Begini pentingnya adaptasi kebiasaan baru saat pandemi Covid-19

Jumat, 08 Januari 2021 | 11:00 WIB   Reporter: Ika Puspitasari
Begini pentingnya adaptasi kebiasaan baru saat pandemi Covid-19

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Guna mempercepat penanganan pandemi virus corona (Covid-19), menerapkan adaptasi kebiasaan baru menjadi hal penting. Hal yang tak kalah paling penting dalam mewujudkan adaptasi kebiasaan baru ini adalah masyarakat.

Investor Relations PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk Yosef mengatakan, adaptasi dalam kondisi new normal tentunya awalnya tidak mudah bagi kebanyakan orang.

Menurut dia, perlu masa adaptasi untuk penerapan protokol kesehatan, membatasi aktivitas sosial baik di rumah maupun dalam pekerjaan, menghindari kerja tatap muka dengan meeting virtual. Belum lagi anak-anak yang dipaksa sekolah secara online. 

Namun pada akhirnya adaptasi ini tanpa terasa sudah menjadi kebiasaan yg baru sehingga saat ini tidak lagi dirasakan sesulit di masa awal pandemi virus corona.

Baca Juga: Disiplinkan penerapan protokol kesehatan, Satgas minta posko Covid-19 diaktifkan lagi

"Tentunya setiap orang memiliki kewajiban untuk melindungi dirinya sendiri dan orang lain sehingga penerapan 3M itu menjadi kunci untuk bertahan dalam pandemi ini," kata dia, Kamis (7/1).

Kebiasan baru yang akhirnya juga dilakukan Yosef adalah dengan membawa masker, hand sanitizer, obat kumur antiseptik, vitamin, botol air minum pribadi, face shield saat harus keluar rumah.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, Yosef senantiasa membatasi aktivitas keluar rumah, rutin konsumsi vitamin dan suplemen. Selain itu, selalu waspada dengan lingkungan kerja sekitar jika ada info tracking positif Covid-19 agar bisa dilakukan penyemprotan disinfektan segera jika diperlukan.

"Orang dari luar rumah wajib disinfektan sebelum masuk rumah termasuk untuk penghuni rumah. Pulang dari aktivitas luar rumah wajib segera mandi dengan sabun dan shampo serta gunakan obat kumur sebelum interaksi dengan anggota keluarga di rumah," pungkas dia.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

 

Selanjutnya: Kenapa orang yang positif Covid-19 dikira tipes?

 

Editor: Anna Suci Perwitasari
Terbaru