Baik Atau Buruk Konsumsi Makanan Manis dan Gorengan Saat Buka Puasa?

Jumat, 01 April 2022 | 15:37 WIB Sumber: Kompas.com
Baik Atau Buruk Konsumsi Makanan Manis dan Gorengan Saat Buka Puasa?

ILUSTRASI. Makanan manis mengandung gula tinggi


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Makanan manis dan gorengan jadi menu favorit kebanyakan orang saat berbuka puasa. 

Namun, jika berlebihan dalam mengonsumsi makanan manis maupun gorengan akan berdampak kurang baik bagi tubuh. 

Baca Juga: 5 Tips Puasa yang Aman untuk Penderita Diabetes

Kadar gula darah dan kolesterol Dokter spesialis gizi klinik dari Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Hospital, Jakarta Selatan, Inge Permadhi mengatakan bahwa masyarakat sebaiknya tidak berlebihan dalam konsumsi minuman manis dan gorengan. 

Sebab, jika berlebihan konsumsi minuman atau makanan manis akan memicu kadar gula darah meningkat. 

Sedangkan jika seseorang terlalu banyak mengonsumsi gorengan akan meningkatkan kadar kolesterol jahat pada tubuh. 

"Orang sering menggunakan takjil yang manis dan gorengan. Tetep boleh untuk konsumsi, namun jangan berlebihan," ujar Inge saat dihubungi Kompas.com, Selasa (13/4/2021). 

Manis alami 

Ia menjelaskan, tubuh perlu mengembalikan kadar gula darah dengan mengonsumsi makanan atau minuman manis. 

Oleh karena itu, Inge menyarankan kepada masyarakat untuk berbuka menggunakan jus buah yang manis, seperti melon atau semangka. 

Menurutnya, dengan manis alami dari buah inilah tubuh akan memperoleh manfaat menaikkan kadar gula yang dibutuhkan tubuh dan menyehatkan tubuh. 

Selain itu, untuk menaikkan kadar gula dengan berbuka, bisa juga dengan mengonsumsi 3-5 buah kurma. 

"Baiknya konsumsi 3-5 kurma karena kadar gula darh yang menunggu berpuasa selama 14 jam itu sudah menurun atau menjadi rendah," ujar Inge. 

Sementara, jika penderita diabetes diimbau untuk tidak mengonsumi makanan yang memicu kadar gula darah melonjak. 

Ciri-ciri kadar gula dan kolesterol tinggi 

Guru besar di bidang Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan mengatakan, ada beberapa gejala orang yang mengalami kadar gula darah tinggi. 

Di antaranya sering buang air kecil, sering merasa lapar, sering merasa kehausan, dan mudah lelah. 

Namun, Ali mengungkapkan, gejala-gejala tersebut tidak disimpulkan secara spesifik. 

"Itu merupakan ciri-ciri fisik, itu mungkin tidak spesifik juga. Jadi cara mengecek yang paling benar adalah dengan mengecek di laboratorium," ujar Ali saat dihubungi Kompas.com, Selasa (13/4/2021). 

Sedangkan untuk ciri-ciri orang dengan kolesterol tinggi tidak terlihat nyata secara fisik. 

Karena itu untuk mencegah kolesterol tinggi dapat menghindari atau mengurangi makanan berikut: 

1. Makanan cepat saji 

Makanan cepat saji seperti burger, hotdog, dan pizza dapat mengandung setidaknya 465 mg kolesterol per saji, di mana angka ini 155 persen dari jumlah kebutuhan kolesterol harian. 

2. Hati sapi 

Hati sapi termasuk makanan yang mengandung kolesterol tinggi. Dalam 100 gram hati sapi terkadung 494 mg kolesterol. 

3. Daging ayam yang berlemak 

Diketahui, dalam 100 gram bahan paha ayam, terkadung 127 mg kolesterol. 

4. Udang 

Dalam 100 gram udang terdapat 252 mg kolesterol. Dari angka ini udang memiliki kolesterol paling banyak dibanding ikan atau makanan laut apa pun. 

5. Es krim atau chocolate mousse 

Makanan penutup, seperti es krim atau chocolate mousse dalam porsi 200 gram mengandung 283 mg koleseterol. 

6. Telur 

Dalam satu butir telur berukuran besar dapat mengandung 187 mg kolesterol. Oleh karena itu, batasi diri dengan mengonsumsi maksimal 1 telur per hari saja. 

7. Gorengan 

Beberapa jenis makanan yang digoreng disebut menjadi penyebab kolesterol, apalagi jika digoreng menggunakan minyak sayur atau mentega yang mengandung lemak trans.(Retia Kartika Dewi) 

Baca Juga: Minum Air Putih Bisa Menurunkan Kolesterol Jahat?

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jangan Berlebihan Konsumsi Makanan Manis dan Gorengan Saat Berbuka Puasa, Ini Alasannya", 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tri Sulistiowati

Terbaru