kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Burnout, pertanda akan depresi


Rabu, 11 November 2015 / 20:10 WIB
Burnout, pertanda akan depresi


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Beragam masalah sering penghambat dalam menjalani aktivitas harian.

Diantara banyaknya masalah sehari-hari, tahukah Anda bahwa salah satunya adalah burnout?

Burnout adalah suatu kondisi dimana seseorang merasa stres dan lelah, karena pekerjaan yang dijalani.

"Burnout adalah awal dari depresi," begitu kata seorang psikolog di University of California Berkeley, seperti yang dilansir dari Prevention.com.

Burnout terjadi karena kelelahan yang berlebih hingga menyebabkan hilangnya gairah dalam bekerja.

Michael Leiter, psikolog organisasi dari Acadia University di Kanada mengungapkan ada 3 kriteria dari burnout, yaitu exhaustion, cynicism dan inefficacy.

Kelelahan (exhaustion) pada seseorang yang sedang burnout dapat berupa fisik maupun mental, sehingga sulit untuk berpikir jernih dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikannya.

Selain itu, tidak adanya koneksi secara emosional dengan rekan kerja juga menjadi penyebab munculnya burnout dan ini termasuk kriteria cycinism.

Mereka cenderung menarik diri dan tidak bersosialisasi dengan rekan kerja yang lain.

Dan yang terakhir adalah hilangnya kepercayaan diri dalam bekerja, sehingga tidak efektif dalam melakukan suatu pekerjaan.

Yang harus dilakukan jika mengalami burnout?

Leiter menganjurkan untuk melakukan terapi perilaku kognitif (CBT) dan mengonsumsi obat.

Seorang terapis akan membantu Anda untuk mengidentifikasi masalah yang ada di pekerjaan.

Mulai dari managemen yang buruk atau harapan yang tidak sesuai.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah, bertemu dengan orang baru dan mengubah cara dan gaya berkomunikasi dengan rekan kerja.

Sehingga, mereka juga mudah berkomunikasi dengan Anda. (Mutha Zulfa)
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×