kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.335
  • EMAS679.000 -0,29%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Agar ngemil tak jadi masalah

Jumat, 10 Februari 2017 / 11:43 WIB

Agar ngemil tak jadi masalah

JAKARTA. Konsumsi camilan atau makanan ringan sering disebut sebagai penyebab kegemukan. Padahal camilan memiliki fungsi menjaga berat badan. Pasalnya, manfaat camilan adalah mengontrol pola makan yang berantakan saat seseorang makan makanan berat.

Karena itu, tidak ada yang salah dengan camilan. Ahli Gizi Independen Wardina Humayrah mengatakan asupan nutrisi yang seimbang merupakan salah satu kunci untuk menjaga kesehatan tubuh. Termasuk dengan mengatur camilan yang tepat baik dari sisi jenis nutrisi maupun takarannya.


Mengatur camilan memiliki sejumlah manfaat yang baik bagi tubuh. Diantaranya membantu menjalankan diet sehat. Kebiasaan ngemil di antara waktu jam makan berat justru bisa membantu mengurangi nafsu makan berlebih. "Sehingga pas makan berat jumlah makanan bisa lebih dikontrol," kata Wardina.

Bagi penderita diabetes, camilan juga sangat penting. Sebab penurunan kadar gula dalam tubuh yang secara tiba-tiba dapat membahayakan gangguan kesehatan. Seperti tiba-tiba pusing, tubuh gemetar atau tremor serta hypnea atau sesak nafas. Untuk menaikkan kembali kadar gula dalam darah diperlukan camilan sehat dengan kandungan karbohidrat tertentu.

Pada saat diet, makan camilan juga disarankan karena membantu perut terasa kenyang dan tidak mudah lapar. Sehingga bisa menghindari dari makan yang berlebihan.

Nah agar tidak salah kaprah, mengonsumsi makanan ringan juga harus ada takarannya dan tidak asal ngemil. Sebaiknya, tetap perhatikan jenis gizi yang ada dalam camilan yang dimakan. Misalnya memilih camilan yang rendah kalori dan gula namun tinggi serat. Selain lebih sehat, kandungan serat juga membuat perut terasa lebih penuh.

 

Pilihan jenis makanan

Contoh camilan yang bisa dipilih adalah kacang-kacangan. Jenis makanan ini merupakan sumber protein yang mengenyangkan. Tingginya kadar serat dalam kacang membuat panganan ini lama dicerna oleh tubuh. Hasilnya perut terasa kenyang, sistem pencernaan lebih sehat, dan melancarkan buang air besar. Selain itu, kacang juga rendah gula dan mencegah insulin dalam aliran darah meningkat secara tiba-tiba.

Pilihan camilan lain yogurt. Ada banyak kandungan nutrisi yang bisa didapat dari yogurt. Mulai dari sumber protein, vitamin B12, kalsium, sampai sumber probiotik.

Aneka buah-buahan rendah gula juga bisa menjadi pilihan camilan. Sebab jenis makanan ini mengandung karbohidrat dan serat yang memberi efek kenyang lebih lama. Ditambah lagi buah-buahan memiliki kandungan vitamin yang cukup banyak seperti vitamin C. Unsur ini sangat dibutuhkan tubuh untuk menjaga kondisi tetap fit untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Beberapa jenis buah yang bisa menjaga kalori dalam tubuh dan memiliki kandungan glikemik rendah diantaranya ceri, anggur, kiwi, jeruk, persik, pir, plum, blewah, strawberi.

Gandum juga bisa pilihan. Sebab gandum dapat meningkatkan efisiensi insulin. Selain itu, kadar insulin yang lebih rendah dalam darah juga dapat mencegah meningkatnya berat badan berlebih. Kini telah banyak produk olahan gandum yang tersedia di pasaran.

Sementara itu, camilan yang sebaliknya dihindari, menurut dokter Dumilah Noviana dari Klinik Pala Medika Depok, yang tinggi kalori, lemak, garam dan gula. Misal, permen, keripik, dan kerupuk. "Selain kandungan nutrisi tidak banyak, makanan tersebut juga kurang sehat. Camilan seperti itu pun tak membuat perut terasa kenyang dan justru menyebabkan konsumsi makanan berlebih," kata dia.

Selain asupan jenis camilan, waktu ngemil pun harus diperhatikan. Pilihan waktu yang baik adalah sekitar pukul 10 pagi. Sebab saat itu orang sudah membutuhkan asupan kalori tambahan untuk mendukung aktivitas. Camilan yang sebaiknya dikonsumsi pada periode ini misalnya kacang-kacangan, roti gandum sampai buah-buahan.

Waktu lain untuk ngemil adalah antara makan siang dan makan malam yakni pukul 16.00. Selain menambah energi yang mulai turun, periode ngemil saat sore bisa membuat konsumsi seseorang kala makan malam sedikit berkurang.


Reporter: Tendi Mahadi
Editor: Sanny Cicilia
Video Pilihan

Tag
TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0532 || diagnostic_web = 0.3212

Close [X]
×