CLOSE [X]
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Begini tips lewati Lebaran tanpa takut gemuk menurut pakar ITB


Minggu, 09 Juni 2019 / 09:16 WIB

Begini tips lewati Lebaran tanpa takut gemuk menurut pakar ITB


KONTAN.CO.ID - Prof. I Ketut Adnyana, Guru Besar Keahlian Farmakologi-Farmasi Klinik, Sekolah Farmasi ITB menyampaikan saat Ramadan puasa dapat memperbaiki pola metabolisme tubuh. Ini berarti proses pengolahan makanan menjadi energi di dalam tubuh akan menjadi cepat.

Sehingga energi tubuh bisa dialokasikan untuk kegiatan lain selain mengolah makanan. Namun, perubahan metabolisme juga bisa menjadi malapateka jika tidak dimanfaatkan dengan benar.

"Metabolisme yang efisien membuat kita merasa bahwa kita terus ‘sanggup’ untuk makan, efeknya kita jadi makan terus walau sadar sebenarnya tidak sedang mengalami lapar," ujar Prof. I Ketut Adnyana seperti diwartakan laman resmi ITB.

Karena hal di atas, orang yang menjalankan puasa ataupun pola diet lainnya malah bisa menjadi lebih berat bobotnya ketika kembali ke pola makan normal.

Waspada efek "diet yoyo"

"Kan kalau puasa di bulan Ramadan, selesainya langsung disuguhi sama makanan-makanan saat Lebaran, jadi orang bisa kalap dan akhirnya makan-makanan yang berlebihan secara tidak sadar, ini yang biasa disebut dengan fenomena diet yoyo," jelas Prof. I Ketut.

"Kenapa kita bisa mau makan tapi tidak dalam keadaan lapar? Pada dasarnya, lapar manusia bisa dibagi dua, ada lapar fisiologis dan lapar psikologis. Yang fisiologis itu otomatis dari tubuh, kalau memang energi kita kurang, maka tubuh akan 'meminta' makan.

Kalau lapar psikologis, itu keinginan kita tanpa memperdulikan rasa lapar," tambahnya. Oleh karena itu, sebenarnya puasa sangat ampuh untuk belajar menghilangkan lapar psikologis.

"Kalau yang lapar fisiologis, kita tak perlu takut, tubuh kita sudah otomatis mengaturnya, soal adaptasi tubuh dari tidak puasa menjadi puasa paling hanya butuh 3-4 hari," tambah pria yang menyelesaikan gelar doktornya di Jepang.

Pola makan setelah Lebaran

Selain menahan diri ketika menikmati momen Lebaran, Prof. I Ketut juga memberikan beberapa tips untuk menjaga pola makanan saat lebaran.

"Ada dua hal yang saya rasa penting untuk dijaga, bahan makanan dan cara memasaknya," ungkapnya.

Bahan makanan disarankan adalah bahan makanan berserat, seperti sayur dan buah. Kedua makanan berserat tersebut bisa membantu mengenyangkan juga mudah diolah oleh tubuh.

"Cara masak, termasuk sajiannya juga penting loh ya, balik lagi, psikologis itu penting, jadi kita harus bisa membuat makanan sehat terlihat enak, " ujar dosen ITB kelahiran Bali ini.

Soal gizi tubuh, ia berkata tiap orang harusnya bisa mengenal diri sendiri sehingga tidak perlu ada konsumsi obat-obatan khusus. "Ini bergantung usia dan aktivitas juga, tua atau muda, baik sibuk atau tidak, itu pasti beda-beda kebutuhan gizinya," ucapnya.

Kalau memang perlu adanya vitamin khusus, tubuh pasti akan memberi tanda, setelah itu baru kita bisa memilih obat spesifik untuk kebutuhan kita.

Di luar hal-hal tambahan, Prof. I Ketut mengatakan bahwa memang tiap manusia perlu gizi dasar seperti protein, karbohidrat, lemak, dan mineral lainnya, namun itu semua sudah cukup dan bisa didapatkan dari makanan sehari-hari. (Yohanes Enggar Harususilo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pakar ITB: Ini Tips Lewati Lebaran Tanpa Takut Gemuk"


Sumber : Kompas.com
Video Pilihan

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0005 || diagnostic_web = 0.2430

Close [X]
×