Beda Dengan Asam Urat, Ini Obat Rematik Yang Tak Perlu Dibeli Di Apotik

Jumat, 30 September 2022 | 07:07 WIB Sumber: Kompas.com
Beda Dengan Asam Urat, Ini Obat Rematik Yang Tak Perlu Dibeli Di Apotik

ILUSTRASI. Beda Dengan Asam Urat, Ini Obat Rematik Yang Tak Perlu Dibeli Di Apotik


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Simak obat rematik yang mudah didapatkan tanpa harus ke apotik. Ingat, rematik berbeda dengan asam urat. Oleh karena itu, jangan salah minum obat asam urat untuk menyembuhkan rematik.

Mengenal obat rematik yang mudah didapatkan tanpa harus ke apotik adalah hal yang penting. Pasalnya, rematik adalah penyakit yang banyak dialami masyarakat Indonesia.

Selain rematik, banyak orang yang juga mengalami asam urat. Sebagian orang bahkan menganggap rematik dan asam urat adalah penyakit sama, karena sama-sama menimbulkan rasa nyeri.

 

Berikut perbedaan penyakit rematik dan asam urat yang wajib Anda ketahui.  

1. Penyebab 

Melansir laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), rematik merupakan sejenis penyakit autoimun yang membuat sendi-sendi kaku dan meradang. Peradangan tersebut disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terganggu dan malah menyerang jaringan sendi tubuh sehat hingga membuatnya rusak. 

Sedangkan, asam urat merupakan penyakit yang muncul karena terlalu banyak kadar asam urat (uric acid) di dalam tubuh. Zat asam urat yang tertumpuk di dalam tubuh tersebut salah satunya disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung purin. 

Pada kondisi normal, purin akan diolah menjadi asam urat dan akan dikeluarkan tubuh melalui urine. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak, purin akan menumpuk dan berubah menjadi kristal pada sendi-sendi, kemudian terjadilah peradangan. 

Baca Juga: Bisa Menurunkan Asam Urat Tinggi, Ini Manfaat Temulawak untuk Kesehatan

2. Lokasi nyeri 

Nyeri akibat asam urat, biasanya menyerang satu sendi dalam satu waktu dan sering kali terjadi pada kaki, biasanya pada bagian jari-jari kaki, terutama persendian jempol kaki. 

Sedangkan, rematik bisa menyebabkan nyeri pada bagian tubuh mana pun, tetapi yang paling sering terjadi pada persendian di tangan, pergelangan tangan, dan kaki. 

Tidak hanya itu, rematik bisa menyerang beberapa sendi sekaligus dalam satu waktu. 

3. Gejala lain 

Gejala asam urat selalu disertai dengan bengkak, kemerahan, serta rasa nyeri yang sering muncul. Rasa nyeri karena asam urat cenderung sering dan berat. 

Sedangkan, gejala rematik juga selalu menimbulkan rasa sakit, tetapi tidak selalu muncul bengkak atau kemerahan pada persendian. Rasa nyeri sendi akibat rematik bisa berubah-ubah intensitasnya. Kadang sakit ringan hingga berat. 

4. Faktor risiko 

Rematik bisa menimpa siapa saja tanpa memandang usia. Namun, penyakit ini paling sering dialami oleh kelompok lanjut usia (lansia). Umumnya, rematik banyak diidap oleh perempuan dibandingkan laki-laki. 

Sementara itu, kebanyakan pengidap asam urat dilaporkan adalah berjenis kelamin laki-laki dan lebih sering terjadi pada kelompok usia dewasa muda dengan kelebihan berat badan. 

Selain kegemukan, berikut ini ragam faktor risiko asam urat: 

  • Punya riwayat keluarga menderita asam urat 
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, misalnya aspirin dosis rendah, diuretik tiazid, obat imunisuoresan, levodopa, atau niasin 
  • Konsumsi alkohol 
  • Diabetes 
  • Tekanan darah tinggi 
  • Kolesterol tinggi 
  • Hipotiroidisme 
  • Penyakit ginjal 
  • Anemia hemolitik 

 5. Pengobatan 

Rematik dan asam urat membuat penderitanya kesulitan beraktivitas. Meskipun begitu, dari keduanya memang diketahui bahwa rematik tidak dapat disembuhkan, meski bisa diringankan atau dikendalikan gejalanya. 

Ketika Anda didiagnosis dengan rematik, dokter mungkin akan memberikan berbagai pilihan pengobatan untuk meringankan gejala yang dirasakan. 
Sedangkan jika mengalami asam urat, Anda bisa mengendalikan gejalanya dengan mengatur pola makan yang sesuai. Cara mengobati asam urat terutama, yakni harus meminimalisir atau menghindari makanan yang mengandung purin tinggi dan alkohol. 

Selain itu, Anda mungkin perlu mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter untuk meringankan nyeri sendi akibat asam urat maupun untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah. 

Obat rematik tanpa dibeli di apotik

Rematik adalah penyakit progresif seumur hidup dengan banyak serangan yang bisa kambuh dengan kondisi lebih parah (flare up). Sejumlah herbal maupun rempah dapat menjadi obat alami untuk mengatasi rematik.

Namun, tidak ada obat apa pun yang bisa digunakan untuk menyembuhkan penuh kondisi rematik Anda, jika ada sifatnya membantu untuk:

  • Memperlambat perkembangan gangguan sendi dan tulang
  • Mencegah kecacatan tulang dan sendi
  • Mengurangi gejala dan kekambuhan

Berikut obat rematik yang mudah didapatkan tanpa harus beli ke apotik:

1. Kunyit

Obat rematik yang mudah didapatkan tanpa harus beli ke apotik yang pertama adalah kunyit. Mengutip Medical News Today, kunyit adalah bumbu dapur dan ramuan obat berwarna kuning yang mengandung senyawa tanaman kurkumin.

Kandungan kurkumin menjadikan kunyit sebagai obat alami untuk mengatasi rematik. Beberapa penelitian pada hewan dan dua percobaan pada manusia menunjukkan bahwa kurkumin dapat mengurangi peradangan kronis dari kondisi rematik.

Hal itu karena kurkumin bisa mengurangi sel pro-inflamasi dan meningkatkan sel yang membantu mengatur peradangan. Namun, tubuh tidak dapat menyerap kurkumin dalam jumlah besar, yang dapat membatasi penggunaannya sebagai terapi untuk nyeri sendi.

Sebuah studi pada 2018, senyawa piperin yang ditemukan dalam lada hitam dapat membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan penyerapan kurkumin oleh tubuh.

2. Kayu manis

Obat rematik yang mudah didapatkan tanpa harus beli ke apotik yang kedua adalah kayu manis. Mengutip Medical News Today, kayu manis dapat menjadi obat alami untuk mengatasi rematik karena memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan.

Menurut penelitian, suplemen kayu manis secara signifikan dapat mengurangi peradangan dan dan biomarker terhadap stres oksidatif. Biomarker merupakan respon biologis dari suatu organisme terhadap bahan pencemar atau tekanan lingkungan.

Dengan kata lain, suplemen kayu manis dapat membantu mengurangi peradangan dan tingkat stres oksidatif, yang dapat berdampak positif pada nyeri sendi dari rematik. Studi skala kecil pada 2018 juga menemukan bahwa kapsul bubuk kayu manis membantu memperbaiki gejala dan peradangan pada wanita yang memiliki rematik.

3. Jahe

Obat rematik yang mudah didapatkan tanpa harus beli ke apotik yang ketiga adalah jahe. Mengutip Medical News Today, peradangan dan stres oksidatif memiliki hubungan erat dengan rasa nyeri dan gangguan sendi yang menjadi gejala rematik, menurut studi pada 2019.

Jahe bisa menjadi obat alami untuk mengatasi rematik karena mengandung senyawa anti-inflamasi dengan mengurangi rasa nyeri dan kekakuan sendi. Studi tersebut menemukan bahwa jahe dapat mengubah ekspresi gen dan mengurangi gejala rematik.

Mengutip Healthline, beberapa peneliti mengatakan jahe suatu hari nanti bisa menjadi alternatif obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID). Ulasan soal jahe pada 2016 menyebutkan bahwa kandungan jahe dapat menjadi dasar pengobatan farmasi untuk rematik.

Kandungannya tidak hanya membantu mengelola gejala rematik, tetapi juga membantu mencegah kerusakan tulang. Jahe dapat dikonsumsi sebagai obat alami untuk mengatasi rematik dengan cara dijadikan teh/wedang. Disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum meningkatkan asupan jahe, karena dapat mengganggu beberapa obat, seperti warfarin (Coumadin) untuk pengencer darah.

4. Lidah buaya

Obat rematik yang mudah didapatkan tanpa harus beli ke apotik yang keempat adalah lidah buaya. Mengutip Healthline, lidah buaya adalah salah satu herbal yang paling umum digunakan dalam pengobatan alternatif. Obat herbal ini tersedia dalam berbagai bentuk, meliputi pil, bubuk, gel, dan sebagai daun.

Dikenal karena sifat penyembuhannya, lidah buaya populer untuk mengobati lecet kulit kecil, seperti terbakar sinar matahari. Selain itu, dapat menjadi obat alami untuk mengatasi rematik dengan membantu meringankan gejala nyeri sendi. Sebab, lidah buaya memiliki sifat anti-inflamasi serta efek gastrointestinal negatif yang biasa ditemukan dalam obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), yang digunakan untuk nyeri radang sendi.

Anda dapat mengoleskan gel langsung ke kulit. Namun, beberapa peneliti menyarankan untuk menggunakan lidah buaya sebagai obat oral untuk meringankan radang sendi kronis. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan bahwa perawatan ini bermanfaat.

NCCIH mencatat bahwa penggunaan lidah buaya cenderung aman, tetapi beberapa orang memiliki efek samping ketika mereka meminumnya. Efek samping tersebut meliputi menurunkan kadar glukosa dan bisa mengganggu keefektifan beberapa obat diabetes.

5. Boswellia / kemenyan

Obat rematik yang mudah didapatkan tanpa harus beli ke apotik yang kelima adalah kemenyan. Mengutip Healthline, boswellia serrata atau dikenal sebagai kemenyan merupakan tanaman dari India yang memiliki sifat anti-inflamasi.

Menurut studi yang ditinjau pada 2011, efek anti-inflasmasi dari kemenyan dapat menjadi obat alami untuk mengatasi rematik, asam urat, dan osteoarthritis. Hasil dari percobaan pada manusia menunjukkan bahwa kapsul kemenyan dapat membantu mengurangi rasa nyeri, kekakuan, serta memperbaiki fungsi sendi pada penderita osteoarthritis.

Namun, percobaan tersebut adalah studi kecil yang masih memerlukan lebih banyak penelitian lebih lanjut. Dosis aman kemenyan hingga 1 gram sehari, dosis tinggi dapat memengaruhi hati.

6. Cakar kucing

Obat rematik yang mudah didapatkan tanpa harus beli ke apotik yang keenam adalah cakar kucing. Mengutip Healthline, cakar kucing adalah ramuan anti-inflamasi lain yang dapat mengurangi pembengkakan pada rematik.

Cakar kucing merupakan tanaman herbal yang bisa dimanfaatkan kulit kayu dan akar pohonnya sebagai obat alami untuk mengatasi rematik. Sebab, memiliki sifat anti-inflamasi dan bisa meningkatkan sistem imun tubuh. Sebuah penelitian kecil pada 2002 menunjukkan bahwa tanaman cakar kucing terbukti efektif dalam mengurangi pembengkakan sendi lebih dari 50 persen pada 40 orang penderita rematik.

7. Minyak kayu putih

Obat rematik yang mudah didapatkan tanpa harus beli ke apotik yang ketujuh adalah minyak kayu putih. Mengutip Healthline, kayu putih (eucalyptus) adalah obat yang digunakan orang untuk berbagai kondisi.

Ekstrak daun eucalyptus ditampilkan dalam pengobatan topikal untuk mengobati nyeri radang sendi. Daun tanaman kayu putih mengandung tanin, yang dapat membantu mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri yang berhubungan dengan radang sendi.

Beberapa orang menindaklanjuti dengan bantalan panas untuk memaksimalkan efeknya. Aromaterapi kayu putih dapat menjadi obat alami untuk mengatasi rematik dengan membantu meringankan gejalanya.

Cara menggunakannya adalah dengan mengencerkan minyak esensial ini dengan minyak pembawa sebelum diaplikasikan pada area rematik Anda. Disarankan menggunakan 15 tetes minyak dengan 2 sendok makan minyak pembawa, seperti miyak kelapa, minyak zaitun, minyak jojoba, atau lainnya.

8. Teh hijau

Obat rematik yang mudah didapatkan tanpa harus beli ke apotik yang kedelapan adalah teh hijau. Mengutip Healthline, kandungan antioksidan teh hijau dapat membantu melawan peradangan yang terjadi pada penderita rematik.

Teh hijau biasanya dikonsumsi sebagai minuman, taburan makanan, atau suplemen. Sementara, para ilmuwan telah menemukan bukti bahwa radang sendi dapat diredakan dengan mengkonsumsi ekstrak teh hijau. Namun, belum jelas diketahui apakah konsentrasi bahan aktif dalam secangkir teh hijau dapat membantu meringankan gejala rematik tersebut.

Sebagai minuman, teh hijau tanpa gula adalah pilihan yang lebih sehat dari pada kopi, soda, dan minuman manis lainnya. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan bahwa teh hijau dapat membantu mengurangi peradangan dan untuk mengetahui bentuk dan dosis mana yang paling efektif.

Itulah perbedaan rematik dan asam urat, serta daftar obat rematik yang mudah didapatkan tanpa harus beli di apotik. Segera hubungi dokter jika sakit berlanjut.

(Shintaloka Pradita Sicca & Irawan Sapto Adhi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Obat Alami untuk Mengatasi Rematik yang Perlu Diketahui", dan "Jangan Keliru, Ini Beda Penyakit Rematik dan Asam Urat", 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru