Awas, Obat Ini Penyebab Kolesterol Naik, Kenali Tanda-Tanda kolesterol tinggi

Selasa, 11 Oktober 2022 | 04:55 WIB   Reporter: Adi Wikanto
Awas, Obat Ini Penyebab Kolesterol Naik, Kenali Tanda-Tanda kolesterol tinggi


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Waspadai obat-obatan penyebab kolesterol naik. Selain itu, kenali pula tanda-tanda kolesterol naik.

Penyebab kolesterol naik bukan hanya berupa makanan. Sejumlah obat-obatan juga memiliki efek samping berupa kolesterol naik.

Oleh karena itu, jangan sembarangan minum obat karena bisa menjadi penyebab kolesterol naik. Untuk mengantisipasi efek kenaikan kolesterol, Anda perlu mengetahui tanda-tanda kolesterol tinggi.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan kadar kolesterol normal berada di angka 200-239 mg/dl. Jika kolesterol sudah menunjukkan tanda-tanda di atas normal, harus segera diturunkan untuk mencegah efek yang lebih membahayakan kesehatan.

Dilansir dari Kompas.com, sejumlah obat-obatan menimbulkan efek samping yang menjadi penyebab kolesterol naik. Namun Everyday Health, sebagian kasus efek samping dari obat-obatan bersifat minimal.

Namun, setiap peningkatan kolesterol tetap berbahaya terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko penyakit jantung. Untuk mengatasi kolesterol tinggi efek samping penggunaan obat, dokter bisa meresepkan obat alternatif untuk mengobati kondisi aslinya atau menambahkan obat penurun kolesterol ke dalam rejimen pengobatan Anda.

Baca Juga: 4 Gejala Kolesterol Tinggi yang Harus Diwaspadai

Obat penyebab kolesterol tinggi

Berikut daftar obat-obatan yang dapat menjadi penyebab kolesterol tinggi sebagai efek sampingnya:

1. Beta blocker

Obat-obatan yang dapat menjadi penyebab kolesterol tinggi yang pertama adalah Bea blocker. Beta blocker adalah obat yang biasanya diresepkan untuk mengobati tekanan darah tinggi.

Meskipun biasanya digunakan untuk mengobati berbagai bentuk penyakit jantung, beta blocker dapat secara signifikan mengurangi kadar kolesterol baik (HDL). Sehingga, memicu kadar kolesterol LDL (jahat) tinggi. Di antara beta blocker yang dapat menjadi penyebab kolesterol tinggi adalah: Corgard (nadolol), Inderal (propranolol), Tenormin (atenolol), Toprol (metoprolol), Zebeta (bisoprolol).

Jika beta blocker memengaruhi menyebabkan peningkatan kadar kolesterol secara signifikan, dokter Anda dapat menurunkan dosisnya atau mengalihkan Anda ke obat lain.

2. Prednison

Obat-obatan yang dapat menjadi penyebab kolesterol tinggi yang kedua adalah Prednison. Prednison adalah jenis obat yang digunakan untuk mengurangi peradangan.

Jenis obat ini termasuk dalam kelas obat yang disebut kortikosteroid dan digunakan untuk mengobati berbagai kondisi peradangan, seperti: Reaksi alergi parah, Beberapa jenis radang sendi, Lupus, Multiple sclerosis, Penyakit radang usus (IBD).

Prednison sangat efektif dalam mengendalikan peradangan, tetapi dapat dengan cepat dan dramatis meningkatkan kadar kolesterol LDL dan menurunkan HDL. Studi menunjukkan bahwa penggunaan prednison dosis tinggi dapat menjadi pemicu kolesterol tinggi dalam hitungan minggu dan meningkatkan tekanan darah sistolik Anda pada saat yang bersamaan.

Risiko efek samping prednison meningkat sesuai dosis dan durasi pengobatan. Prednison umumnya diresepkan untuk kondisi peradangan parah ketika manfaat pengobatan lebih besar dari pada risikonya.

3. Amiodarone

Obat-obatan yang dapat menjadi penyebab kolesterol tinggi yang ketiga adalah Amiodarone. Amiodarone adalah obat yang digunakan untuk mengobati kondisi yang dikenal sebagai aritmia jantung.

Aritmia jantung adalah detak jantung tidak teratur yang disebabkan sinyal listrik di otot jantung tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini dapat menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), atau tidak teratur.

Di sisi lain, obat jenis ini dapat menjadi pemicu kolesterol LDL tinggi. Namun, umumnya tidak memengaruhi kadar kolesterol baik. Amiodarone umumnya digunakan untuk mengobati atau mencegah aritmia yang mengancam jiwa. Umum juga untuk mengobati gangguan irama jantung pada orang yang berisiko terkena serangan jantung dan komplikasi serius lainnya.

4. Siklosporin

Obat-obatan yang dapat menjadi penyebab kolesterol tinggi yang keempat adalah Siklosporin. Siklosporin adalah jenis obat yang dikenal sebagai imunosupresan.

Obat jenis ini bekerja dengan mengurangi respons sistem imun, yang melawan infeksi, penyakit, dan hal lain yang dianggap tidak normal. Siklosporin digunakan untuk mencegah penolakan organ, di mana sistem imun menyerang jaringan yang didonorkan.

Selain itu, juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit autoimun. Sayangnya, siklosporin memiliki banyak efek samping, salah satunya menjadi pemicu kolesterol tinggi.

Meski begitu, manfaatnya untuk mencegah penolakan organ atau mengobati penyakit autoimun umumnya lebih besar dari pada efek samping tersebut. Jika diperlukan, obat penurun kolesterol dapat diresepkan untuk melawan efek ini.

5. Steroid anabolik

Obat-obatan yang dapat menjadi penyebab kolesterol tinggi yang kelima adalah Steroid anabolik. Steroid anabolik adalah sekelompok obat hormon seks pria. Obat ini banyak digunakan secara ilegal oleh atlet untuk membangun otot.

Namun, juga memiliki kegunaan medis yang sah, seperti untuk mengobati beberapa jenis anemia atau kondisi yang disebut hipogonadisme, di mana tubuh tidak menghasilkan cukup testosteron. Di sisi lain, steroid anabolik dapat menjadi pemicu kolesterol tinggi secara dramatis dengan manaikkan LDL dan menurunkan HDL.

Dengan penggunaan jangka panjang, obat jenis ini dapat meningkatkan risiko pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis), tekanan darah tinggi, penyakit arteri koroner, serta diabetes tipe 2. Bentuk obat oral ini cenderung lebih memengaruhi kadar kolesterol dari bentuk suntikannya.

6. Inhibitor protease

Obat-obatan yang dapat menjadi penyebab kolesterol tinggi yang keenmam adalah Inhibitor protease. Inhibitor protease adalah kelas obat antiretroviral yang digunakan untuk mengobati HIV.

Obat jenis ini biasanya dikombinasikan dengan obat HIV lain, yang bekerja dengan mencegah virus membuat salinan dirinya sendiri. Inhibitor protease yang digunakan untuk pengobatan HIV meliputi: Aptivus (tipranavir), Evotaz (atazanavir/cobicistat), Kaletra (lopinavir/ritonavir), Lexiva (fosamprenavir), Norvir (ritonavir), Prezcobix (darunavir/cobicistat), Prezista (darunavir), Reyataz (atazanavir).

Inhibitor protease telah lama diketahui sebagai obat yang dapat menjadi penyebab kolesterol tinggi. Namun, efek samping lebih besar berasal dari inhibitor protease jenis ini: Crixivan (indinavir), Invirase (saquinavir), Viracept (nelfinavir).

Meski begitu, obat-obatan ini masih digunakan karena mempertimbangkan manfaatnya lebih besar untuk menyelamatkan jiwa dari pada efek sampingnya. Jika diperlukan, obat anti-kolesterol dapat digunakan, diikuti dengan diet dan olahraga, untuk membawa kadar kolesterol kembali terkendali.

7. Diuretik

Obat-obatan yang dapat menjadi penyebab kolesterol tinggi yang ketujuh adalah Diuretik. Diuretik biasanya digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan retensi air. Namun, di sisi lain obat ini dapat menjadi pemicu kolesterol tinggi.

Ada dua jenis diuretik yang meningkatkan kadar kolesterol tinggi, yaitu:

  • Diuretik thiazide, termasuk: Diuril (chlorothiazide), Zaroxolyn (metolazone), dan hydrochlorothiazide
  • Diuretik loop, termasuk: Lasix (furosemide), Demadex (torsemide), dan Bumex (bumetanide)

Diuretik thiazide menyebabkan peningkatan sementara kadar kolesterol total dan LDL. Tingkat kolesterol HDL biasanya tidak berubah. Saat ini, Lozol (indapamide) adalah satu-satunya diuretik thiazide yang tampaknya tidak mempengaruhi kadar kolesterol. Diuretik loop juga meningkatkan kadar kolesterol LDL, tetapi beberapa obat ini juga menyebabkan sedikit penurunan kadar kolesterol HDL.

Mengutip Everyday Health, khusus untuk orang yang menggunakan diuretik atau beta blocker untuk mengontrol tekanan darah tinggi dan mengurangi risiko penyakit jantung, pengobatan alternatif yang tidak meningkatkan kadar kolesterol harus dicari.

Orang dengan kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi biasanya tidak menggunakan obat beta blocker atau diuretik sebagai pengobatan pilihan pertama. Sebagai gantinya, dokter mungkin meresepkan inhibitor ACE (angiotensin-converting enzyme) atau calcium-channel blocker untuk mengobati tekanan darah tinggi tanpa meningkatkan kolesterol.

Tanda-tanda kolesterol tinggi

Setelah mengetahui obat-obatan penyebab kolesterol meningkat, Anda juga perlu mengetahui tanda-tanda kolesterol tinggi. Tanda-tanda kolesterol tinggi penting dikenali agar bisa segera mengatasi dengan benar.

Diberitakan Kontan.co.id sebelumnya, berikut tanda-tanda kolesterol tinggi yang harus diwaspadai:

Nafsu Makan Turun

Tanda-tanda kolesterol tinggi yang pertama adalah nafsu makan turun. Ada banyak kondisi yang ditandai dengan nafsu makan yang turun. Artinya, Anda tidak boleh mengabaikan kondisi tersebut.

Bisa jadi nafsu makan yang turun jadi salah satu tanda-tanda kolesterol tinggi yang Anda alami. Jika hal nafsu makan turun dalam jangka waktu lama, cobalah untuk memeriksakan diri ke dokter.

Benjolan di Sekitar Mata

Tanda-tanda kolesterol tinggi yang kedua adalah benjolan di sekitar mata. Mengutip dari Healthy-Ojas (healthy-ojas.com), munculnya benjolan di sekitar mata jadi salah satu gejala kolesterol tinggi yang sering terjadi.

Benjolan itu merupakan kelebihan kolesterol yang berada di bawah permukaan kulit. Umumnya, benjolan tersebut berwarna kuning dan tidak terasa sakit.

Berat Badan Bertambah

Tanda-tanda kolesterol tinggi yang ketiga adalah berat badan bertambah. Healthy-Ojas mengatakan bahwa berat badan bertambah jadi ciri-ciri kolesterol berikutnya yang dialami oleh banyak orang. Salah satu faktor yang mengakibatkan hal tersebut adalah hipotiroidisme. Hipotiroidisme adalah kondisi di mana hormon tiroid terlalu sedikit.

Tak hanya tiroidisme, peradangan dalam tubuh juga mengakibatkan jumlah kolesterol meningkat. Beberapa faktor yang menyebabkan peradangan dalam tubuh Anda adalah stres, kurang tidur, hingga depresi.

Sering Mengantuk

Tanda-tanda kolesterol tinggi yang keempat adalah sering mengantuk. Anda perlu waspada jika sering mengantuk meski waktu tidur di malam hari sudah tercukupi.

Penumpukan kolesterol bisa menghambat aliran darah. Akibatnya, distribusi oksigen di bagian otak menjadi tak maksimal sehingga Anda pun lebih mudah merasakan kantuk.

Depresi

Tahukah Anda bawa depresi termasuk salah satu tanda-tanda kolesterol tinggi? Kandungan kolesterol dalam otak mencapai 25%. Jika jumlahnya kolesterol jahat terlalu tinggi, kemampuan otak untuk mengatur emosi menjadi terganggu.

Hal itulah yang membuat Anda mengalami depresi. Selain itu, risiko kehilangan memori dan penyakit alzheimer pun dapat meningkat saat jumlah kolesterol jahat dalam tubuh Anda terlalu tinggi, sedangkan jumlah kolesterol baik terlalu sedikit.

Itulah berbagai obat penyebab kolesterol meningkat dan tanda-tanda kolesterol tinggi. Segera hubungi dokter jika mengalami tanda-tanda kolesterol naik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru