kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Benarkah sistem imun pasien terinfeksi Virus Corona menyerang tubuhnya sendiri?


Rabu, 28 Oktober 2020 / 15:03 WIB
ILUSTRASI. Virus Corona menyebabkan sistem imun pasien Covid-19 menyerang tubuhnya sendiri. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Penulis: Belladina Biananda

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Infeksi Virus Corona memberikan banyak dampak bagi kesehatan tubuh manusia. Mulai dari demam, batuk, kehilangan nafsu makan, hingga penurunan fungsi indra penciuman dan indra pencecap. Tak berhenti sampai di situ, sistem imun pasien Covid-19 juga bisa menyerang tubuhnya sendiri.

Mengutip dari Mirror (mirror.co.uk), para peneliti asam Emory University membuktikan hal tersebut. Mereka mengatakan bahwa pasien Covid-19 memiliki antibodi autoreaktif. Antibodi itu tidak melawan infeksi Virus Corona, tapi justru menyerang kesehatan tubuh pasien.

Penelitian dilakukan dengan menganalisis 52 pasien terinfeksi Virus Corona yang dirawat secara intensif. Sebelumnya, pasien-pasien tersebut tak memiliki riwayat penyakit autoimun. Saat ini, hasil penelitian sedang menjalani proses ulasan sejawat atau peer review.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah pasien yang terlibat dalam penelitian positif memilik autoantibodi. Matthew Woodruff, penulis penelitian, mengatakan bahwa dua per tiga pasien dengan jumlah protein c-reactive tertinggi memproduksi antibodi yang menyerang jaringannya sendiri.

Baca Juga: Kabar baik! Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia terus meningkat

Protein c-reactive adalah penanda peradangan dalam tubuh. Woodruff menambahkan bahwa infeksi Virus Corona parah yang berlangsung secara rutin memproduksi autoantibodi dengan konsekuensi ringan. Namun, para peneliti belum bisa memastikan sampai kapan autoantibodi akan bertahan.

Melansir dari Mirror, data penelitian menunjukkan bahwa autoantibodi berada di kondisi stabil selama lebih dari beberapa minggu. Akan tetapi, perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan kondisi pasien.

Karena infeksi Virus Corona berdampak buruk bagi kesehatan, penting bagi Anda untuk menghindari penyakit ini. Usahakan untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Hindari melakukan kegiatan dengan orang lain.

Jika Anda terpaksa berkegiatan di luar rumah dengan banyak orang, jangan lupa untuk jaga jarak dan gunakan masker secara benar. Pastikan kebersihan diri terjaga dengan rajin mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir.

Selanjutnya: Satgas Covid-19 meluncurkan inovasi untuk tingkatkan kediplinan protokol kesehatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×