kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Anak bisa bantu berhenti merokok


Jumat, 16 Oktober 2015 / 14:20 WIB
Anak bisa bantu berhenti merokok


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Anak-anak usia sekolah secara tidak langsung ternyata bisa membantu orangtuanya berhenti merokok.

Caranya pun bukan anak melarang orangtuanya merokok.

Dikutip dari Livescience.com, sebuah penelitian di Amerika Serikat (AS) mengungkapkan, anak berperan dalam membantu orangtua benar-benar berhenti merokok ketika ayah atau ibunya menjelaskan bahaya merokok kepada anak-anaknya.

Berbicara kepada anak mengenai bahaya merokok bisa memperkuat identitas orangtua sebagai non-perokok. 

"Penelitian kami penting karena menunjukkan pendekatan yang baru untuk membantu orang dewasa, khususnya orangtua dari anak-anak usia sekolah untuk berhasil berhenti merokok," kata Christine Jackson, ketua peneliti dari RTI International.

Penelitian ini melibatkan 700 mantan perokok dan juga anak-anaknya.

Sebagian responden diberi materi edukasi bahaya merokok untuk dijelaskan kepada anak-anak.

Responden lainnya tidak diberi bantuan materi edukasi.

Peneliti meminta para orangtua tersambung dalam hotline berhenti merokok di AS untuk mengetahui bagaimana percakapan mereka dengan anak-anak berusia 8-10 tahun.

Para orangtua dalam penelitian ini rata-rata berusia sekitar 37 tahun dan telah mencoba merokok ketika masih berusia 16 tahun.

Kebanyakan juga telah mencoba untuk berhenti dengan mengurangi konsumsi rokok per hari.

Dalam penelitian setahun kemudian, kelompok orangtua yang diberi materi edukasi bahaya merokok berhasil berhenti merokok.

Namun, dalam penelitian akhir, hanya 465 orangtua yang masih terpantau oleh peneliti.

Memberi tahu bahaya merokok kepada anak-anak bisa memperkuat keyakinan orangtua untuk tak kembali merokok.

Bricker, anggota tim peneliti, menambahkan, manusia cenderung ingin bertindak konsisten dengan apa yang mereka ajarkan kepada orang lain.

"Dengan mengajarkan kepada anak, Anda akan menganggap diri Anda lebih akuntabel. Jika Anda mengajarkannya, Anda akan mungkin untuk melakukannya pada diri sendiri," jelas Bricker.

Christine menambahkan, membahas bahaya merokok kepada anak juga mencegah anak-anak merokok kemudian hari.

Ketika orang tua berhenti, anak-anak yang merokok di usia remaja kemungkinan juga akan berhenti merokok.

(Dian Maharani)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×