kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Awas, ada bahaya ini bagi pemilik perut buncit


Rabu, 05 Oktober 2016 / 09:59 WIB
Awas, ada bahaya ini bagi pemilik perut buncit


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Badan kurus, tetapi perut buncit? Bukan berarti Anda terbebas dari risiko penyakit seperti orang obesitas.

Dilansir dari Medicaldaily.com, sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di Journal of American College of Cardiology menemukan bahwa tumpukan lemak di balik perut menyebabkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Hasil penelitian menunjukkan, risiko penyakit tersebut lebih besar pada orang-orang yang memiliki timbunan lemak di perut, dibanding timbunan lemak di daerah lain di tubuh.

Penelitian ini melibatkan 1.106 orang dewasa berusia sekitar 45 tahun. Para peneliti menghitung jumlah lemak di perut masing-masing responden. Setelah mengamati selama 6 tahun, peneliti menemukan peningkatan jumlah lemak berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular.

Selain itu, ekstra lemak juga dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, trigliserida tinggi, dan sindrom metabolik. "Yang benar-benar menarik adalah penelitian menunjukkan, peningkatan jumlah lemak perut dan lemak densitas rendah dikaitkan dengan faktor risiko penyakit jantung," ujar Caroline Fox, peneliti senior yang pernah melakukan penelitian di US National Heart, Lung, dan Blood Institute.

Penelitian juga menunjukkan, mereka yang jumlah lemak di perutnya tinggi, berisiko mengalami peningkatan gula darah, dan rendahnya tingkat Kolesterol HDL.

Namun, menurut peneliti, meski lemak di perut berkaitan dengan penyakit kardivaskular, bukan berarti lemak di perut selalu menyebabkan penyakit jantung. Perlu adanya penelitian lebih lanjut.

Peneliti mengatakan, menghitung jumlah lemak di tubuh, termasuk di perut dapat dilakukan dengan mengukur indeks massa tubuh. Idealnya, lingkar perut wanita tak lebih dari 80 cm dan pria tak lebih dari 90 cm.

(Dian Maharani)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×