Apapun variannya, 3T hingga vaksinasi menjadi senjatanya

Rabu, 01 Desember 2021 | 09:20 WIB   Reporter: Achmad Jatnika
Apapun variannya, 3T hingga vaksinasi menjadi senjatanya

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Adanya varian Covid-19 omicron saat ini menjadi perhatian Internasional dan nasional. Bahkan, dalam upaya pencegahan risiko menyebarnya varian ini di dalam negeri, pemerintah menutup masuknya warga negara asing dari beberapa negara yang terindikasi varian ini, seperti Afrika Selatan.

Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia, Dicky Budiman mengungkapkan bahwa kecepatan varian ini bertransmisi menjadi ancaman serius, dan kita tidak perlu menunggu dampak besarnya.

“Dari masalah data infeksi dan menular akan membuat beban faskes lebih banyak. akan meningkatkan potensi orang meninggal. Semakin cepat menginfeksi semakin banyak orang terinfeksi,” katanya kepada Kontan, Selasa (30/11).

Dalam menghadapi varian omicron ini, Dicky menjelaskan bahwa sikap yang perlu diambil adalah variant of concern sehingga perlu direspons serius, misalnya dengan menerapkan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment), serta vaksinasi.

Baca Juga: Apa arti Omicron? Inilah alasan penamaan varian terbaru virus corona oleh WHO

“Apapun variannya itu senjatanya. Tapi harus dilakukan konsisten dengan komitmen tinggi, dan sabar jangan grasak-grusuk, nah ini yang jadi masalah,” tambahnya.

Mudah tidaknya virus ini menginfeksi, Dicky melihat perlu adanya intervensi dari pihak pemerintah di lokasi tersebut. Perilaku masyarakat dalam memakai masker, menjaga jarak, dan status vaksinasi orang tersebut juga perlu menjadi perhatian. “Bagaimana 3T di wilayah itu, 5M di wilayah itu, dan bagaimana vaksinasi di wilayah itu,” katanya.

Selain itu, Dicky juga mengatakan untuk melakukan pencegahan, karena virus ini hanya bisa bermutasi kalau ada di dalam tubuh manusia atau hewan. 

“Pada manusia kuatkan pencegahan dengan 3T, 5M, vaksinasi tadi. Pola hidup lebih bersih. Termasuk di hewan sebaiknya dilakukan surveillance,” imbuh Dicky.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Selanjutnya: Sah, ini UMP-UMK Jawa Tengah 2022, tertinggi Semarang terendah Banjarnegara

Editor: Tendi Mahadi
Terbaru