kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Benarkah cokelat hitam bisa menurunkan risiko depresi?


Jumat, 16 Agustus 2019 / 17:48 WIB

Benarkah cokelat hitam bisa menurunkan risiko depresi?
ILUSTRASI. Sentra Perkebunan Kakao di Sulawesi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagai salah satu makanan atau pencuci mulut paling populer di kelasnya, cokelat dikenal luas karena citarasa dan teksturnya yang lembut. Reputasinya yang baik, membuat banyak peneliti mencari tahu berbagai manfaat kesehatan yang terkandung dalam cokelat.

Meski demikian, para ahli telah lama memperingatkan bahwa cokelat adalah sesuatu yang harus dinikmati secukupnya, mengingat kadar gula dan lemaknya tinggi. Tapi, para peneliti masih yakin ada banyak rahasia yang belum tersingkap dari cokelat. Sehingga, penelitian terus berlanjut.

Cokelat hitam dan depresi

Baru-baru ini penelitian dari University College London di Inggris mempelajari kaitan antara cokelat hitam dan depresi. Pada penelitian berbasis survei, orang yang mengonsumsi cokelat hitam tampaknya memiliki peluang lebih kecil untuk menderita depresi.

Dengan mengambil data dari survei Pemeriksaan Kesehatan dan nutrisi Nasional Amerika Serikat, tim peneliti bisa mendapatkan 3.626 peserta berusia 20 tahun atau lebih. Dengan menggunakan Kuesioner Kesehatan Pasien, tim peneliti kemudian menilai gejala-gejala depresi.

Baca Juga: Mengantuk di pagi hari, berikut pengganti kopi yang juga beri efek mata melek Mengantuk di pagi hari, berikut pengganti kopi yang juga beri efek mata melek

Mereka juga mempelajari cokelat hitam dan cokelat biasa secara terpisah. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa tidak ada hubungan antara penurunan gejala depresi dengan cokelat biasa. Namun, data menunjukkan hal berbeda untuk cokelat hitam.

"Individu yang mengonsumsi cokelat hitam memiliki peluang 70% lebih rendah untuk melaporkan gejala depresi yang relevan secara klinis ketimbang mereka yang tidak mengonsumsi cokelat," tulis para penulis studi.

Baca Juga: Mengenal andaliman, merica batak yang punya aroma jeruk Mengenal andaliman, merica batak yang punya aroma jeruk

Meski demikian, penulis utama DR Sarah Jackson meyakini diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengklarifikasi penemuan ini. Di sisi lain, ia menilai temuan ini sebagai satu kesuksesan dan cahaya terang tentang manfaat cokelat pada tubuh, baik secara fisik maupun mental.

Depresi merupakan salah satu isu terbesar di dunia dan biasanya diobati dengan obat-obatan dan terapi. Namun, kedua hal tersebut tidak selalu berhasil karena depresi dapat berbeda pada setiap orang.

Hingga kini, menemukan intervensi gaya hidup untuk mengurangi gejala pada diri seseorang adalah prioritas utama.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Benarkah Cokelat Hitam Bisa Menurunkan Risiko Depresi? 


Sumber : Kompas.com
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan


Close [X]
×