kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.880   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Berapa kali kencing yang normal dalam sehari?


Rabu, 27 April 2016 / 14:50 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Apakah Anda merasa lebih sering bangkit dari meja kerja untuk ke toilet dibandingkan rekan lainnya? Atau mungkin Anda tipe orang yang jarang buang air kecil meski sudah minum cukup banyak?

Pola buang air kecil pada setiap orang memang tidak tetap dan bervariasi. Namun, sebenarnya adakah ukuran normal frekuensi buang air kecil seseorang?

"Kebanyakan orang buang air kecil empat sampai lima kali dalam sehari. Namun, tak ada angka pasti," kata Dr Neil Grafstein, asisten profesor urologi dari Mount Sinai Hospital, New York, Amerika Serikat, dikutip dari CNN.com.

Ia menjelaskan, frekuensi kencing seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, selain kecukupan cairan tubuh. Kafein dan alkohol adalah cairan yang bersifat iritan pada kandung kemih sehingga jika kedua minuman itu kita asup, maka kita akan lebih sering kecing.

"Sensitivitas kandung kemih juga berpengaruh. Sebagian orang merasa ingin buang air kecil saat kandung kemih mulai terisi, sementara yang lain baru merasa ada 'panggilan' ke toilet saat kandung kemih sudah terisi penuh," katanya.

Sebenarnya, kita juga bisa melatih kandung kemih selama tidak ada masalah dengan menahan buang air kecil. Cara melatihnya adalah dengan menunda kencing sampai ada keinginan kuat (kebelet).

"Rasa ingin buang air kecil tidak selalu harus direspons segera," ujarnya. Walau demikian, jangan menahan kencing terlalu lama karena dapat meningkatkan risiko infeksi.

(Lusia Kus Anna) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×