BPOM Larang Es Krim Haagen Dazs Karena Ada Etilen Oksidan, Zat Apa itu? Apa Dampaknya

Kamis, 21 Juli 2022 | 06:34 WIB Sumber: Badan POM,Kompas.com
BPOM Larang Es Krim Haagen Dazs Karena Ada Etilen Oksidan, Zat Apa itu? Apa Dampaknya

ILUSTRASI. BPOM Larang Es Krim Haagen Dazs Karena Ada Etilen Oksidan, Zat Apa itu? Apa Dampaknya


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menghentikan sementara penjualan es krim merek Haagen Dazs rasa vanila asal Prancis karena diduga mengandung Etilen Oksida (EtO) dengan kadar yang melebihi batas. Apa itu Etilen Oksida?  Ap dampak negatif Etilen Oksida bagi kesehatan?

Dalam keterangan resmi, BPOM menyampaikan penghentikan penjualan es krim merek Haagen Dazs rasa vanila tersebut dilakukan setelah menerima laporan dari Prancis.

Sebelumnya pada tanggal 6 Juli 2022, Otoritas di Prancis melalui RappelConso dan pada tanggal 7 Juli 2022, Food Standards Australia New Zealand (FSANZ) menerbitkan informasi publik terkait penarikan secara sukarela es krim rasa vanila merek Haagen Dazs oleh produsen karena mengandung Etilen Oksida (EtO).

Pada tanggal 8 Juli 2022, Singapore Food Agency (SFA) juga memerintahkan importir untuk melakukan penarikan produk es krim rasa vanila merek Haagen Dazs tersebut.

Produk yang ditarik adalah Es Krim Rasa Vanila merek Haagen-Dazs kemasan pint dan mini cup. Produk es krim dengan merek yang sama untuk kemasan 100 ml dan 473 ml yang diimpor dari Prancis terdaftar di Badan POM dan beredar di Indonesia.

Untuk melindungi masyarakat, BPOM menginstruksikan importir untuk melakukan penarikan dari peredaran terhadap kedua produk Es Krim Rasa Vanila merek Haagen-Dazs tersebut dan memperluas penarikan ke jenis kemasan lainnya,  yaitu bulkcan (9,46 L). Lebih lanjut, sebagai langkah kehati-hatian, Badan POM juga menginstruksikan importir untuk menghentikan sementara peredaran/penjualan produk es krim merek Haagen-Dazs lainnya dengan komposisi yang mengandung perisa vanila sampai produk tersebut dipastikan aman.

Baca Juga: Ini Kandungan Berbahaya Es Krim Vanila Haagen-Dazs yang Ditarik BPOM dari Peredaran

Dampak negatif Etilen Oksida

Mengutip Kompas.com, Etilen Oksida adalah salah satu zat yang termasuk dalam golongan Bahan Bahaya Beracun (B3). B3 menurut UU no. 32 Tahun 2009 adalah zat energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.

Pengelolaan B3 menurut pasal 58 UU no. 32 Tahun 2009 adalah kegiatan yang meliputi memasukkan dalam wilayah Negara NKRI, menghasilkan, mengangkut, mengedarkan (mensdistribusikan), menyimpan, memanfaatkan (menggunakan), membuang, mengolah, dan/atau menimbun B3. Etilen Oksida ini merupakan salah satu zat, yang sangat diatur pengelolaannya karena termasuk B3, yang memiliki risiko berbahaya bagi manusia dan lingkungan, jika tidak dikelola dengan baik.

Etilen Oksida adalah zat kimia berupa gas tidak berwarna, berbau seperti eter. Rumus molekul etilen oksida adalah C2H4O. Zat Etilen Oksida ini diketahui tidak larut dalam air, alkohol, eter, dan kebanyakan pelarut organik, tetapi larut dalam air (es).

Hasil urai pada pemanasan Etilon Oksida ini dapat menghasilkan karbon monoksida dan karbon dioksida, yang diketahui kedua zat ini bisa berbahaya bagi tubuh jika terpapar jangka panjang.

Kegunaan Etilen Oksida

Biasanya zat Etilen Oksida ini digunakan dalam berbagai kebutuhan atau aspek kehidupan. Di antaranya sebagai berikut.

1. Sebagai fumigan untuk pangan dan tekstil

2. Untuk sterilisasi peralatan kedokteran (keperluan operasi)

3. Sebagai fungisida pertanian (secara komersial sebagai campuran dengan gas inert)

4. Digunakan dalam sintesis organik, khususnya dalam produksi etilen glikol

5. Sebagai bahan baku pembuatan akrilonitril

6. Sebagai bahan baku pembuatan surfaktan non-ionik

Meski penggunaannya telah diatur, kandungan etilen oksida ini sendiri sering kali ditemukan pada rempah-rempah, jamu, buah yang dikeringkan, es krim, kacang-kacangan, dan selai.

Dampak negatif Etilen Oksida

Senyawa Etilen Oksida ini disebut memiliki dampak negatif bagi kesehatan tubuh manusia baik saat terhirup, tertelan, serta saat terjadi kontak dengan mata dan kulit. Berdasarkan data karsinogenik, ternyata zat yang satu ini sangat diantisipasi karena bersifat karsinogen pada manusia. Karsinogenik adalah zat yang dapat menyebabkan pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.

Selain bersifat karsinogenik atau memicu pertumbuhan sel kanker, zat Etilen Oksida ini juga diketahui memiliki dampak negatif terhadap kesehatan. Dampak negatif Etilen Oksida bagi kesehatan adalah sebagai berikut:

1. Paparan yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, tenggorokan dan saluran pernapasan

2. Efek terhadap susunan syaraf pusat

3. Pusing

4. Kejang dan koma

5. Efek pada darah

6. Kerusakan paru

7. Edema paru yang tertunda

8. Kanker

9. Efek karsinogeik dan reproduktif

10. Aborsi spontan

11. Keracunan syaraf

12. Penurunan tingkat kesuburan pada hewan jantan dan kematian janin

13. Perubahan mutagenik

14. Iritasi kornea mata bila terkena zat langsung

15. Terluka bila bersentuhan dengan cairan bahan

16. Kemungkinan dapat menyebabkan katarak jika berkontak langsung dengan zat utama

17. Menyebabkan respons alergi

18. Menyebabkan kulit melepuh dan luka bakar bila bersentuhan langsung dengan zat tertentu

Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Amerika Serikat mengklasifikasikan etilen oksida dalam grup B1 (senyawa bersifat karsinogenik), karena ditemukannya dampak negatif dari paparan etilen oksida pada manusia, bisa berefek otot lemas, mual, muntah, diare, sesak napas, sakit kepala, dan disfungsi neurologis. Efek beratnya dapat menyebabkan leukimia, aborsi spontan, neurotoksisitas, serta sindrom saluran napas akut.

Itulah dampak negatif Etilen Oksida yang saat ini diduga ditemukan dalam es krim Haagen Dazs rasa vanila.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru