kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Alpukat Bikin Turun atau Naik Berat Badan?


Kamis, 12 Januari 2023 / 15:20 WIB
Alpukat Bikin Turun atau Naik Berat Badan?
ILUSTRASI. Alpukat, buah yang bisa membantu menurunkan berat badan.


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Alpukat buah yang padat nutrisi, namun tinggi kalori. Alpukat bermanfaat untuk menurunkan atau menaikkan berat badan? 

Alpukat sering direkomendasikan untuk orang-orang yang sedang diet. Alasannya alpukat dipercaya bisa membantu menurunkan berat badan. 

Baca Juga: Ingin Ginjal Sehat? Lakukan 8 Aktivitas Ini Setiap Hari

Benarkah alpukat efektif menurunkan berat badan? 

Mengutip dari Healthline, sebuah penelitian observasi besar meneliti pola nutrisi orang Amerika. Orang yang makan alpukat cenderung memiliki pola makan yang lebih kaya nutrisi, risiko sindrom metabolik yang lebih rendah, dan berat badan yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak makan alpukat. 

Sebuah penelitian besar menunjukkan bahwa orang yang rutin makan alpukat memiliki kemungkinan sampai 9% lebih kecil untuk mengalami kelebihan berat badan atau obesitas selama 4 sampai 11 tahun dibandingkan dengan mereka yang tidak makan alpukat secara teratur. 

Ini alasan alpukat bisa membantu menurunkan berat badan: 

  • Alpukat bisa meningkatkan laju pembakaran lemak
  • Alpukat bisa membuat tubuh membakar lebih banyak kalori setelah makan 
  • Alpukat bisa mengurangi nafsu makan dan mengurangi keinginan untuk makan setelah makan 

Hasil penelitian 

Dalam sebuah penelitian, mengonsumsi satu buah alpukat setiap hari bersama dengan diet rendah kalori mendukung penurunan berat badan dan mengubah mikrobiota usus orang yang menderita kelebihan berat badan dan obesitas. 

Penelitian lain menunjukkan bahwa oran yang mengonsumsi alpukat setiap hari kehilangan lemak perut dalam jumlah yang signifikan. 

Sedangkan, mereka yang tidak mengonsumsi alpukat tidak mengalami perubahan lemak perut. 

Namun, mengonsumsi alpukat tidak berpengaruh signifikan terhadap sensitivitas insulin. 

Sebuah penelitian pada hewan menemukan bahwa tikus yang diberi ekstrak alpukat dengan diet tinggi lemak mendapatkan lebih sedikit lemak tubuh. 

Alpukat tinggi kalori 

Alpukat merupakan buah yang relatif tinggi lemak dan juga tinggi kalori. Dalam 100 gram alpukat memiliki sekitar 160 kalori.  

Mengingat alpukat yang memiliki kalori tinggi, Anda sebaiknya membatasi jumlah konsumsinya. 

Sebab, faktor terbesar penurunan berat badan adalah jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh. 

Baca Juga: Mengobati Radang Sendi, Ini Manfaat Kolang Kaling untuk Kesehatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×