kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.142.000 0,35%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ini Sejarah Aspirin, Manfaat, Dosis, dan Efek Samping


Rabu, 10 Januari 2024 / 05:05 WIB
 Ini Sejarah Aspirin, Manfaat, Dosis, dan Efek Samping
ILUSTRASI. Aspirin Obat Pehilang Rasa Sakit, Ini Asal-Usul, Manfaat, Dosis, dan Efek Samping


Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - Obat Aspirin, atau yang juga dikenal sebagai asetilsalisilat, adalah obat yang banyak digunakan untuk mengurangi rasa sakit, mengurangi peradangan, menurunkan demam, dan mencegah pembekuan darah berlebih.

Obat ini telah menjadi salah satu yang paling populer dan banyak digunakan di dunia.

Nah, merangkum banyak informasi dari pelbagai sumber terpercaya, artikel pendek ini akan membahas asal usul aspirin, manfaatnya, cara kerja, dosis yang umum, serta efek samping yang perlu diperhatikan.

Asal Usul

Sejarah aspirin dapat ditelusuri hingga ribuan tahun yang lalu. Pada zaman kuno, manusia menggunakan kulit pohon willow (salix) yang mengandung senyawa mirip dengan asetilsalisilat untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk demam dan nyeri.

Pada tahun 1897, ilmuwan Jerman bernama Felix Hoffmann berhasil mensintesis asetilsalisilat dalam bentuk yang lebih stabil dan efektif. Ini memberikan dasar bagi pengembangan aspirin modern.

Baca Juga: Amlodipine Obat Darah Tinggi, Ini Kegunaan, Dosis, dan Efek Sampingnya

Manfaat

Aspirin memiliki sejumlah manfaat yang telah terbukti secara medis. Beberapa manfaat utama dari penggunaan aspirin meliputi:

  • Pereda Nyeri: Aspirin digunakan untuk mengurangi nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, dan nyeri menstruasi.
  • Antiinflamasi: Aspirin memiliki efek antiinflamasi yang membantu mengurangi peradangan pada kondisi seperti arthritis, tendinitis, atau peradangan lainnya.
  • Antipiretik: Aspirin dapat menurunkan demam dan membantu mengatasi gejala demam yang disebabkan oleh berbagai penyakit.
  • Pencegahan Penyakit Kardiovaskular: Dalam dosis rendah, aspirin digunakan sebagai pengobatan pencegahan untuk mengurangi risiko serangan jantung dan stroke pada individu dengan kondisi kardiovaskular tertentu.

Baca Juga: Cara Menurunkan Berat Badan Secara Alami: Tips Efektif Mencapai Tubuh Ideal

Cara Kerja

Aspirin bekerja melalui mekanisme yang kompleks. Senyawa asetilsalisilat dalam aspirin menghambat enzim siklooksigenase (COX), yang bertanggung jawab atas produksi prostaglandin.

Prostaglandin adalah senyawa yang berperan dalam merespons rasa sakit, peradangan, dan demam. Dengan menghambat produksi prostaglandin, aspirin membantu mengurangi rasa sakit, peradangan, dan demam.

Selain itu, aspirin juga memiliki efek antiplatelet, yaitu mencegah penggumpalan darah. Ini berarti aspirin menghambat agregasi platelet, yang dapat mencegah pembentukan bekuan darah yang berlebihan dan mengurangi risiko pembekuan yang tidak diinginkan dalam pembuluh darah.

Baca Juga: Kenali 7 Tanaman untuk Mengobati Luka Luar dengan Efektif

Dosis Penggunaan

Dosis aspirin dapat bervariasi tergantung pada kondisi medis individu, usia, dan instruksi dokter. Berikut adalah beberapa dosis umum aspirin:

  • Pereda Nyeri dan Antipiretik: Untuk dewasa, dosis aspirin biasanya berkisar antara 325 mg hingga 1000 mg setiap 4 hingga 6 jam, sesuai kebutuhan. Namun, penting untuk tidak melebihi dosis harian maksimum yang direkomendasikan (biasanya 4000 mg).
  • Pencegahan Penyakit Kardiovaskular: Dalam konteks pencegahan, dosis rendah aspirin sekitar 75 mg hingga 100 mg per hari dapat direkomendasikan oleh dokter. Namun, keputusan dosis harus dibuat setelah berkonsultasi dengan profesional medis.

Baca Juga: Captopril Obat Hipertensi yang Populer, Ketahui Dosis dan Efek Samping!

Efek Samping

Meskipun aspirin memiliki manfaat yang signifikan, penggunaannya juga dapat menyebabkan efek samping tertentu. Beberapa efek samping yang umum meliputi:

  • Masalah Lambung: Penggunaan aspirin dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat menyebabkan iritasi lambung, tukak lambung, atau bahkan perdarahan lambung.
  • Reaksi Alergi: Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap aspirin, yang dapat menyebabkan gejala seperti ruam kulit, gatal-gatal, sesak napas, atau pembengkakan wajah.
  • Risiko Sindrom Reye: Penggunaan aspirin pada anak-anak dan remaja dengan infeksi virus, terutama flu, dapat meningkatkan risiko Sindrom Reye yang jarang tetapi serius, yang mempengaruhi hati dan otak.

Harap diingat bahwa sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter atau profesional medis sebelum menggunakan aspirin atau obat apa pun, untuk mendapatkan dosis dan informasi yang tepat berdasarkan kondisi kesehatan individu Anda.

Sebagian Tautan Rujukan:

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×