga organ, salah satunya adalah organ pernapasan. Oleh karena itu, bisa saja terjadi kemiripan antara gejala infeksi dan alergi. "Dalam masa pandemi banyak orangtua bertanya jika ada gejala di saluran napas, banyak was-was alergi atau infeksi virus Corona." Demikian diungkapkan Prof. Budi dalam webinar "Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju: Tanggap Alergi di Masa Pandemi untuk Generasi Maju" bersama SGM Eksplor Advance+ Soya, Senin (29/6/2020).

Untuk membedakan gejala saluran pernapasan untuk kasus alergi atau infeksi, cobalah menjawab setidaknya tiga pertanyaan berikut.

1. Apakah selama batuk/pilek disertai demam?

2. Apakah sering terjadi di malam hari atau muncul sepanjang hari?

3. Apakah keluar dahak? Jika iya, apakah dahak mengental seperti ingus dan seperti apa warnanya?

Prof. Budi menjelaskan, jika anak mengalami infeksi, termasuk infeksi Covid-19, maka gejala batuk/pilek biasanya disertai dengan demam, sementara alergi biasanya tidak disertai demam. Jika penyebabnya infeksi, kejadian batuk atau pilek terjadi sepanjang hari, sementara alergi utamanya muncul pada malam hari.

Dahak atau ingus yang mengental dan berwarna juga merupakan gejala infeksi, sedangkan ingus atau dahak pada anak yang menderita alergi cenderung encer dan bening. Jika anak mengalami baik infeksi maupun alergi, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosa yang kurat dan anak bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Anak yang mengalami alergi susu sapi, misalnya, maka dokter akan mengobati gejala yang muncul dan menginformasikan agar anak menghindari konsumsi protein susu sapi dan olahannya. Kemudian, anak akan diarahkan untuk mengonsumsi sumber nutrisi pengganti agar tumbuh kembangnya tetap optimal.

Baca juga: Lowongan kerja di Damri, dibuka hingga 3 Juli 2020

"Jangan mendiagnosa sendiri atau mengobati atau mengambil tindakan sendiri, karena mendiagnosa, mengobati atau melakukan tindakan sendiri tanpa dikonsultasikan kepada dokter bisa menyebabkan diagnosa yang terlambat serta penanganan tidak sesegera mungkin dan optimal," katanya.

(Nabilla Tashandra)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Membedakan Gejala Infeksi Covid-19 dan Alergi pada Anak",

Editor: Adi Wikanto


Terbaru