Biaya perawatan Covid-19 RI: Termurah Rp 184 juta, termahal Rp 466 juta

Selasa, 17 November 2020 | 13:56 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Biaya perawatan Covid-19 RI: Termurah Rp 184 juta, termahal Rp 466 juta

ILUSTRASI. Biaya pengobatan seorang pasien yang terinfeksi virus corona terbilang mahal. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nz

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Biaya pengobatan seorang pasien yang terinfeksi virus corona terbilang mahal. Menurut Hasbullah Thabrany, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, survey di 9 provinsi di Indonesia untuk mengkaji biaya pengobatan Covid-19 menunjukkan, biaya  tertinggi mencapai Rp 446 juta. 

"Rata-rata dana yang dikeluarkan untuk mengobati satu pasien Covid-19 adalah Rp 184 juta, dengan rata-rata lama perawatan 16 hari rawat inap,” ujarnya dalam acara Dialog Juru Bicara dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (16/11).

Besarnya biaya pengobatan Covid-19 tersebut tentu saja menimbulkan beban dan merugikan negara. Sebab, hingga kini, perawatan pasien Covid-19 masih menjadi tanggungan negara yang menggunakan dana APBN untuk penanganannya. 

Melansir situs resmi Satgas Penanganan Covid-19, pengeluaran negara untuk pengobatan hingga program pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 mencapai Rp 800 triliun (APBN, APBD, dan dana desa). 

Baca Juga: Per Senin (16/11): Total kasus corona Indonesia mencapai 470.648

Oleh karenanya, Hasbullah menekankan, penyakit merupakan musibah yang sebenarnya bisa dicegah.  Pencegahan dilakukan dengan mengubah perilaku dan menjaga gaya hidup sehat. 

“Apabila kita menggunakan masker kain yang bisa dicuci, biayanya sangat murah. Mungkin satu hari tidak sampai Rp 5.000. Tapi begitu tertular Covid-19, katakanlah penghasilan kita sehari Rp 100 ribu, selama dirawat 15 hari saja, maka kita kehilangan satu setengah juta rupiah. Lebih baik kita mengeluarkan Rp 5.000 sehari dan mengupayakan disiplin 3M, daripada kehilangan satu setengah juta. Ini yang harus kita pikir panjang. Jangan hanya berpikir buat hari ini atau besok saja,” papar Hasbullah.

Baca Juga: Alasan Ketua Satgas Covid-19 bagikan masker di acara FPI

Sekadar tambahan informasi saja, persentase kasus meninggal akibat Covid-19 (fatality rate) di Indonesia minggu ini turun menjadi 3,26% dari minggu sebelumnya 3,34%. Ini dapat diartikan bahwa tenaga kesehatan (nakes) telah berjuang maksimal dalam merawat pasien positif Covid-19, terutama pasien corona yang memiliki penyakit penyerta.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Selanjutnya: Selamat! Jawa Barat catat pasien sembuh harian tertinggi

 

 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru