kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bibir sumbing perlu dijamin BPJS Kesehatan


Senin, 25 Juli 2016 / 15:14 WIB


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Tingginya penderita bibir sumbing dan langit-langit atau Cleft Lip and Palate (CLP) di Indonesia yang sekitar 2 kasus pada setiap 1.000 kelahiran dinilai perlu perhatian pemerintah. Hal itu diutarakan Nia Ayu Ismaniati Noerhadi, dosen Departemen Ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.

Menurutnya, pemerintah perlu memasukkan penderita CLP ke sebagai yang di jamin oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan). Selain pengobatan atau operasi, Ia juga meminta pemerintah fokus pada saat perawatannya.

Pasalnya, orang tua penderita CLP sering kali terbentur masalah biaya serta pertanggungan asuransi untuk mengobati anaknya. “Perawatan komprehensif yang melibatkan berbagai tahapan perawatan sejak bayi sampai usia dewasa masih belum merata, terstandar, dan terintegrasi,” ujarnya, saat menerima promosi Doktor dari Fakultas Kedokteran Gigi UI, Sabtu (23/7).

Penderita CLP cukup sering dijumpai dalam masyarakat. Kelainan ini dapat terjadi karena berbagai faktor, antara lain faktor genetika dan lingkungan.
Selain itu juga dampak dari kebiasaan ibu hamil, seperti kebiasaan merokok, minum alkohol, gizi yang kurang, terpapar radiasi, keadaan stres, trauma, dan konsumsi obat-obatan.

Penderita CLP pun sering merasa malu dan rendah diri, sehingga akan mempengaruhi faktor psikologis serta rasa percaya diri.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×