Covid-19

Begini cara Direktur TPMA mencegah terjadinya klaster keluarga

Senin, 21 Juni 2021 | 10:30 WIB   Reporter: Akhmad Suryahadi
Begini cara Direktur TPMA mencegah terjadinya klaster keluarga

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus positif Covid-19 di tanah air terus melonjak pasca mudik Lebaran. Pada Sabtu (19/6), tercatat sebanyak 12.906 kasus positif Covid-19 di Tanah Air. Dengan demikian, hingga saat ini sudah sebanyak 1.976.172 kasus positif corona di Indonesia. Sementara kasus aktif Covid-19 sampai hari ini sebanyak 135.215 kasus.

Salah satu pendorong melonjaknya kasus Covid-19 di tanah air adalah klaster keluarga. Klaster biasanya keluarga ini terbentuk diawali dengan tertularnya satu anggota keluarga, yang pada akhirnya menyebar ke anggota keluarga lain. Pemerintah pun  gencar memberlakukan micro lockdown di lingkup RT, RW, hingga desa.

Tak pelak, saat ini masyarakat dituntut untuk tetap waspada terhadap penularan Covid-19 di klaster keluarga. Salah satunya dengan memperkuat pencegahan penularan Covid-19.

Direktur PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) Rudy Sutiono mengatakan, saat ini pencegahan yang dilakukan yakni dengan memakai masker, menjaga jarak, dan memakai hand sanitizer bila bepergian. Rudy juga sedapat mungkin mengurangi tamu yang datang ke kediamannya. “Tetapi kalau ada yang datang biasanya kami semprot desinfektan setelah tamu pulang,” terang Rudy kepada Kontan.co.id, Minggu (20/6).

Baca Juga: Cara mudah mencegah penularan virus corona di tengah ledakan kasus Covid-19

Rudy pun berbagi pengalaman mengenai kasus infeksi yang sempat menimpa orang terdekatnya. Dia berkisah, pernah ada saudara atau temannya yang dinyatakan positif Covid-19. Dia menyarankan untuk dibawa ke dokter karena penanganan yang cepat sangat diperlukan.

Tindakan selanjutnya yang dilakukan adalah isolasi mandiri (isoman) karena dokter merekomendasikan untuk bisa melakukan isoman. “Kalau ada yang gejalanya flu, tentu awalnya adalah pencegahan dengan memberikan obat flu seperti panadol,” sambung dia.

Rudy melanjutkan, di kompleks tempatnya tinggal,  tidak ada hal pencegahan  yang spesifik dilakukan. Hanya saja, setiap keluarga diminta untuk tetap waspada dan berhati-hati. Biasanya masing-masing keluarga punya cara tersendiri dalam melakukan pencegahan dan protokol kesehatan.

Misalkan saja, di kediamannya, Rudy menyediakan box untuk paket belanja online ataupun makanan yang dikirim oleh ojek daring.  Dus, hal ini mengurangi sentuhan langsung dengan pihak luar. Terakhir, Rudy menilai kebijakan micro lockdown yang  gencar dilakukan  saat ini efektif untuk mencegah menularnya Covid-19, khususnya untuk daerah padat penduduk yang risikonya lebih besar.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Selanjutnya: Kasus corona meledak, ini 6 cara sederhana mencegah penularan Covid-19

 

Editor: Handoyo .
Terbaru