Anda Punya Masalah Bau Badan? 5 Bahan Alami Ini Bisa Bantu Atasi Bau Badan

Senin, 07 November 2022 | 19:05 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Anda Punya Masalah Bau Badan? 5 Bahan Alami Ini Bisa Bantu Atasi Bau Badan

ILUSTRASI. Anda Punya Masalah Bau Badan? 5 Bahan Alami Ini Bisa Bantu Atasi Bau Badan.

KONTAN.CO.ID -  Masalah bau badan sering membuat penderitanya menjadi tidak percaya diri dan minder. Selain menggunakan bahan kimia, ada beberapa bahan alami yang bisa membantu mengurangi masalah bau badan.

Bersumber dari situs Universitas Medan Area (UMA), Hampir keseluruhan bagian tanaman tersebut dapat dimanfaatkan sebagai penanggulangan bau badan mulai dari bunga, biji, akar, hingga daun dan batang yang masih lunak. '

Ada berbagai cara untuk memanfaatkan tanaman tersebut seperti dilalap mentah, direbus, atau diolah sebagai sayuran (urap atau salad), tergantung pada jenis tanaman yang digunakan.

Contohnya seperti tanaman kecombrang. Masyarakat Sumatra Utara menggunakan kecombrang untuk mengatasi bau badan. Aromanya yang khas juga dapat menambah selera makan. 

Baca Juga: Catat, Ini Cara Beli e-Meterai dan Membubuhkannya di Dokumen PPPK 2022

Bagian yang digunakan pada tanaman kecombrang yaitu bunga, maupun batang yang masih muda (lunak). Manfaatnya adalah untuk menghilangkan bau amis sewaktu mamasak ikan (arsik ikan mas). 

Selain dari itu kecombrang dapat juga dioleskan ke bagian tubuh tertentu ataupun dengan cara digosokkan ke badan pada saat mandi. 

Berikut ini beberapa tanaman yang bisa membantu mengatasi masalah bau badan secara alami.

Kecombrang 

Tanaman obat ini memiliki banyak nama seperti honje (Sunda), kincung (Medan), siantan (Malaya) dan Thailand menyebutnya kaalaa. Tanaman dengan nama latin Nicolaia speciosa termasuk famili Zingiberaceae

Bunga kecombrang selain digunakan mengatasi bau badan, juga dapat memperbanyak air susu ibu (ASI), membersihkan darah. 

Kandungan bahan aktif yang terdapat dalam tanaman adalah saponin, flavonoid, polifenol dan minyak atsiri. 

Cara menggunakan yaitu kurang lebih 100 gram bunga segar kecombrang dikukus sampai matang, dimakan pagi dan sore hari sebagai sayuran.

Kemangi

Tanaman kemangi, mempunyai komposisi kimia utama minyak selasih yang mengandung citral 43,45 persen dan geraniol 21-23 persen dan kadar minyak atsiri hasil penyulingan 0,28 persen. 

Sedangkan kandungan dari citral biasa digunakan untuk penyedap makanan dan minuman (cullinary herb), biasa digunakan pada tipe kandungan citral tinggi.

Citral (C10H16O) merupakan aldehid dari geraniol dan bersifat volatil (mudah menguap) berwarna kuning muda dan beraroma lemon. 

Geranol (C10H18O) tidak berwarna dan beraroma seperti bunga mawar dan banyak digunakan untuk bahan parfum. Oleh karena itu kemangi dengan kandungan geraniol tinggi berpeluang digunakan untuk bahan parfum.

Baca Juga: PPPK Nakes 2022: Syarat, Jadwal, dan Cara Cek Status Peserta Seleksi

Tanaman dengan nama latin Ocimum basilicum L. ini sudah tidak asing lagi di daerah Jawa Barat (Sunda). 

Daunnya bisa disantap sebagai lalap, karena khasiatnya juga sebagai penambah selera makan dan aromanya seperti aroma jeruk. 

Kemangi berkhasiat sebagai pencegahan bau badan. Di samping itu baik juga bagi perempuan yang sedang mengalami menstruasi, bila menggunakan daun kemangi kurang lebih 50 - 100 gram pagi dan sore. 

Anda bisa terhindari dari bau yang keluar dari tubuh selama haid. Beberapa spesies dari genus ini di dunia perdagangan dikenal sebagai penghasil minyak atsiri yang penggunaannya untuk industri parfum, farmasi, industri makanan/minuman sebagai flavor.

Beluntas 

Nama lain dari tanaman obat ini diantaranya lantasa (Makasar), luntas (Jawa Tengah), sedang di Jawa Barat disebut beluntas (Sunda). 

Beluntas (Pluchea indica Less), termasuk famili Asteraceae. Tanaman ini biasa digunakan sebagai pagar hidup untuk menambah tanaman obat keluarga.

Manfaat daun beluntas selain menghilangkan bau badan juga dapat menurunkan panas, obat batuk, keputihan, malaria, mulut bau, nyeri pinggang, rematik dan pencernaan. 

Penggunaannya yaitu sekitar 100 gram daun segar dicuci dan dimasak setelah matang airnya diminum sehari dua kali sama banyak pagi dan sore, sedangkan hasil rebusan dijadikan sayuran. 

Daun beluntas yang masih segar memiliki rasa getir dan bau yang khas, jika menggunakan daun beluntas segar dapat juga mengurangi bau mulut.

Pada daun dan bunga mengandung saponin, flavonoid, dan pholifenol. Di samping itu juga mengandung alkali yang bertindak sebagai antiseptik. 

Komponen kimianya antara lain: amino (leusin, isoleusin, triptopfan, treonin), lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A dan C.

Jeruk Nipis

Di Asia Tenggara jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) digunakan sebagai penyedap makanan dan berbagai macam obat tradisional yang sudah diketahui khasiatnya. 

Bagian tanaman yang sering dimanfaatkan adalah buahnya yang mempunyai sari buah sangat asam, mengandung asam sitrat 7-8 persen dari bobot buah sebanyak 41 persen. Rendemen kulit yang terdapat dalam buah sekitar 26,7 persen. 

Komponen kimia pada kulit jeruk nipis antara lain monoterpen, limonen dan ikatan senyawa-senyawa hidrokarbon, yang teroksigenasi seperti alkohol dan aldehid.

Dari 100 gram buah jeruk nipis mengandung vitamin C 27 mg, kalsium 40 mg, fosfor 22 mg, hidrat arang 12,4 g, vitamin B 0,04 mg, zat besi 0,6 mg, lemak 0,1 mg, kalori 37 g, protein 0,8 g dan mengandung air 86 g. 

Adapun unsur-unsur senyawa kimia yang terdapat pada ekstrak jeruk nipis dipercaya dapat mengatasi bau badan. Namun secara pasti belum teridentifikasi, dari beberapa literatur menyatakan bahwa adanya larutan zat-zat asam, lemak dan protein pada ekstrak jeruk nipis.

Cara penggunaannya yang dilakukan oleh masyarakat dapat secara konvensional, yaitu air jeruk nipis di campur dengan sedikit tawas atau kapur sirih lalu digosokkan kebagian tertentu seperti ketiak. 

Anda juga bisa mencampurkan satu buah jeruk nipis dan 3-5 lembar daun sirih dengan cara direbus sampai mendidih kemudian dicampur air dingin secukupnya digunakan untuk mandi.

Baca Juga: Banyak Posisi Buat Fresh Graduate, Cek Lowongan Kerja di Bank BCA Ini

Sirih 

Daun sirih sudah lama dikenal masyarakat sebagai tanaman obat tradisional. Di wilayah Jawa Barat, daun sirih dikenal disebut sereh (Sunda), suruh atau sedah di Jawa Tengah, dan demban di Batak. 

Daun sirih (Piper bettle L) sudah digunakan masyarakat kita dari sejak dahulu sampai sekarang karena khasiatnya sebagai tanaman obat juga sebagai antiseptik yang di dalamnya ada kandungan minyak atsiri yang memiliki daya membunuh kuman (bakteri) dan jamur.

Kandungan kimia pada daun sirih adalah saponin, flavonoid dan pholifenol juga mengandung minyak atsiri estragol, terpenena, seskuiterpena, fenil propana, tanin, gula, pati dan asam amino juga vitamin C. 

Selain membantu menghilangkan bau badan, sirih juga dimanfaatkan untuk mengurangi produksi ASI yang berlebihan, keputihan, sakit jantung, sifilis, biduran, diare, mengurangi pendarahan gusi, mimisan, sakit gigi berlubang, bronkhitis, batuk, sakit mata, gatal-gatal, menghilangkan bau mulut dan menghilangkan jerawat.

Penggunaan daun sirih dapat disesuaikan dengan jenis penyakit yang dideritanya. Untuk menghilangkan bau badan dapat dipakai 5-7 lembar daun segar ditambah 2 gelas air, direbus hingga menjadi 1 gelas, bau khas, dan rasa pedas, sedikit getir dan hangat diminum, sekali seminggu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru