kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.716   73,19   1,30%
  • KOMPAS100 738   10,40   1,43%
  • LQ45 559   6,09   1,10%
  • ISSI 199   2,35   1,19%
  • IDX30 317   2,72   0,87%
  • IDXHIDIV20 390   0,52   0,13%
  • IDX80 84   1,04   1,26%
  • IDXV30 106   -0,24   -0,23%
  • IDXQ30 102   0,48   0,47%

Bahaya berbagi sikat gigi


Kamis, 03 Maret 2016 / 16:20 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Jangan sekali-kali meminjamkan sikat gigi Anda ke orang lain, meskipun masih anggota keluar. Menurut teori, berbagi sikat gigi bisa berpotensi membahayakan kesehatan, risikonya bisa ringan hingga berat.

Menurut Prevention.com, sebuah studi kasus yang diterbitkan dalam Nursing Study and Practice menemukan, sikat gigi kerap ditemukan mengandung bakteri penyebab penyakit dan virus seperti Staph, E. coli, dan Pseudomonas.

Bahkan, Anda bisa tertular penyakit periodontal atau herpes oral jika berbagi sikat gigi dengan penderita. Jika selama sikat gigi gusi Anda berdarah dan bakteri memasuki aliran darah Anda, Anda bahkan berisiko untuk hepatitis, HIV, dan penyakit menular lainnya.

"Apapun jenis bakteri yang ada di mulut orang tersebut, Anda akan mendapatkannya di mulut Anda ketika memakai sikat gigi yang sama," kata Marco Coppola, Kepala Medis dan Wakil Presiden Family ER + Urgent Care di Irving.

Dan yang paling mungkin, bulu pada sikat gigi akan menangkap kuman dan virus penyebab flu atau sakit tenggorokan.

"Virus cukup sulit untuk mati dan mereka bisa hidup dalam beberapa hari pada plastik dan logam," kata Coppola.

Walau begitu, menurut Justin Sycamore, DDS, dokter gigi di Thousand Oaks, kecuali Anda berbagi ludah dengan orang yang sakit, maka sedikit kemungkinan berbagi sikat gigi bisa menularkan penyakit.

"Kenyataannya adalah bahwa orang yang hidup bersama-sama akan menyebarkan bakteri dalam banyak hal, seperti berciuman, berbagi makanan dan minuman, dan memegang tangan, semua akan menyebabkan perpindahan bakteri. Hanya saja, berbagi sikat gigi kotor mungkin sedikit lebih berbahaya daripada kegiatan berbagi lainnya dengan pasangan."

Masih panik? Segera pakai obat kumur berkualitas baik. "Jika Anda bilas mulut dengan segera setelah berbagi sikat gigi, Anda bisa mencegah bakteri pada mulut," kata Sycamore.

“Namun, jika Anda tidak mengenal orang dengan sangat baik atau pasangan sedang flu, sebaiknya tak berbagi sikat gigi. Selain itu, demi kesehatan, seseorang sebaiknya mengganti sikat gigi setiap 3 bulan dan setelah sakit apapun, seperti sakit flu.

"Ini akan mencegah kambuhnya penyakit di kemudian hari, " kata Cyndi Blalock, DDS, dokter gigi di St. Peters.

(Bestari Kumala Dewi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

[X]
×