kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Anosmia Bukan Gejala Umum Varian Omicron, Lantas Apa Saja Gejalanya?


Jumat, 24 Desember 2021 / 10:34 WIB
Anosmia Bukan Gejala Umum Varian Omicron, Lantas Apa Saja Gejalanya?
ILUSTRASI. Varian Omicron disebut lebih menular dibandingkan varian Delta.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Virus corona varian omicron ramai dibahas beberapa waktu belakangan. Pasalnya, varian Omicron disebut lebih menular dibandingkan varian Delta. 

Peneliti dari Swiss bahkan memprediksi bahwa varian Omicron 500 persen lebih menular, sehingga ahli mengimbau agar masyarakat memahami dan mengenali gejala hingga cara mencegahnya. 

Para peneliti mengungkapkan bahwa terjadi ledakan kasus Covid-19 hingga 100 kali lipat di Afrika Selatan pada November 2021 lalu, yang dipicu oleh virus corona varian Omicron. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan bahwa varianOmicron dideteksi pertama kali di Afrika Selatan, dan kini sudah ada 89 negara yang melaporkan kasus varian vrius baru, termasuk di Indonesia. 

Baca Juga: 7 Skenario Pemerintah Jika Kasus Omicron Melonjak di Indonesia

Kementerian Kesehatan RI pada Selasa (21/12/2021) melaporkan kasus Omicron di Indonesia bertambah 2 orang. Sehingga sampai saat ini jumlah kasus Omicron di Indonesia menjadi 5 orang. Di sisi lain, WHO menyatakan informasi yang saat ini tersedia masih minim. 

Sementara, data epidemiologis yang diperoleh dari Afrika Selatan tidak bisa digunakan untuk memastikan seberapa besar tingkat penularan dari varian Omicron. 

Para ahli mengatakan varian Omicron lebih menular dari varian lainnya, yang diduga menjadi pemicu ledakan kasus, yang tak hanya terjadi di Afrika Selatan. Inggris juga mencatat lonjakan kasus Covid-19 akibat varian B.1.1.529 tersebut. 

Sementara ini, WHO menduga mutasi virus corona tersebut akan menyebabkan angka kasus yang lebih tinggi dibandingkan varian sebelumnya, mengingat varian Omicron lebih menular dari virus aslinya, bahkan disebut 500 persen lebih menular dari varian Delta. 

Baca Juga: Tito Karnavian Terbitkan Edaran Pencegahan dan Penanggulangan Omicron, Ini Isinya


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×