Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.570
  • SUN93,03 -0,06%
  • EMAS608.023 -0,17%

Cacar air harus diobati maksimal 24 jam

Jumat, 29 Januari 2016 / 08:16 WIB




JAKARTA. Cacar air merupakan penyakit menular yang umumnya terjadi pada anak-anak. Jika cacar air ditemukan pada anak, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mencegah komplikasi penyakit.

"Jangan ditunda-tunda pemeriksaannya, cacar air punya golden period (periode emas) 24 jam," ujar dokter Melyarna Putri dalam acara peluncuran aplikasi "Berbagi Sehat" Lifebuoy di Jakarta, Kamis (28/1)

Dokter yang praktik di RS Kartika Husada ini mengatakan, cacar air yang terlambat ditangani bisa menimbulkan komplikasi pneumonia atau radang paru-paru karena infeksi. Jika cacar air ditangani lewat dari waktu 24 jam, maka si kecil berisiko mengalami perkembangan penyakit yang lebih buruk.

"Anak memiliki status imun yang lebih rendah daripada orang dewasa. Kalau kita berikan obat antivirus lebih cepat, tentu bisa mencegah hal yang lebih buruk terjadi," jelas Melyarna.

Gejala awal cacar air, yaitu muncul ruam atau kemerahan pada kulit. Kemudian, bintik merah itu akan berisi air dan terasa gatal. Cacar air bisa muncul di wajah, lengan, hingga kaki.

Jika ada salah satu anak terkena cacar air, anak-anak di sekitarnya juga perlu waspada karena penyebaran virus varisella bisa menular dengan cepat. Anak yang terkena cacar air sebaiknya juga tidak bermain ke luar rumah terlebih dahulu.

Untuk pencegahan cacar air, bisa dengan pemberian vaksin pada anak. Selain itu, penting untuk menjaga kebersihan dan pola makan sehat. (Dian Maharani)

Sumber : Kompas.com
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0019 || diagnostic_api_kanan = 0.0543 || diagnostic_web = 0.4811

Close [X]
×