Bos Kino Indonesia lebih memilih menggunakan masker medis, ini alasannya

Kamis, 28 Januari 2021 | 10:20 WIB   Reporter: Venny Suryanto
Bos Kino Indonesia lebih memilih menggunakan masker medis, ini alasannya

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menggunakan masker saat ini telah menjadi kewajiban sebagai salah satu protokol kesehatan yang perlu dilakukan untuk mencegah infeksi virus corona. Namun, masih banyak orang yang menggunakan masker dengan kurang benar. Selain itu, ada beberapa kondisi lain yang perlu diperhatikan supaya penggunaan masker bisa efektif.

Adapun supaya benar-benar terhindar dari infeksi virus corona, pemerintah juga menghimbau untuk memakai masker yang terdiri dari tiga lapis kain. 

Menurut sebuah penelitian, masker kain tiga lapis adalah salah satu masker paling efektif jika dibandingkan masker yang terbuat dari filter kopi dan lain sebagainya. Selain masker kain, masker medis juga merupakan pilihan yang efektif untuk digunakan. Dengan penggunaannya yang tak perlu di cuci, masker medis harus di ganti setiap tiga jam sekali. 

Baca Juga: Resmi jadi Kapolri, Listyo dorong disiplin protokol kesehatan Covid-19

Direktur keuangan Kino Indonesia, Budi Muljono mengatakan dirinya sendiri lebih memilih untuk menggunakan masker medis. Menurutnya, masker jenis tersebut memang lebih dianjurkan. 

“Pastinya yang saya pakai adalah masker medis, karena memang itu yang dianjurkan dan lebih aman,” kata Budi saat dihubungi KONTAN, Rabu (27/1). 

Meski demikian, Budi juga bilang bahwa masker kain tiga lapis juga dapat menjadi pilihan untuk digunakan dalam melakukan kegiatan. Hanya saja, menurutnya masker medis memiliki efisiensi dan kepraktisan dalam penggunaan. 

“Kalau masker medis hanya perlu diganti setiap beberapa jam sehingga lebih praktis. Kalau masker kain kan pasti akan dipakai seharian sehingga kita tidak tahu virus atau bakteri apa yang menempel disana,” tutupnya. 

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya: UPDATE Corona Indonesia, Rabu (27/1): Bertambah 11.948 kasus baru, jangan lupa 5 M

 

Editor: Tendi Mahadi
Terbaru