kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.685   99,00   0,56%
  • IDX 6.470   -252,97   -3,76%
  • KOMPAS100 859   -34,67   -3,88%
  • LQ45 638   -20,11   -3,06%
  • ISSI 234   -8,67   -3,57%
  • IDX30 362   -9,19   -2,48%
  • IDXHIDIV20 447   -8,29   -1,82%
  • IDX80 98   -3,68   -3,61%
  • IDXV30 127   -2,61   -2,01%
  • IDXQ30 117   -2,43   -2,04%

Benarkah sistem imun pasien terinfeksi Virus Corona menyerang tubuhnya sendiri?


Rabu, 28 Oktober 2020 / 15:03 WIB
ILUSTRASI. Virus Corona menyebabkan sistem imun pasien Covid-19 menyerang tubuhnya sendiri. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Penulis: Belladina Biananda

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Infeksi Virus Corona memberikan banyak dampak bagi kesehatan tubuh manusia. Mulai dari demam, batuk, kehilangan nafsu makan, hingga penurunan fungsi indra penciuman dan indra pencecap. Tak berhenti sampai di situ, sistem imun pasien Covid-19 juga bisa menyerang tubuhnya sendiri.

Mengutip dari Mirror (mirror.co.uk), para peneliti asam Emory University membuktikan hal tersebut. Mereka mengatakan bahwa pasien Covid-19 memiliki antibodi autoreaktif. Antibodi itu tidak melawan infeksi Virus Corona, tapi justru menyerang kesehatan tubuh pasien.

Penelitian dilakukan dengan menganalisis 52 pasien terinfeksi Virus Corona yang dirawat secara intensif. Sebelumnya, pasien-pasien tersebut tak memiliki riwayat penyakit autoimun. Saat ini, hasil penelitian sedang menjalani proses ulasan sejawat atau peer review.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah pasien yang terlibat dalam penelitian positif memilik autoantibodi. Matthew Woodruff, penulis penelitian, mengatakan bahwa dua per tiga pasien dengan jumlah protein c-reactive tertinggi memproduksi antibodi yang menyerang jaringannya sendiri.

Baca Juga: Kabar baik! Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia terus meningkat

Protein c-reactive adalah penanda peradangan dalam tubuh. Woodruff menambahkan bahwa infeksi Virus Corona parah yang berlangsung secara rutin memproduksi autoantibodi dengan konsekuensi ringan. Namun, para peneliti belum bisa memastikan sampai kapan autoantibodi akan bertahan.

Melansir dari Mirror, data penelitian menunjukkan bahwa autoantibodi berada di kondisi stabil selama lebih dari beberapa minggu. Akan tetapi, perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan kondisi pasien.

Karena infeksi Virus Corona berdampak buruk bagi kesehatan, penting bagi Anda untuk menghindari penyakit ini. Usahakan untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Hindari melakukan kegiatan dengan orang lain.

Jika Anda terpaksa berkegiatan di luar rumah dengan banyak orang, jangan lupa untuk jaga jarak dan gunakan masker secara benar. Pastikan kebersihan diri terjaga dengan rajin mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir.

Selanjutnya: Satgas Covid-19 meluncurkan inovasi untuk tingkatkan kediplinan protokol kesehatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×