CLOSE [X]

Bagaimana Perawatan dan Obat Hepatitis Akut Misterius pada Anak? Ini Panduannya

Sabtu, 14 Mei 2022 | 12:47 WIB Sumber: Kompas.com
Bagaimana Perawatan dan Obat Hepatitis Akut Misterius pada Anak? Ini Panduannya

ILUSTRASI. Sampai saat ini para ahli di berbagai negara masih terus menyelidiki penyebab utama penyakit Hepatitis Akut Misterius anak.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Masyarakat kini harus mewaspadai penyakit hepatitis. Hepatitis adalah penyakit peradangan hati. Sampai saat ini para ahli di berbagai negara masih terus menyelidiki penyebab utama penyakit Hepatitis Akut Misterius anak.

Hal ini dikarenakan, agen infeksi yang paling sering terlibat atau virus yang bertanggung jawab pada hepatitis A, B, C, D dan E, tidak ditemukan pada pasien penderita Hepatitis Akut Misterius ini.

Dugaan kuat saat ini adalah hepatitis akut misterius anak disebabkan oleh adenovirus, meskipun hal ini belum ditegakkan secara pasti dan masih terus dalam penyelidikan oleh para ahli.

Hepatitis akut misterius ini banyak menyerang anak-anak sampai menyebabkan kematian di berbagai negara di dunia. Usai dilaporkan pertama kali di Inggris Raya pada 5 April 2022 dengan kejadian 10 kasus hepatitis akut misterius anak-anak.

Penyakit tersebut, saat ini telah ditemukan pula di Eropa, Amerika, Pasifik Barat dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Kendati masih banyak yang belum diketahui terkait Hepatitis Akut Misterius pada anak-anak ini dan penyakit hepatitis ini berbeda dari yang ada sebelumnya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun telah mengeluarkan panduan dalam tata laksana untuk perawatan pasien yang terinfeksi.

Dalam panduan yang dikeluarkan oleh IDAI, tata laksana terhadap penyakit misterius pada anak ini dipisah menjadi dua mekanisme peruntukan yakni, tata laksana hepatitis akut berat dan gagal hati akut (hepatitis fulminan).

Baca Juga: Ada 18 Pasien Hepatitis Akut, 7 Meninggal

Kategori pasien hepatitis akut berat adalah mereka yang kesadarannya menurun ataupun tidak, tetapi nilai International Normalized Ratio (INR)-nya tidak lebih dari 2.

Sedangkan, pasien dikategorikan hepatitis fulminan jika mereka memiliki kesadaran yang menurun ataupun tidak, tetapi INR-nya melebihi (>) 2.

Sebagai informasi, INR adalah rasio normal berstandar internasional rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang sering digunakan untuk pengukuran masa protombin (PT atau Parameter Prothrombin) dan sebagai pedoman terapi antikoagulan.

Berikut tata laksana perawatan bagi pasien hepatitis akut misterius pada anak di Indonesia saat ini.

Tata laksana perawatan hepatitis akut berat

Ada beberapa tindakan atau tatalaksana yang dilakukan terhadap pasien penderita hepatitis akut berat.

1. Perawatan umum:

  • Rawat ruang isolasi untuk mencegah penularan ke orang lain.
  • Tirah baring terutama pada fase akut.
  • Monitoring perjalanan klinis (terutama kesadaran) dan laboratorium (terutama PT/INR dan albumin).
  • Pengenalan gejala dan tanda hepatitis fulminan.

2. PT/INR dipantau secara berkala:

PT atau Parameter Prothrombin adalah pemeriksaan hemostasis untuk menguji faktor pembekuan pada jalur ekstrinsik dan jalur bersama.

Pada kondisi normal atau orang yang tidak mengalami gangguan pembekuan darah atau mengonsumsi obat-obatan pengencer darah, maka nilai INR normal berada pada rentang 0.8 - 1.1.

Pada kondisi di mana INR memanjang atau meningkat, maka hal tersebut dapat terjadi akibat beragam hal misalnya penyakit hati.

Bila ada kecenderungan peningkatan nilai PT/INR, pasien perlu mendapatkan perawatan di ruang rawat intensif, karena dikhawatirkan akan berlanjut menjadi hepatitis fulminan.

3. Kategori pasien hepatitis fulminan

Pasien mengalami hepatitis fulminan bila didapatkan tanda koagulopati dengan INR lebih dari (>) 2 yang tidak dapat dikoreksi dengan vitamin K (gangguan fase akut fungsi hepatoselular), atau terdapat penurunan kesadaran (ensefalopati) yang disertai koagulopati dengan INR lebih dari (>) 1,5.

4. Kortikosteroid

Kortikosteroid hanya diberikan pada kecurigaan hepatitis autoimun. Kortikosteroid adalah kelompok obat yang mengandung hormon steroid sintesis, yang sering digunakan untuk meredakan peradangan pada beberapa kondisi, seperti alergi, lupus, reumathoid arthritis, dan pemfigus vulgaris, serta mengobati polip hidung tanpa operasi.

5. Sindrom peradangan multisistem pada anak-anak (MISC)

Jika dicurigai terkait MISC atau pasien anak-anak tersebut memiliki sindrom peradangan multisistem, maka tatalaksana mengikuti panduan IDAI sebelumnya. MISC adalah suatu kondisi di mana bagian tubuh yang berbeda dapat meradang, termasuk jantung, paru-paru, ginjal, otak, kulit, mata, atau organ pencernaan.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru