kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Anatomi miss V pengaruhi orgasme wanita


Rabu, 11 Mei 2016 / 21:20 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Ukuran kelamin pria sering dianggap sebagai kunci orgasme pada wanita. Ternyata, puncak kepuasan seks pada wanita ditentukan oleh anatomi vagina pemiliknya.

Dailymail.co.uk melansir, sebuah penelitian Departmen of Anatomy Indiana University mengungkap rahasia orgasme pada wanita adalah jarak antara klitoris dan saluran kemih. Makin jauh klitoris dari saluran kemih, makin sulit pemiliknya mencapai orgasme.

“Jarak ideal antara klitoris dan saluran kemih adalah kurang dari atau sama dengan 2,5 cm. Pada jarak tersebut, wanita bisa menikmati gesekan yang terjadi selama proses penetrasi sehingga mencapai orgasme,” papar Leslie Hoffman yang memimpin penelitian ini.

Jika jaraknya lebih dari 2,5 sentimeter maka kepekaan akan rangsangan berkurang. Berkurangnya rangsangan artinya memperkecil kemungkinan mencapai orgasme.

Secara terpisah, Elisabeth Lloyd dari Kinsey Intitute for Research in Sex, Gender, dan Reproduction mengatakan kalau wanita yang memiliki jarak 3 cm bisa dibilang mustahil mengalami orgasme ketika berhubungan seks. Alasannya, dibutuhkan rangsangan untuk mencapai puncak kenikmatan seksual. Tanpa rangsangan maka tak ada orgasme.

“Anatomi vagina menentukan. Ukuran penis dan kemampuan pria menggunakannya tetap punya peran, tapi tak signifikan,” imbuh Elisabeth.

(Michael Metekohy)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×