Alergi musim dingin, kok bisa?

Minggu, 06 Maret 2016 | 13:20 WIB Sumber: Tabloid Nova
Alergi musim dingin, kok bisa?


Jakarta. Di musim penghujan ini, hujan bisa datang kapan saja. Suhu lingkungan juga lebih dingin, serta hembusan yang lebih kencang.

Padahal, banyak orang yang alergi dengan suhu dingin. Tak jarang pun, orang yang alergi dengan dingin, jadi lebih gampang sakit saat musim penghujan. Kenapa hal itu bisa terjadi?

Dikutip dari WebMD.com, berikut 3 penyebab alergi cuaca dingin dan musim hujan yang perlu diwaspadai sedini mungkin.

Partikel debu yang berterbangan

Debu bisa saja berasal dari jalanan, asap kendaran bermotor, kotoran atau polusi udara, debu yang disimpan perabotan rumah tangga dan masih banyak lainnya. Karena partikel yang sangat kecil dan tidak terlihat itu, debu bisa saja masuk melalui berbagai rongga tubuh dan memicu alergi.

Jamur

Jamur bisa saja menginfeksi tubuh manusia di mana saja. Jamur bisa berasal rumah Anda sendiri bahkan kamar atau tempat tidur Anda. Umumnya tempat bersuhu lembap seperti garasi, kebun, kamar mandi dan lantai balkon menyimpan jamur dan bakteri pemicu alergi.

Binatang

Banyak orang tidak mengalami alergi dengan bulu binatang atau hewan peliharan. Namun, sebagian kerap terserang alergi saat terkena protein atau cairan alami hewan pelihaaraan seperti urin, air liur dan sebagainya.

Gejala alergi cuaca dingin dan musim hujan:

Dari ketiga penyebab di atas, biasanya alergi berupa batuk-batuk, sesak napas, lingkaran gelap di area mata, kantung mata, mata berair, hidung tersumbat atau meler, menggigil, bersih-bersin, demam, mata gatal dan merah.

Bagaimana mendiagnosis alergi cuaca dingin dan musim hujan?

Bila gejala tersebut berlangsung selama satu minggu penuh, maka segera temui dokter. Paparkan apa saja sejarah kesehatan dan alergi yang mengidap Anda dan keluarga Anda.

Biasanya Anda disarankan melakukan tes alergi untuk melihat reaksi terparah yang mungkin saja bisa disebabkan. Hal ini baik untuk mengetahui solusi yang paling tepat termasuk konsumsi obat-obatan. Tes alergi juga bisa didiagnosis dengan tes darah.

(Ridho Nugroho)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru