Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.148
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Apa itu penyakit pankreas, berikut penjelasan singkatnya

Sabtu, 29 Desember 2018 / 07:00 WIB

Apa itu penyakit pankreas, berikut penjelasan singkatnya

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pankreas adalah salah satu organ tubuh yang memiliki peranan penting untuk menjalankan fungsi dari endokrin dan eksokrin. Endokrin bertugas mengeluarkan hormon insulin kemudian akan mengubah gula menjadi sumber energi bagi tubuh.

Sedangkan eksokrin adalah kelenjar yang berfungsi mengeluarkan enzim, seperti misalnya kelenjar lendir, kelenjar minyak, kelenjar air mata, dan sebagainya.

Dr. Fajar Firsyada, Sp.B(k)BD, Dokter Spesialis Bedah Digestif dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Barat menjelaskan, penyakit pankreas ini terjadi akibat adanya gangguan fungsi endokrin ataupun eksokrin dari organ pankreas.

“Apabila ada gangguan endokrin pankreas salah satunya adalah insulin yang menyebabkan penyakit Diabetes Mellitus dan bilaman terjadi gangguan fungsi eksokrin dapat menimbulkan penyakit seperti Pankreastitis,” ujarnya melalui keterangan yang diterima Kontan.co.id.

Penyebab dan gejala penyakit pankreas

Dr. Fajar Firsyada, Sp.B(k)BD mengatakan, penyebab dan gejala dari penyakit pankreas ini tergantung dari jenis penyakit pankreas itu sendiri, misalnya:

•             Diabetes Mellitus (DM) apabila terdapat keluhan klasik 3P (poliuri, polidipsi, polifagi). Poliuri adalah sering berkemih terutama pada malam hari, polidipsi adalah rasa haus terus menerus, polifagi adalah makan yang berlebihan. Selain itu, pada pemeriksaan laboratorium terdapat peningkatan kadar gula darah puasa dan peningkatan Hba1c.

•             Pankreastitis apabila ditandai dengan nyeri pada perut khususnya didaerah epigastrium dan ditandai dengan peningkatan kadar amilase dan lipase darah.

Hindari penyakit pankreas

Untuk menghindari atau mencegah penyakit pankreas ini, dr. Fajar Firsyada, Sp.B(k)BD menyarankan untuk membatasi atau mengurangi makanan yang tinggi karbohidrat atau gula, sehingga beban kerja pankreas tidaklah berat.

“Mulai kurangi makanan berkarbohidrat untuk mengurangi risiko Diabetes Mellitus sedangkan pada kasus pankreastitis ini fungsi eksokrin dan endokrin diistirahatkan dengan cara mengurangi konsumsi karbohidrat dan kurangi lemak,” jelasnya.

Bilamana seseorang sudah mengalami gangguan pankreas maka pengobatan yang dilakukan adalah pengobatan yang sesuai dengan jenis masalah di pankreasnya.

Misalnya pada kasus Diabetes Mellitus (DM) ini terapi DM termasuk pada pengaturan makan dan olah raga yang teratur. Namun bila penyakit pankreas itu berupa tumor atau kanker, maka pengobatannya dengan cara operasi.


Reporter: Yudho Winarto
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0716 || diagnostic_web = 0.3253

Close [X]
×