CLOSE [X]

Apa Itu Penyakit Lupus? Berikut Gejala dan Faktor Pencetusnya

Rabu, 25 Mei 2022 | 16:41 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Apa Itu Penyakit Lupus? Berikut Gejala dan Faktor Pencetusnya

ILUSTRASI. Penyakit lupus.


KONTAN.CO.ID - Penyakit lupus adalah salah satu penyakit autoimun. Namun, apa itu penyakit lupus?

Dirangkum dari laman resmi Perhimpunan Reumatologi Indonesia, autoimun adalah kondisi di mana sistim imun di dalam tubuh tidak mampu membedakan antara kuman dan benda asing dari luar tubuh dengan sel-sel atau jaringan tubuh sendiri. Sehingga, sistim imun menyerang sel-sel dan jaringan tubuh sendiri.

Selain itu, istilah lain penyakit lupus adalah penyakit seribu wajah karena penampilan penyakitnya, gejala, dan tanda-tandanya sangat beragam dan banyak menyerupai penyakit lainnya. 

Baca Juga: Ciri-Ciri Usus Bermasalah dan Tidak Sehat, Bisa Deteksi Kanker dll

Gejala penyakit lupus adalah tidak khas, samar-samar, yang menyebabkan kesulitan dalam mengenali penyakit ini.

Lupus banyak dijumpai pada wanita, terutama wanita usia reproduktif  dibanding laki-laki, dan umur terbanyak adalah pada 15-45 tahun, namun demikian pada anak-anak dan usia lanjut juga bisa ditemukan.

Tidak ada satu pun pemeriksaan laboratorium tunggal yang dapat memastikan seseorang menderita lupus. Banyak penderita mengalami gejala-gejala penyakit lupus untuk beberapa tahun lamanya, sebelum mereka betul-betul ditetapkan menderita lupus.

Baca Juga: Simak 6 Penyebab Benjolan di Leher yang Perlu Anda Ketahui

Penyebab penyakit lupus dan faktor pencetusnya

Penyakit lupus adalah penyakit yang kompleks dan sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti seseorang menderita lupus. 

Namun demikian, kombinasi dari berbagai faktor antara lain lingkungan, hormonal, kelainan pada sistim imun, dan faktor genetik diduga menjadi penyebab lupus. 

Faktor lingkungan penyebab lupus adalah paparan sinar matahari, merokok, stres, obat-obatan tertentu, dan infeksi virus. Selain itu, faktor yang berperan penting sebagai penyebab lupus adalah faktor genetik. 

Meskipun demikian, tidak semua orang yang punya kecenderungan (predisposisi) genetik akan menderita lupus. Hanya sekitar 10% penderita lupus mempunyai orang tua atau saudara kembar yang juga menderita lupus. 

Beberapa faktor penyebab lupus adalah paparan sinar matahari, kerja berat dan kurang istirahat, mengalami stres, menderita infeksi, trauma, menghentikan obat-obat lupus, dan penggunaan obat-obat tertentu.

Baca Juga: Inilah 5 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal yang Mengganggu

Gejala penyakit lupus 

Gejala penyakit lupus berbeda antara satu penderita dengan penderita lain. Bahkan dikatakan, tidak ada dua orang yang mempunyai gejala penyakit lupus yang sama. Beberapa penderita hanya memiliki sedikit gejala penyakit lupus, sementara yang lainnya muncul dengan banyak gejala. 

Gejala dapat hilang timbul. Pada saat gejala muncul atau bertambah berat (flare) penderita merasa sakit, dan pada saat gejala menghilang (remisi) penderita merasa sehat.

Gejala penyakit lupus yang umum ditemukan pada penderita lupus antara lain:

  • Nyeri dan kekakuan pada sendi tanpa disertai dengan pembengkakan, nyeri dan kelemahan pada otot. 
  • Demam yang tidak diketahui sebabnya. 
  • Perasaan sangat lelah. 
  • Bercak kemerahan pada muka yang menyerupai kupu-kupu ataupun bercak kemerahan pada kulit di tempat lain. 
  • Penurunan berat badan.
  • Sel darah merah yang rendah. 
  • Gangguan berpikir/mengingat ataupun kebingungan.
  • Gangguan pada ginjal. 
  • Nyeri dada pada waktu menarik napas yang dalam.
  • Timbul bercak kemerahan pada kulit jika terpapar sinar matahari. 
  • Rambut rontok. 
  • Ujung jari tangan atau kaki pucat atau keunguan jika terkena hawa dingin. 
  • Sementara gejala-gejala yang jarang adalah gangguan pembekuan darah, kejang-kejang, sariawan pada mulut atau hidung yang tidak nyeri, sakit kepala, kelumpuhan pada anggota gerak (stroke), mata kering dan gangguan kejiwaan berupa perasaan sedih. 

Demikian, penjelasan mengenai penyakit lupus dan juga gejala serta faktor pencetusnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru