Berbeda dengan dedak! Ini segudang manfaat bekatul untuk kesehatan

Selasa, 24 Agustus 2021 | 17:39 WIB Sumber: Kompas.com
Berbeda dengan dedak! Ini segudang manfaat bekatul untuk kesehatan

ILUSTRASI. Bekatul

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bekatul merupakan superfood yang mengandung banyak vitamin dan mineral. Ini segudang manfaat bekatul untuk kesehatan bila dikonsumsi secara rutin.  

Muda-mudi atau masyarakat perkotaan zaman sekarang mungkin tak banyak yang mengenal bekatul.

Baca Juga: Efektif mengobati batu ginjal, ini 4 manfaat keji beling untuk kesehatan  

Bekatul (bran) adalah lapisan luar dari beras yang terlepas saat proses penumbukan atau penggilingan gabah. 

Beda bekatul dengan dedak Bekatul sekilas memang mirip dengan dedak karena sama-sama memiliki warna krem atau cokelat muda. 

Tapi keduanya merupakan hal yang berbeda. Bekatul merupakan kulit padi bagian dalam atau bisa disebut selaput biji. 

Sedangkan, dedak adalah hasil samping proses penggilingan pagi yang terdiri atas lapisan luar butiran padi dengan sejumlah lembaga biji. 

Seiring dengan perkembangan teknologi, sedikit demi sedikit kebiasaan menumbuk padi di masyarakat kian ditinggalkan. 

Banyak petani kini cenderung memanfaatkan keberadaan huller atau penggilingan bermesin karena proses pembersihan gabahnya bisa lebih cepat. 

Sebagai dampak akan hal itu, pengonsumsian beras yang masih mengandung bekatul sudah mulai ditinggalkan. 

Saat ini hampir bisa dipastikan tidak ada lagi bekatul yang terisa atau menempel di beras yang dihasilkan dari proses penggilingan dengan bantuan mesin. 

Manfaat kesehatan bekatul Menurut Buku Bekatul Makanan yang Menyehatkan karya Letkol TNI (Purn) dr. Yusuf Nursalim (dr. Liem) & Dra. Zalni Yetti Razali, M.Pd. bekatul yang menumpuk di tempat penggilingan kerap diperjualbelikan oleh pemilik huller sebatas untuk keperluan pakan ternak. 

Padahal, jika dikonsumsi masyarakat, bekatul ini memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Berikut ini kandungan gizi dan khasiat dari bekatul: 

1. Vitamin B15 

Bekatul kaya akan kandungan vitamin B15 atau asam pangamik. Konsentrasi vitamin B15 pada bekatul bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan bahan makanan lain, seperti jagung, havermout, maupun dedak gandum. 

Dalam 100 garam bekatul, terkandung vitamin B15 mencapai 200 mg atau lebih banyak 50 mg pada 100 gram jagung. 

Seperti diketahui, vitamin B15 sendiri memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh, seperti: 

Menambah sirkulasi darah perifer 

  • Menambah oksigenisasi jaringan dan otot jantung 
  • Meningkatkan glikogen dalam otot dan hati 
  • Meningkatkan pemasukan oksigen ke dalam otak 
  • Meningkatkan stamina 
  • Memperbaiki fungsi hati pada penderita sirosis dan alkoholik hepatitis 
  • Mengobati atau menghentikan kecanduan alkohol dan obat terlarang 
  • Meningkatkan metabolisme protein, terutama pada otot dan jantung 

2. Kalsium (Ca) 

Kalsium pada bekatul antara lain dapat bermanfaat untuk: 

  • Mengurangi insomnia 
  • Mendukung sistem saraf dan kontraksi otot 
  • Mengatur detak jantung 
  • Mencegah penggumpalan darah 

3. Magnesium (Mg) 

Kandungan mineral ini berguna untuk mengaktifkan enzim yang berperan dalam produksi energi, formasi protein, dan replikasi sel. 

Selain itu, magnesium juga bisa meningkatkan kelarutan kalsium dalam enzim sehingga dapat mencegah terbentuknya batu ginjal, batu empedu, dan batu saluran kemih. 

Kekurangan magnesium sendiri, bisa menyebabkan seseorang mengalami: 

  • Gangguan mental 
  • Kelelahan 
  • Gangguan pada jantung 
  • Kondisi saraf 
  • Kontraksi otot 

4. Mangan (Mn) 

Mangan memiliki manfaat, sebagai berikut: 

  • Berperan dalam beberapa sistem enzim, terutama enzim yang terlibat dalam pengontrolan gula darah, metabolisme energi, dan hormon tiroid 
  • Berperan dalam enzim super oxide dismutase (SOD) sehingga sel tidak mudah rusak Mencegah epilepsi, mengurangi risiko serangan jantung secara mendadak 
  • Berperan dalam fungsi otak 

5. Zat besi (Fe) 

Zat besi di antaranya memiliki manfaat bagi tubuh, seperti: 

  • Berperan dalam mengatur molekul hemoglobin (sel darah merah) 
  • Sebagai transportasi oksigen dari paru ke jaringan dan transportasi karbon dioksida dari jaringan ke paru 
  • Sangat diperlukan selama perkembangan janin, masa remaja, serta selama kehaliman dan menyusui. 

Kekurangan zat besi pada masa ini sendiri bisa menyebabkan anemia, sehingga menurunkan daya konsentrasi dan fungsi kekebalan tubuh. 

6. Kalium 

Kalium bersama natrium berfungsi, antara lain untuk: 

  • Menjaga keseimbangan cairan tubuh dan fungsi jantung 
  • Sebagai pengantar pesan saraf ke otot 
  • Menurunkan tekanan darah 
  • Mengirim oksigen ke otak 

Sedangkan kekurangan kalium pada seseorang, bisa menyebabkan stres fisik dan mental. 

7. Seng (Zn) 

Zat mineral ini sangat penting untuk pertumbuhan sel, sintesis protein, dan pemanfaatan vitamin A. 

Tidak seperti tembaga, seng kemungkinan tidak terdapat dalam kebanyakan diet.(Irawan Sapto Adhi) 

Baca Juga: Yuk kenali penyebab, gejala, dan cara mengobati cantengan

Selanjutnya: Bersifat sangat asam, amankah nanas dikonsumsi penderita asam lambung?

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Manfaat Kesehatan Makan Bekatul yang Mulai Sulit Ditemukan", 

Editor: Tri Sulistiowati
Terbaru